Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
bocil Kena bius - DoodStream
380
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
…(sorry nama saya harus disensor…) apa kamu pernah memfoto mode bugil?" Terang-terangan saya belum pernah menjadi saya jawab dengan oke, "Belum mbak, memang mengapa?" "Saya tidak tahu mengapa ya ada orang yang ingin difoto demikian", jawabannya. Sita orangnya manis, berhijab dan telah memiliki keluarga. Umurnya baru 27 tahun, punyai anak baru berusia satu tahun. Ia salah satunya editor unggulan perusahaan kami. Bisa disebut ia ialah bintang di kantor kami. Saya coba iseng bertanya minta Mbak Sita untuk difoto tanpa baju (edan ya…? kalau ia geram … atau ia ingin trus kalau kedapatan suaminya dapat bubar….!!! Walau sebenarnya kekasih sendiri saja tidak pernah dipotret bugil…). So, saya to the poin saja, "Ehmm … Mbak Sita ingin tidak kalau saya foto tanpa baju, tetapi ini bukanlah porno lho, saya bikin yang artistik". Dan rupanya ia ingin, saya sendiri tidak menduga jawabnya, "Benar nih, saya ingin donk tetapi dengan persyaratan, muka dan pertanda fisik saya dikaburkan atau ketutup. Dasarnya seseorang tidak bisa tahu itu fotoku", katanya. Saya sendiri terkejut 1/2 mati dengar jawabnya, tetapi sudah kepalang basah saya ngomong, "Oke, jadi kapan mbak Sita dapat punyai waktu….". "Bagaimana kalau malam nanti sesudah rapat redaksi", ucapnya. Saya sepakat. So… the event came… Setelah rapat, kami ke ruang ia sekalian bawa peralatan photo. "Ingin di mana mbak…? Di studio saja ya, agar tidak perlu pasang lighting kembali", bertanya saya. Kebenaran di kantor kami ada sebuah ruang di pojok yang jadi studio photo. "Bisa, yok kita ke sana…", kata Sita sekalian jalan ke arah studio. Sesampai di studio saya mempersiapkan lampu dan peralatan lain, dalam pada itu saya melirik ia mulai membuka kudung, atasan dan celana panjangnya. Sesudah ngelepas bra dan CD, Sita diam sesaat.. mikir sepertinya, "Jadi tidak ya…, tidak dech, tidak jadi aja…" ucapnya. Saya tidak coba rayu hanya ngomong. "Ya udah…., kalau memanglah belum siap sich lain waktu saja, atau memang diurungkan saja". Sita diam sesaat terus ia pakai kembali bra dan CDnya. Saya sich tidak jadi masalah, dapat menyaksikan badan telanjang Sita saja telah karunia besar. Rupanya dibalik kudungnya sejauh ini badannya masih bagus sekali. "Ya telah mbak, kalau getho saya pulang saja ya…", saya pamit pada Sita. Eh tetapi rupanya ia justru berasa tidak nikmat,"ng…. sorry…aku tidak nikmat sama kamu karena sudah janji…" ucapnya. "Sebetulnya saya tidak apa - apa kok… hanya malu saja telanjang dimuka kamu, apa lagi umumnya saya pakai kudung". Pada akhirnya bra dan CD yang sudah kembali dipakai ia membuka kembali. "Tetapi … janji tidak terlihat wajahnya ya…" pinta Sita. "Iya dech mbak, saya janji …", saya jawab sekenanya karena hati saya berdegap keras menyaksikan badannya yang telanjang itu Pada akhirnya pengambilan foto jadi dilaksanakan. Awalannya hanya beberapa bidikan, saya coba tujukan ia untuk berfoto "Mbak, tangan kirinya diangkat kebelakang kepala… oke bagus….trus kakinya dibuka sedikit…". Sita menurut semua instruksi saya, hingga kemudian ia ingin dipotret semuanya dan terlihat muka. "Mbak… sudah bagus gayanya, dipotret semua tubuh ya… oke saat ini wajahnya menghadap camera…" Saya telah lupa sama janji pada Sita tidak untuk menunjukkan wajahnya tetapi ia sendiri selanjutnya ngomong, "Yah… kelihatan dech wajahnya, tetapi sudah kepalang deh… terusin aja… tidak apapun kok. Tetapi awas kalau tidak bagus…". Justru pada akhirnya ia ingin dipotret setelah - abisan dan saya coba bertanya apa Sita ingin berfoto ‘hardcore', "Kalau status ML ingin kan ya mbak…". Sita cukup terkejut, "Sama siapa … memang ada siapa kembali diluar…kalo sama kamu kelak siapakah yang mememfoto". "ya sama saya tentu saja mbak, setelah sama siapa lagi… ingin saya panggilkan Ucup", saya sebutkan nama office boy kantor. "Edan ah… tidak mau kalau sama dia…mending sama kamu…", Sita protes. "Iya dech mbak…nanti saya pakai tripod, timer dan remote…jadi dapat ditinggalkan. Hanya walau tidak sampai ‘keluar' tetapi ‘masukinnya' betulan ya agar terlihat alami", saya berkelit (terang-terangan ini pertamanya kali untuk saya, sama kekasih sendiri saja belum pernah) "Iya deh…tapi kalau sudah tidak tahan cepat keluarin di luar ya", kata Sita. "Gampang - mudahan lho, masalahnya saya tidak pernah nih…", saya terang-terangan. "Wah… saya merawanin kamu donk …", kata Sita kembali. Saya set camera saya dan dekati Sita. Narasi Seks Gadis Manis Vaginanya telah basah saat saya coba pegang, "Sudah basah kok…jadi tidak akan sakit", Sita memberikan keyakinan saya. Saya membuka retsleting buka celana dan keluarkan penis yang sejak dari barusan telah tegang. Pada akhirnya penis saya juga masuk ke vaginanya. ceritasexdewasa.org Berasa sangat nikmat, sekalian menggoyahkan pinggul Sita mendesah lirih. Kami melakukan sekalian tiap kali saya hidupkan remote untuk ambil gambar kami. Sesudah ganti beberapa status, ambil beberapa puluh photo dan memori saya habis pengambilan foto kami akhiri… tetapi kepuasan yang saya alami tidak ingin saya terlewat demikian saja. Kami terus bergoyang hingga kemudian penis saya akan keluarkan sperma… Buru - buru saya ingin cabut dan tetapi ia tahan "tidak boleh sekarang… saya kembali …. terusin dulu…", pinta Sita sekalian mencekram bokong saya. Pada akhirnya saya tidak dapat tahan kembali, penis saya berdenyut - renyut dan sinaran sperma ke vaginanya. "Edan nikmat sekali mbak Sita …", saya kecup bibirnya, ia hanya diam kelihatannya malu dan bersalah banget… saya jadi turut merasa salah… "Maaf ya mbak…mustinya tidak sampai keterusan…", saya mohon maaf "Tidak apa - apa… saya yang tidak dapat nahan…", Sita berbicara lirih. "Sini saya membersihkan dahulu penis kamu…", Sita ambil tissue dan menjilat-jilati semua penis saya. Sesudah itulah mengelap dengan tissue, "Kalau tidak dibersihin dahulu kelak jadi lekat, kasihan kamu kan pulangnya jauh.." Pada akhirnya saya menggunakan kembali celana, selanjutnya ambil camera dan keluarkan memorinya. Sita masih telanjang dengan status telentang di karpet, sementara ke-2 kakinya lebar terbuka. "Mbak, saya mengambil memori satu kembali ya…nanti sekalian pakai pakaiannya saya photo kembali", saya segera ke meja saya untuk ambil memori cadangan. Narasi Seks Gadis Manis Tetapi saat akan balik ke studio, saya berasa ingin kencing, hingga saya singgah dahulu ke toilet. Saat kembali saya menyaksikan pintu studio masih terbuka (saya lupa menutupnya…) dan saya lihat rupanya Sita masih juga dalam status yang serupa dan pejamkan matanya nikmati apa yang baru terjadi. Saya ambil beberapa photo terhitung close up vaginanya yang meluluhkan sperma saya, lalu keluar studio biarkan ia beristirhat. Saat keluar saya menyaksikan sang Ucup sedang bersihkan ruang. "Cup…kamu tidak boleh masuk studio dahulu ya", saya memberitahukan Ucup. "Mengapa pak, memang Bu Sita masih di situ…", bertanya Ucup polos. "Lho kok kamu ketahui barusan ngintip ya…",saya cukup terkejut mendengannya. "Barusan waktu bapak keluar studio dan ke toilet, saya sempat masuk ke ingin bersihkan tetapi saya saksikan Bu Sita kembali telanjang disana ya saya keluar kembali, tetapi awalnya saya sempat pegang tetek dan itunya, Bu Sita hanya mendesah…", kata Ucup "Ibu Sita saksikan kamu…",bertanya saya. "Sepertinya sich tidak masalahnya merem dan tidak bergerak kembali", jawabannya. "Yah sudah… ini uang 50 ribu, kamu tidak boleh ngomong siapa saja ya", perintah saya. "Oke boss…tapi kalau bisa saya memberi komentar, bodi Ibu Sita bagus sekali ya pak… kalau saya punyai istri seperti ia tentu setiap hari sudah saya kerjain, wong demikian saja saya sudah basah kok", Ucup memberi komentar sekalian cengar-cengir. "Yah telah, kamu pulang aja…besok tiba cukup pagi buat terusin beres-beres". Sita saya bangunkan, dan sekalian menggunakan pakaian saya terus ambil photo. Sesudah usai Sita ngomong, "Saya dapat dipotret dengan baju komplet ini donk, yang elok ya… tetapi minimal saya pernah punyai "photo nude" , walau hanya sekali… ". Saya ambil sekitaran 30 photo Sita dengan kenakan Hijab. Menurutku ia justru lebih kelihatan menarik dengan baju semacam itu. Kemudian kami pulang, Sita memandang hal tersebut seperti tidak sempat terjadi. Justru photo - photo itu tidak pernah ia tanyain apa lagi dilihat… malu kali ya, walau sebenarnya jalinan saya sama dia masih baik-baik…
ABG Anak Sekolah Panlok Creampie Bispak Cantik Bokep Cina
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo