Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Arta Ngewe Kena Sodok Dari Samping
321
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Siang itu sesudah makan siang saya memperoleh telepon dari ibu dita yang dahulu menginterviu saat masuk ke kantor yang saat ini saya kerja dan pasti nya saya benar-benar menghargai beliau Halo bu, selamat siang sapa saya menjawab telepon.Halo Romy.. jawab ia Ria sekali. Ada yang saya dapat saya tolong bertanya saya, basa-basi sich. Ah tidak hanya ngecek kamu saja. Dah makan siang tanyanya ramah. Oh telah bu, baru ajaa jawabku. Bagaimana kerja di sini, ada permasalahan bertanya bu Dita kembali. Wah tidak bu, tetapi memang saya baru memulai sich, baru melatih diri dengan kondisi kerja di sini jawab saya singkat. Bagaimana upahnya, dah cukup tanyanya dengan suara memikat. He..he..he.. penginnya sich lebih kembali bua jawab saya sekalian ketawa. Hah.. begitu saja sudah tinggi kan balas bu Dita. Iya bu, bergurau barusan.. jawabku singkat. Oh.. kirain. jawabannya. Eh Romy kelak sore setelah kantor kamu ada pekerjaan tidak bertanya bu Dita. Tidak sepertinya bu, ada apakah emangnyaa tanygue sedikit bingung. Hmm.. ada yang ingin saya bahas, cukup individu sich, karena itu saya ingin bicaraiinnya setelah kantor saja nantia jawab bu Dita. OK bu, saya tidak ada janji untuk sore sampai malem kelak, jawab saya. OK kelak saya nantikan di cafe xxx kelak sore kata bu Dita. OK bu jawab saya. Ok kalau getho, oh ya, kelompok darah kamu apa bertanya bu Dita saat sebelum akhiri perbincangan. B jawabku penuh ketidaktahuan. Perfect ! OK dech saya nantikan kelak sore kata bu Dita lalu tutup telponnnya. Sesaat saya termenung penuh ketidaktahuan, tetapi saya kembali bekerja karena pekerjaanku cukup menimbun. Celah pulang kerja saya tujukan mobilku ke cafe xxx yang dijanjikannya barusan. Diperjalanan saya diselimuti ketidaktahuan yang sangat benar-benar. Bu Dita Ada apakah manajer keuangan kantorku itu ingin menjumpaiku, masalah masalah individu kembali. Dan yang paling membuatku kebingungan ialah ia sempat bertanya kelompok darahku, buat apa ? Sebagai info, Bu Dita berusia sekitaran 34-35 tahun. Masih muda menjadi manajer keuangan, tetapi memang ia datang dari keluarga yang bersahabat dekat sama pemilik perusahaanku. Ditambahkan lagi suaminya, pebisnis yang dahulu jadi teman dekat pak Faisal presdir perusahaanku saat kuliah. Oh ya bu Dita telah bersuami, tetapi sayang mereka belum memiliki anak. Tetapi karena mungkin hal tersebut bu Dita itu kelihatan masih seperti wanita muda. Tubuhnya tinggi langsing, ramping tanpa lemak. Kulitnya kuning langsat dengan rambut lempeng sebahu. Matanya berbinar selalu semangat dan bibir minimnya itu selalu menarik perhatiannku. Cuma ada satu kata yang bisa sebagai wakil bu Dita Elok. Sesampai di cafe xxx, saya menyaksikan bu Dita melambai-lambai kearahku dari meja yang cukup di sudut. Cafe itu cukup sepi, konsumen setianya umumnya eksekutif muda yang ingin santai celah pulang kerja. Sore bu, maaf cukup telat kata saya sekalian menyalaminya. Oh tidak pa-paa kata bu Dita sekalian mempersilakkan saya duduk. Seterusnya saya dan bu Dita mengobrol basa-basi, menceritakan mengenai kantor, dari yang perlu sampai isu-gosipnya. He..he..he.. tidak buat bang. Sesudah beberapa lama pada akhirnya saya ajukan pertanyaan. Oh ya bu, sebenernya ada apakah ya ajak saya berjumpa di sini bertanya saya mengawali. Oh iyaa jawabannya. Tiba-tiba mukanya sedikit pucat. Sesaat ibu Dita termenung. Selanjutnya mulai berbicara Ini Romy, kamu tahu kan kalau saya telah memiliki keluarga ?. Saya menganguk kecil untuk menjawab. Tahun ini ialah tahun ke 10 pernikahanku sambungnya. Selanjutnya ia keluarkan sebuah photo dari dalam dompetnya. Ini photo suamiku waktu saat sebelum nikah, bagaimana serupa kamu tidak He..he..he.. seperti ngacaa jawabku sekalian kembalikan photo itu. Sebenernya saya semakin kebingungan arah perbincangan bu Dita. Kamu tahu kan saya dan suamiku belum memiliki anak tanyanya kembali Iyaa jawabku kebingungan. Jadi ini Romy, saya dan suamiku telah coba cara-cara. Tetapi belum sukses. Sedang umurku semakin, semakin susah untuk dapat punyai anak. Kami memang telah tahu permasalahannya ada disuamiku dan ia saat ini dalam therapy penyembuhan, tetapi kemungkinan suamiku perlu kontribusi lain.. dari kamu kata bu Dita. Kontribusi dari saya ? tujuannya bu bertanya saya yang telah dipucuk ketidaktahuan. Kemungkinan kamu dapat tolong suamiku untuk membuahi saya ucapnya perlahan. Tujuannya saya menyumbangkan sperma untuk bayi tabung ibu dan suami ibu bertanya saya tergagap. Bukan, saya pernah coba cara tersebut dan tidak berhasil. Sperma suamiku kurang kuat. Jika saya ulang saat ini pasti suamiku berprasangka buruk. Kembali juga susah untuk mengganti sperma suamiku dengan spermamu kelak jawab bu Dita. Jadi bertanya saya kembali. Saya ingin kamu menyetubuhi saya, membuahi saya sampai saya hamil jawabannya singkat. Saya hanya dapat ternganga pada keinginan bu Dita yang ku kira benar-benar edan itu. Tenang, tidak boleh takut kedapatan. Kamu serupa sekali dengan suamiku, apa lagi kelompok darah kalian sama, jadi anak yang lahir kelak akan susah sekali dijumpai siapa ayah sebetulnya kata bu Dita meyakiniku. Pada akhirnya terjawab mengapa ia bertanya kelompok darahku barusan. Kemungkinan argumen bu Dita demikian mudah menyepakati waktu saya interviu dahulu satu diantaranya ialah gagasan ini Trus bagaimana kita melakukan bertanya saya sesudah menentramkan diri. Kamu ada waktu malem ini ? Kebenaran suamiku kembali keluar kota sampai esok.ucapnya bu Dita. Saya available. jawabku. Selanjutnya bu Dita menelepon kerumahnya, memberitahu pembantunya ia tidak pulang malam itu sekalian memberikan argumen. Selanjutnya ia ajakku ke hotel xxx. Sesudah check in, kami masuk langsung kamar. Di dalam kamar, tidak ada perbincangan yang memiliki arti. Bu Dita langsung izin untuk mandi, sesudah ia usai, giliran saya yang mandi. Celah saya keluar kamar mandi, saya menyaksikan bu Dita yang cuma menggunakan bathrobe berbaring sekalian melihat tv. Saya selanjutnya duduk di tepian tempat tidur. Bagaimana, kita awali bertanya saya dengan hati grogi. Masalahnya umumnya saya ML maksudnya hanya untuk senang-senang, bahkan juga gunakan alat kontrasepsi supaya pasangan MLku tidak hamil. Jika ini justru maksudnya ingin hamil. OK jawab bu Dita selanjutnya berubah memberikan saya tempat untuk naik kempat tidur. Saya tiduran disebelahnya selanjutnya berbicara Bu, kemungkinan arah kita agar ibu dapat hamil, tetapi apa dapat kita lakukan persetubuhan ini layaknya seperti orang yang lain cari kepuasan . Tidak pa-pa sayang jawab bu Dita. Saya ikhlas kok kamu setubuhin. Justru sebenarnya kamu tuch bangkitin gairahku bang. Saya selanjutnya mengecup dahi bu Dita, suatu hal yang selalu saya kerjakan saat sebelum menyetubuhi wanita. Bu Dita terseyum kecil. Selanjutnya saya mengecup bibir bu Dita. Bibir tipis yang selalu menarik perhatianku itu rupanya nikmat juga. Selanjutnya saya mulai mencium bibirnya kembali, ini kali semakin lama serta lebih dalam. Sekalian mencium bibir bu Dita, tanganku mulai bergerilya. Pertama kali saya elus rambutnya, bu Dita membalasnya dengan sedikit meremas kepala saya. Selanjutnya tanganku turun untuk mengelus-elus badannya, meskipun masih di luar bathrobe. Masih sekalian berciuman, perlahan-lahan saya membuka tali bathrobenya. Celah buka beberapa bathrobe sisi atasnya, saya langsung mengelus payudaranya, ternya bu Dita tidak menggunakan bra. Awalannya saya cuma mengelus, tetapi selanjutnya beralih menjadi meremas. Payudaranya masih kenyal, meskipun telah turun sedikit, tetapi begitu nikmat untuk diremas. Selanjutnya saya mulai memilin-milin putingnya. Bu Dita mendesah perlahan, selanjutnya melepas kecupan. Saya selanjutnya sedikit turun untuk memulai menjilat-jilati puting bu Dita. Saya mulai menjelati puting yang kiri dan payudara yang kanan saya remas dengan tangan. Selanjutnya ganti saya menjilat-jilati yang kanan sekalian meremas payudara yang kiri. Kadang-kadang saya gigit-gigit kecil, tetapi kelihatannya bu Dita tidak begitu sukai, ia lebih menyenangi saya mengisap kuat putingnya. Tangan kananku selanjutnya turun kebawah untuk buka bathrobe sisi bawahnya sampai badannya kelihatan semua. Bathrobe cuma tersangkut pada tangannya. Tanganku mulai mengelus pahanya. Perlahan-lahan saya membuka sedikit pahanya untuk mengelus paha sisi dalamnya, demikian mulus kulit sisi itu. Tanganku naik keatas ke arah selangkangan, rupanya bu Dita masih menggunakan CD. Saya tidak ingin langsung ke vaginanya sampai tanganku berpindah ke bokongnya. Saya meremas bokong yang bundar ini dari dalam CDnya, karena saya sisipkan tanganku ke celananya. Jujur saya ialah fans bokong dan pinggul wanita. Apa lagi wanita seperti bu Dita ini. Pinggulnya ramping tetapi bokongnya besar membulat. Perlahan-lahan remasan kepantat bu Dita saya alihkan di depan. Di garis vaginanya saya berasa telah banyak cairan yang keluar vaginanya. Selanjutnya saya mengelus vaginanya ikuti garis vagina. Perlahan-lahan saya tusuk vaginanya dengan jemari tengahku. Badan Bu Dita tersentak, pinggulnya diangkat seperti mengantar vaginanya untuk menyantap jariku lebih dalam. Jariku saya keluar masukan perlahan-lahan, bu Dita mendesah makin keras. Saya turun kebawah, ingin menjilat vaginanya. Tetapi Bu Dita meredam badanku. Tidak perlu Romy, saya malu kata Bu Dita. Langsung masukkan saja sayang, saya dah tidak kuat lanjut bu Dita. Saya menempatkan badanku di atas bu Dita. selanjutnya saya lebarkan pahanya nsehingga selangkangannya lebar terbuka. Saya tujukan penisku ke vaginanya. Perlahan-lahan saya seka penisku ke atas vaginanya, tetapi bu Dita melihatku dengan penuh keinginan agar saya cepat masukkan penisku ke vaginanya. Perlahan-lahan saya dorong penisku untuk measuk ke vaginanya. Vaginanya masih geret, karena mungkin tidak pernah melahirkan. Saya mulai mengeluar masukan penisku dari vaginanya, dan bu Dita mendesah keras tiap penisku menusuk vaginanya. Kadang-kadang saya mencium bibirnya, tetapi ia lebih sukai mendesah sekalian pejamkan matanya nikmati siap gesekan vaginanya dengan penisku. Tangan bu Dita mencengkeram bahuku, kelihatannya ia ingin badanh kita bersinggungan keras supaya payudaranya tergores oleh dada saya. Mas terus mas, terusa rintih bu Dita. Kelihatannya ia memikirkan suaminya yang menidurinya. Sebenernya saya cukup cemburu, tetapi saya pikir-pikir lebih bagus dibanding ia mendesah panggil nama saya, kelak ia rutinitas dapat berabe jika ia panggil nama saya waktu bersetubuh dengan suaminya. Mendadak tangan bu Dita mencengkeram bokongku seolah menolong dorongan penisku supaya semakin kuat menusuk vaginanya. Pinggulnya juga makin aktif bergerak kekanan-kekiri sekalian terkadang berputar-putar. Benar-benar untung saya dapat nikmati badan molek bu Dita yang paling pakar bercinta. Mendadak tangannya tekan keras bokongku mengarah vaginanya. Kelihatannya ia telah orgasme. Badannya menegang tidak bergerak. Guepun hentikan pompaanku ke vaginanya karena tangannya demikian keras tekan bokongku. Celah badannya menyusut kegangannya saya mulai pompaanku perlahan-lahan. Cairan orgasmenya membuat vaginanya makin licin. Memang vaginanya jadi menyusut daya cengkeramnya, tetapi kelicinannya memberi kesan yang lain. Saya mengusung badannya untuk ganti status. Tetapi bu Dita menampik sekalian berbicara Romy please, ini kali style konservatif saja ya saya ingin cicipin besok-besok yaa. Saya menempatkan badan bu Dita kembali. Goyangan pinggulnya semakin menggila, begerak kekiri dan kekanan, tetapi saya paling sukai saat berputar-putar. Benar-benar luar biasa goyangan bu Dita. Kemungkinan itu goyangan terbaik dari wanita yang sempat saya setubuhi. Tangannya kembali tekan keras bokongku, bu Dita telah tiba di orgasme ke-2 nya. Badannya benar-benar tegang ini kali, sampai perlu lama untuk normal kembali. Sesudah menyusut kegangannya, saya berbicara Bu apa kita sudahin dahulu ? sepertinya ibu telah lemas sekali kata saya. Tidak pa-pa Romy, saya ingin sperma kamu, terusin saja.a jawab bu Dita. Saya mulai memompa kembali vaginanya dengan penisku. Ini kali vaginanya telah betul-betul basah. Bu Dita telah kurangi pergerakannya, kemungkinan ia telah terlampau lemas. Saya fokuskan pompaanku ke vaginanya sampai bu Dita mulai memberi respon kembali. Sebetulnya saya telah sedikit kembali ejakulasi saat bu Dita mendadak berteriak kuat Arrrhgh.. Romy edan nikmat sekali jerit bu Dita sekalian menjepit badanku dengan ke-2 pahanya. Beradu edan Romy. saya dah 3x keluar kamu belum keluar juga. Mari donk Romy, saya mencari pejantan bukan mencari gigolo kata bu Dita kurang kuat. Saya sebenernya kasian dengan bu Dita, tetapi saya sedikit kembali ejakulasi. Saya goyang perlahan-lahan penisku. Ini kali saya betul-betul fokus meraih orgasmeku. Tidak berapakah lama saya berasa sperma saya telah tiba diujung penisku. Bu saya sedikit kembali keluar bu. kata saya sekalian nikmati kesan hebat. Bu Dita menolong dengan menggoyahkan pinggulnya sekalian meredam bokongku supaya penisku tidak terlepas dari vaginanya. Agkh.a, crot..crot..crot..crot 4x sperma saya ku siram deras ke lubang vaginanya. Bu Dita meredam bokongku kuat-kuat supaya sperma saya masuk kerahimnya dalam-dalam. Tahan sesaat Romy, agar sperma nya masuk semuaa kata bu Dita sekalian meredam bokongku mengarah selangkanyannya. Celah beberapa saat baru bu Dita melepas cengkeramannya. Saya selanjutnya merebahkan badanku disebelahnya. Malam itu saya mencabuli bu Dita sampai 3x. Seperti yang pertama, saya tumpahkan semua sperma saya ke lubang vaginanya. Celah itu persubuhannku dengan bu Dita jadi acara teratur. Minimum 2x satu minggu saya menyubuhinya. Saya bahkan juga dilarang bersubuh dengan wanita lain, supaya spermgue betul-betul 100% masuk ke rahimnya. dua bulan selanjutnya bu Dita positif hamil, tetapi sampai sekarang ini, saat kehamilannya memasukki bulan ke 3, saya masih teratur menyubuhi bu Dita. Kelihatannya bu Dita tidak dapat menampik kepuasan dicabuli olehku, dan saya pasti saja tidak ingin kehilangan goyangan dasyat bu Dita.
ABG Panlok Creampie Bispak Cantik Bokep Cina
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo