Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Abg Jilboob Colmek Mukanya Bikin Ngaceng
5.00
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Saat itu telah malam, sekitaran jam 9. Saya dan Susan barusan menuntaskan set ke-3 laga antara tipe kelamin kami yang telah demikian kali kami kerjakan. Kami berada di rumah Susan, suami Susan, Andre, tidak sedang ada di rumah, ia pergi pekerjaan luar kota kembali. Sementara istri saya berada di rumah, saya punyai banyak argumen jika ia menanyakan beberapa macam. "Mas Jony, saya kok sepertinya tidak pernah bosen ya ‘ngewe' sama kamu.." kata Susan. "Lha, memang kalau sama Andre, bosen..? Kan ia suamimu," jawab saya cukup gr. "Bukanlah getho. Kalau sama Mas Andre stylenya itu melulu, dan kembali kontolnya Mas Andre kan tidak sebesar punyai Mas Jony," jawab Susan jujur sekalian mengurut tangkai kemaluan saya yang kembali mengeras. "Tidak bisa getho lho Mir. Andre itu kan suamimu, ia baik kembali. Tetapi, periode bodo lah, yang perlu memek istrinya nikmat sekali. Ya telah ‘ngentot' kembali yok, mana toketmu, sini, saya ingin ‘nenen'..!" Saat kami ingin mulai set ke-4, Susi, anak Susan yang menjadi kerap menyaksikan maminya di ‘acak-acak', masuk ke kamar. "Mi, masih main kuda-kudaan ya..? " tanyanya polos. "Iya, baru mau bermain kembali, mengapa Vin..? kata Susan. "Susi ingin bobo, tetapi Susi takut, temanin Susi ya Mi, Om Jony main kuda-kudaanya di kamar Susi saja ya..!" pintanya penuh berharap. Ya telah, pada akhirnya saya dan Susan berpindah tempat ke kamarnya Susi. Sekalian masih bertelanjang bundar, kami usaha menina-bobokan Susi yang ucapnya tidak rindu sama papinya, ia justru memandang saya papi kandungnya. Baru sekitaran 10 menit sang Susi tertidur dan 3 menit sang Susan mengisap tangkai kemaluan saya, telepon di kamar Susan berdering. "Mas, saya angkat telepon dahulu ya, kali saja dari Mas Andre." kata Susan. "Ya, tidak boleh semakin lama.." jawab saya. Sesudah nyaris 5 menit, Susan kembali lagi ke kamar dengan muka kebingungan. "Mas, adikku ingin ke sini. Ia telah ada di muka komplek. Bagaimana nih..?" kata Susan. "Siapa..? Sang Rere..? Ia bersama suaminya tidak..?" bertanya saya usaha tidak cemas. "Tidak sich, kan ia kembali pisah tempat tidur sama Gery. Telah empat bulan ini." jawab Susan. "Ya telah, kalau ia ke sini, tidak apapun. Ngomong saja saya kembali nemenin kalian. Apa sulitnya sich?" Selang beberapa saat Rere tiba. Ia ialah wanita elok berumur sekitaran 25 tahun, sama ukuran dada sekitaran 34B (hampir serupa dengan kakaknya), kulit putih bersih dan hidung yang bangir. Malam itulah kenakan ‘Tank Top' warna biru ditutup dengan Cardigan hitam dan celana Capri (ketat, sedengkul) warna putih. "Malam Mbak, Eh.., ada siapa nih..?" kata Rere. "Ini Mas Jony, tetanggaku. Ia tiba ke sini ingin nemuin Mas Andre, tetapi tidak bertemu." Susan menjawab. "O iya, kenalin Mas, ini adikku, Rere. Re, ini namanya Mas Jony." "Rere," ucapnya sekalian bersalaman dengan saya. "Jony," jawab saya. "Kamu mengapa ke sini..?" kata Susan, "Tumben-tumbenan, mana malem-malem kembali. Kamu tidak takut apa? Wilayah sini riskan pemerkosaan lho..!" Sang Rere menjawab sekalian melepaskan Cardigan-nya dan memperlihatkan keelokan buah dadanya, yang bisa membuat lelaki sesak napas itu, ucapnya, "Ngapain takut, kalau disetubuhi justru senang. Saya hampir lima bulan lho Mbak, tidak ‘gituan'..!" "Kamu ini kalau bicara asal-asalan," kata Susan sekalian melirikku, "Kasian Mas Jony tuch, kembali tanggung, kelak ia ngocok di sini kembali." "Tanggung..? Emangnya kalian kembali ngapain..? Wah, macem-macem nih sepertinya..!" bertanya Rere ingin tahu. Sang Susan menjawab, "Mengapa emangnya..? Ingin turut nimbrung..? Suntikannya Mas Jony besar lho..!" Saya dari barusan cuma diam dan tersenyum dengar ‘adik' saya dibahas dua wanita elok. Lalu saya mulai bicara, "Kamu ini bicara apa sich Mir..? Emangnya kamu pernah simak burungku apa..?" kata saya memikat. "Iya nih, Mbak Susan. Memang sudah pernah simak..?" kata Rere. "Wah, tidak boleh beberapa macam dech Mas, mendingan kita lanjutin laga barusan. Kamu ingin ikut-ikutan tidak Re..?" mengajak Susan sekalian kembali melepaskan dasternya dan menanggalkan celana pendek saya. Menyaksikan ini, Rere memekik perlahan, "Wah, itu kontol..? Besar sekali, bisa nyobain ya Mas..?" "Ya telah, kamu hisap-hisap ya Re..!" kata saya, "Nach, Mir ke sinikan memekmu agar kujilatin..!" Lalu kami bertiga bermain dengan ria senang. Saya duduk di sofa, sementara Rere jongkok dan repot dengan tangkai kemaluan saya. Susan berdiri menghadap saya sekalian arahkan kepala saya ke lubang vaginanya dan menjilat-jilatinya sampai kelojotan. Saya tidak sadar waktu Susan cukup berubah, rupanya Rere tidak kenakan apapun kembali, polos, telanjang bundar dan usaha menjepit penis saya dengan ke-2 buah dadanya yang rupanya memang besar dan membuat pergerakan turun naik. "Ya, terus Re, nikmat sekali..!" kata saya, sementara Susan telah duduk di samping kiri saya sekalian mengulum bibir saya. "Mas Jony, saya ingin masukkan ke memek ya..!" pinta Rere penuh berharap. Saat menyaksikan dan memperhatikan kemaluan Rere, saya cukup terkejut. Selainnya botak, vagina Rere masih tetap kelihatan sempit. Dalam hati saya berpikiran, ini kakak-adik punyai kemaluan kok ya sama. Lantas Rere membelakangi saya dan masukkan tangkai kemaluan saya ke vaginanya yang sempit itu dengan pelan-pelan. Susan yang sedikit tersengal-sengal masukkan jemari saya ke lubang kemaluannya yang mulai basah. Rere betul-betul perlakukan tangkai kemaluan saya secara baik. Pergerakan maju mundurnya benar-benar luar biasa dan kadang di gabung dengan pergerakan berputar-putar. Menanggapi ini, saya lalu mengusung tubuh Rere dan saya balikkan, sampai kami beradu pandang, dengan status penis saya masih tetap dalam vaginanya yang keset-keset basah. Rere rupanya benar-benar pakar dengan sikap duduk, ia naik terus turun usaha menyeimbangi hujaman-hujaman penis saya yang lama-lama semakin dalam tembus pertahanan lubang vaginanya. Sesudah nyaris 10 menit, Rere berbicara, "Mas saya keluar..!" Tetapi bingungnya ia masih menggoyang bokongnya. Dalam pada itu, Susan berdi belakang Rere sekalian merengkuh dan meremas buah dada Rere. 3 menit selanjutnya, gantian saya yang ngomong, "Re, saya ingin keluar nih, dalam apa di luar..?" "Di luar saja Mas, saya ingin minum pejunya," jawab Rere semangat. "Re, cepat terlepas..!" kata saya sekalian mengocak tangkai kemaluan saya secara cepat dan mengarahkannya ke dalam mulut Rere yang saat ini telah jongkok di bawah saya. Rupanya betul, mulut Rere bukan hanya memuat sperma saya yang banyak, tetapi juga betul-betul berkumur dan menelannya. Menyaksikan hal tersebut, Susan yang vaginanya tidak aktif, langsung dekati tangkai kemaluan saya dan mengulumnya kembali. Saya yang telah banjir keringat langsung berbicara ke Susan, "Mir, yang bersih ya, saya istirahat dahulu sesaat." Sekalian Susan terus direpotkan dengan kerjanya, saya memerintah Rere merapat dan langsung mengulum bibirnya yang tipis dan beraroma sperma. Selang beberapa saat, tangkai kemaluan saya mulai menegang kembali. Ketahui tindakannya sukses, Susan dengan perlakuan super cepat menarik saya ke lantai dan memerintah saya terlentang. photomemek.com Susan secara cepat langsung juga menempati penis saya dan menjepitnya dengan kemaluannya. Dengan status semacam itu, tangan saya dikasih peluang untuk meremas payudara Susan dan mainkan putingnya yang cukup kecoklat-coklatan. Sesudah nyaris 10 menit mengerjai tangkai kemaluan saya, pergerakan Susan mulai cukup melembek. saya mengetahui, ia telah orgasme. Menyaksikan ini, saya mengubah tubuh Susan, dan saat ini ia yang terlentang. Ke-2 kaki Susan yang putih itu saya membuka lebar-lebar sekalian menyerang vaginanya dengan pergerakan yang sangat cepat dan teratur. Erangan dan desahan Susan tidak saya dengar sama sekalipun. Sekitaran 3 menit selanjutnya, saya tidak bisa meredamkannya kembali. Dengan status penis masih dalam vagina Susan, saya menyemprot cairan sperma saya yang ke-2 kalinya malam hari ini. Lubang senggama Susan yang saya lihat sekian hari ini telah cukup melebar, tidak kuat memuat cairan sperma saya yang kental dan banyak. Menyaksikan hal tersebut, Rere langsung menjilat-jilati vagina kakaknya usaha memperoleh air mani kembali sekalian tangannya mengocak penis saya. Susi yang telah tidur ternyata terjaga karena bising. "Mami, saya tidak dapat tidur, itu ada siapa..?" "Eh Susi, ini Tante Rere. Kok kamu tidak tidur..?" bertanya Rere sekalian memerintah Susi merapat. "Tidak dapat tidur Tante. Mami mengapa..? Kok kakinya terbuka, Mami sakit kembali ya..?" bertanya Susi polos. "Mami tidak sakit. Malah Mami justru sehat, kan Mami habis Om suntik, kelak sesaat lagi bangun." terang saya. "Kok Tante Rere telanjang ? Habis disuntik ya sama Om Jony?" "Iya, masalahnya Tante kembali sakit memeknya jadi disuntik." kata Rere sekalian mengelus vaginanya sendiri. "Memek apa sich Tan..?" bertanya Susi. Sekalian bersihkan kemaluan Susan, saya berbicara ke Susi, "Ini yang bernama memek Vin. Ini fungsinya buat masukkan jarum suntiknya Om Jony." "Susi punyai Om." kata Susi sekalian membuka rok tidurnya. "Iya, tetapi punyai Susi belom bisa disuntik. Kelak kalau telah besar, bisa dech..!" kata Rere sekalian tersenyum. Sepanjang satu minggu Rere bermalam di dalam rumah Susan, kami bertiga nyaris setiap malam melangsungkan acara begituan bersama. Susi yang selalu menyaksikan tindakan kami selalu ketawa jika saya menyemprot sperma ke dalam mulut mami dan tantenya. "Ha.., ha.., ha.., Mami sama Tante Rere dipipisi Om Jony." ucapnya lucu. Pernah satu waktu, saat istri saya sedang pergi, Rere main ke rumah dan meminta disenggamai di lubang bokong. Karena menarik, saya kerjakan saja dan rupanya itu nikmat sekali, seperti membobol kemaluan perawan. Satu waktu, juga pernah salah seorang rekan kantor saya main ke rumah saat dua kakak-adik itu kebenaran sedang berada di rumah saya. Karena tertarik sama Susan, rekan saya itu ajak Susan main di atas meja makan saya. Saya dan Rere cuma diam dan ketawa menyaksikan rekan saya membantai kemaluan Susan sampai Susan alami multi orgasme
ABG Bokep Indo Masturbasi Panlok Bispak Hijab
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo