Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Bocil SMP colmek, sange parah
2.3K
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Saya akan bercerita pengalaman seksku di mana dalam suatu narasi dewasa saya menyisipkan nana dan emailku dalam suatu komentar, selang beberapa saat banyak beberapa cowok terutamanya yang e-mail padaku, saya membalasnya satu-satu emailnya terkadang ada juga yang meminta ngajakin ngentot, meminta photo telanjang mint pin bb dan keseluruhnya saya tanggapi. Tetapi ada yang membuat diriku kagum mengambil alih perhatiannya namanya Adi ia datang dari Denpasar terkadang jika emailan dengannya kerap blak blak kan apa yang ada, ia justru kerap ngirim photo saat ngentot dengan ABGnya, ceweknya elok payudaranya besar yang luar biasanya ia masih usia 18 tahun. Tetapi kata Adi binalnya hebat kalau kembali dientot. Fotonya telanjang bundar dalam status terlentang dan ngangkang hingga semua ‘modalnya' terpajang secara jelas. Tanpa menyengaja, photo Susan kelihatan oleh mas Indra saat saya dialog sama dia di kantorku. Mas Indra, konsumen yang akhir2 ini kerap ngentotin saya, main-main buka2 komputerku, dan kelihatan lah photo Susan yang paling melawan itu. Ia tanya kepadaku, ini photo siapa. Saya jawab itu photo cewek abgnya chattinganku di Denpasar. Ia dengan benar-benar bernapsu suruh saya contact ke Adi apa Susan dapat ia book, kalau dapat ia ingin ke Denpasar sekalian menyaksikan peluar usaha yang ada disitu. Saya ngomong ke ia, saya ikut-ikutan ya. Mas Indra tidak berkeberatan kalau aku juga turut sama dia, hanya ia menjelaskan kalau Susan ingin dientotnya, ia sebetulnya tidak perlu saya, jadi saya harus mencari aktivitas sendiri. Tidak masalah untuk aku kalau begitu, kan ada Adi yang dapat saya contact, rasanya ia tidak akan berkeberatan temani saya sepanjang berada di Denpasar. Rupanya jawaban Adi positif, Susan siap temani mas Indra sepanjang terasa di Denpasar. Mas Indra benar-benar semangat mengurusi keperginya ke Denpasar. Aku juga contact Adi tentang ini. Sampai juga saya di Denpasar, telah senja. Adi dan Susan jemput kami di airport. Susan bagus sekali, ia make kemben dan celana jin yang ketat hingga toketnya yang montok menyembul secara jelas, demikian juga bokongnya yang membulat benar-benar memancing nafsu mas Indra untuk selekasnya mengentotinya. Dengan taksi, mas Indra selekasnya membawa Susan ke hotel yang telah di booknya. Saya ditinggalnya dengan Adi. Adi orangnya cukup tampan, tinggi besar dengan tubuh atletis. Adi ajak saya dengan mobilnya untuk cari makan malam. Sekalian makan malam, Adi bercerita siapa dianya. Ia duren - duda kece tanpa anak - wiraswasta di Bali, seumur dengan mas Indralah. Saya ngomong apa saya haru manggil ia mas, jawabannya tidak udahlah. Panggil Adi cukup, tidak perlu resmi. Habis makan ia tanya saya ingin ke mana kembali, jawabku saya turut ke mana ia membawaku. Justru kutambahi, Dea punya kamu saat di denpasar. Ia tersenyum dengarnya. "Kalau demikian, kita ke villa saja ya", ucapnya. "Vila? Di luar kota?" tanyaku. "Tidak kok, masih di dalam kota. Vila itu tidak besar tetapi punyai privat pool sendiri. Kamu membawa bikini tidak", jawabannya. "Membawa Di, daleman Dea mode bikini semua, kurang dan tipis sekali", jawabku. Narasi Seks Renyutan Memek Saya telah tahu ke mana arah perkataannya. Ia hanya tersenyum saja dan arahkan mobilnya ke vila itu. Mobilnya masuk langsung ke garasi vila, rolling door garasi juga ditutup oleh petugas vila. Adi ajakku turun dari mobil, saya bawa tasku dan Adi bawa tas yang berisi minuman dan makanan, mungkin saja bajunya. Vila itu hanya satu ruangan, seperti kamar hotel, didalamnya tempat tidur besar, almari baju, ceritasexdewasa.org meja makan dari kayu dan almari es kecil, di ruang lain ada pantri kecil dan kamar mandi. Adi menempatkan makanan dan minuman yang dibawa di meja pantri. Ada kompor gas dan perlengkapan masak simpel di pantri itu. Yang memikat, keluar ruangan vila ada tempat terbuka yang terlindungi oleh tembok yang tinggi dan pohon-pohonan yang paling teduh, hingga privasi benar-benar terjaga. Ada pool kecil, seperti whirlpool untuk merendam, dan ada gazebo yang berisi sipan tanpa matras. Selain dipan ada meja kecil untuk menempatkan makanan, minuman dan perlengkapan kecil yang lain. "Tempatnya nyaman ya Di", kataku. Adi cuma tersenyum, selanjutnya ia masuk ke kamar mandi. Keluar kamar mandi ia cuma kenakan celana pendek yang gombrong, ia ke arah gazebo sekalian bawa matrasnya. Matras ditempatkan di dipan dan ia tiduran sekalian buka coca cola kaleng dan meminum. "Mari Dea, pakai donk bikininya, ingin pakai daleman bikini kamu tidak apa", ajaknya. Saya selekasnya melepas baju luarku, tinggallah saya berbalut bra tipis mode ikatan dan g string yang tipis. Saya keluar ruangan ke arah gazebo. Adi membelalak menyaksikan panorama cantik yang dekatinya. "Dea kamu napsuin sekali", ucapnya. Saya duduk disampingnya, selekasnya saya diambilnya sampai terbujur disampingnya. Dan yang kurasakan selanjutnya ialah bibirnya langsung mencium bibirku dan melumat. Saya tergagap sebentar saat sebelum saya membalasnya lumatannya. Saya rasakan lidahnya menyelusup ke mulutku. Dan reflekku ialah menyedotnya. Lidahnya menari-nari di mulutku. Napsuku naik. Sekalian melumat, tangannya memasuki badanku. Selanjutnya kurasakan remasan jemari kasar pada toketku yang terbungkus bra tipis. Saya menggeliat. Menggelinjang-geliat sampai bokongku terangkut naik dari matras karena rasa nikmat yang hebat. Bibirnya melumatku, dan saya menyambutnya dengan penuh napsu. Dirangkulnya badanku, bibirnya lebih tekan kembali. Dihisapnya lidahku, juga sekaligus ludahku. Selanjutnya tangannya kembali meremasi ke-2 toketku, dan dilepaskan ikatan braku. Tukar bibirnyalah yang menjilat-jilati dan mengemut toket dan pentilku. Saya tidak sanggup meredam gelinjang ini, rintihan keluar mulutku. Tangannya turun untuk raih g stringku. Saya semakin tidak sanggup meredam napsu saat jari-jari kasar itu merabai bibir memekku di luar g string dan mengilik itilku..aku segera berasa melayang-layang karena kepuasan itu. Jarinya raih memekku lewat samping g stringku. Saya rasakan ujung jemari nya bermain di bibir memekku. Cairan memekku yang telah mengucur semenjak barusan jadi pelumas untuk mempermudah masuknya jari-jarinya ke memekku. Ia terus menggumuli badanku dan menyerobot ke ketiakku. Ia jilati dan sedoti ketiakku. Ia nikmati rintihan yang keluar bibirku. Ia kelihatannya ingin memberi suatu hal lainnya dari lainnya. Sementara jari-jarinya terus mengilik memekku. Dinding-dindingnya yang penuh saraf-saraf sensitif ia kutik-kutik, sampai saya terasanya kelenger kepuasan. Dan tidak tertahan kembali, cairan memekku mengucur dengan derasnya. Yang sebelumnya satu jemari, sekarang diikutikan kembali jemari yang lain. Kepuasan yang saya terimapun semakin bertambah. ia mengetahui tepat beberapa titik kekuranganku. Jari-jarinya ke arah pada G-spotku. Dan tidak sangsi kembali. Cukup dengan jilatan di ketiak dan kobokan jari-jari di memekku, ia sukses membuatku nyampe. Kepalanya kuraih dan kuremasi rambutnya. Kupeluk badannya erat-erat dan kuhunjamkan kukuku ke punggungnya. Narasi Seks Renyutan Memek Pahaku menjepit tangannya, sementara bokongku terangkut supaya jarinya lebih melesek ke memekku. Saya berteriak histeris. Kakiku melafalkanng meredam kedutan memekku yang memuntahkan cairan bening. Keringatku yang mengalir deras mengucur ke mataku, ke pipiku, kebibirku. Kusibakkan rambutku untuk kurangi gerahnya badanku. Saat sudah surut, kurasakan tangannya menyeka-usap rambutku yang basah sekalian meniup dengan penuh kasih-sayang. Ia eluskan tangannya, ia sisir rambutku dengan jari-jarinya. Udara dingin merasuki kepalaku. "Dea, kamu liar sekali dech. Istirahat dahulu yaa. Saya ambilkan minum dahulu", ia masuk kembali lagi ke pantri untuk mengambil minuman. Saya dihantarkan kaleng coca cola, dibukakan dan diberikan kepadaku. Selekasnya kuminum coca cola itu sampai habis. Sementara saya masih terbuai di dipan dan menarik napas panjang setelah nyampe barusan, ia terus menciumi dan ngusel-uselkan hidungnya ke perutku. Bahkan juga lidah dan bibirnya menjilat-jilati dan menyedoti keringatku. Tangannya tidak berhenti-hentinya merabai selangkanganku. Saya termenung. Saya perlu kembalikan staminaku. "Masih lelah Dea", bisiknya. "Tidak Di. Kembali narik napas saja. Barusan nikmat sekali yaa walau sebenarnya kamu belum apapun. Baru di utik-utik saja Dea telah kelabakkan", jawabku. Dengan jawabanku barusan dengan penuh semangat ia turun dari dipan. Ia lepasin sendiri celana pendeknya. saya benar-benar tergetar melihat badannya. Pundaknya sektor. Lengannya kekar, dengan otot-otot yang kuat. Perutnya tidak terlihat jadi membesar, rata dengan otot-otot perut yang kuat, seperti papan penggilasan. Bukit dadanya yang kuat, dengan 2 pentil besar kecoklat-coklatan, benar-benar melawan menanti gigitan dan jilatan. Penglihatanku terus melaju ke bawah. Dan yang paling membuatku kagum ialah kontolnya yang besar, panjang, keras sampai terlihat kepalanya berkilatan benar-benar melawan. Dengan sobekan lubang kencing yang besar, kontol itu mengundang untuk diremes, dikocak dan diemut. Setelah telanjang Ia menarik terlepas g stringku hingga saat ini kita berdua telah bertelanjang bundar. "Dea, jembut kamu lebat sekali, pantes kamu barusan jadi liar", ucapnya sekalian mengelus2 jembutku. "Bukanlah liar Di, itu namanya nikmati", jawabku. Saya menggerakkan badannya sampai terbujur di matras. Kontolnya yang keras kugelitik dengan rambutku. Selanjutnya kepala kontolnya kubasahi dengan ludahku. Kuratakan ludah dengan jariku. Ia menggelinjang kegelian. Secara halus kuusap semua permukaan kepala kontolnya yang besar, ia melenguh karena enaknya. Kugenggam pangkal kontolnya dan kepalanya yang basah mulai kujilati. Diujung kepalanya ada setitik cairan bening. Sekalian menjilat-jilati cairan bening itu, kontolnya kukocok naik turun. Berasa cukup asin. Dengan lidah kujilati leher dan kepala kontolnya, semua wilayah peka kujelajahi dengan lidah. Pada akhirnya kepalanya kuemut dan kukeluar masukan ke mulutku. Perutnya kuelus2, ia meremas2 rambutku. Saya terus menghisap kontolnya. kontol yang Besar, panjang, kepalanya yang bundar berkilatan. kepalaku dielus-elusnya. Dan ia menyibakkan rambutku supaya tidak menggangu keasikanku. dengan penuh semangat saya terus mengulum kontolnya. "Dea, nikmat sekali emutanmu", erangnya. "Kamu pintar sekali siihh". saya terus memompa secara halus. Berkali2 saya keluarkan kepala itu dari mulutku.. Saya menjilat-jilati tepi-tepinya.. Pada pangkal kepala ada jalur seperti cincin atau frame yang melingkari kepala itu. Dan sobekan lubang kencingnya kujilati mati-matian. "Dea, enaknya aah", kembali ia mengeluh.Ternyata ia tidak kuat dengan rangsanganku, saya diambilnya dari kontolnya, dibaringkannya dan kembali mulutnya ke arah memekku. Secara halus ia menjilat-jilati wilayah sekitar memekku, pahaku dikangkangkan agar ia gampang terhubung memekku. "Di…", tukar saya yang melenguh kenikmatan. Lidahnya semakin liar menelusuri memekku. Bibir memekku dikuakkan dengan jarinya dan kembali itilku sebagai target lidahnya. Saya semakin menggeliat tidak karuan. Napasku jadi tidak teratur, "Di.., Dea dientot donk", erangku. Dari memekku kembali membanjir cairan bening. Ia menjilat-jilati cairan itu. Tubuhnya kutarik, ia selekasnya tempatkan kontol besarnya di bibir memekku. Pelan2 ditempatkannya dikit demi sedikit, nikmat sekali rasanya bungkusukan kontol yang besar sekali. Ia mulai mengenjotkan kontolnya masuk keluar, mula2 perlahan dan lama-lama semakin cepat hingga dengan satu hentakan keras, kontolnya telah amblas semua di memekku, "Aah, Di", erangku kembali. Ia terus mengenjotkan kontolnya dengan keras dan cepat, hingga pada akhirnya memekku semakin berdenyut mencekram kontolnya dengan keras. "Di, terus yang cepat Di, Dea ingin nyampe, aah", erangku dengan liar. Ia terus mengenjotkan kontolnya sampai pada akhirnya, "Aah Di, Dea nyampe…", kembali saya berteriak. Ia hentikan enjotannya. Kembali saya dibelai2 dan bibirku diciumnya dengan mesra. "Di nikmat sekali dientot ama kamu, baru sesaat dienjot, Dea dah nyampe," kataku. Ia mengambil kontolnya dan meminta saya nungging Selekasnya ditancapkannya kembali kontolnya di memekku dari belakang. Pinggulku dipeganginya sekalian mengenjotkan kontolnya masuk keluar secara cepat, rasanya kontol panjangnya masuk lebih dalam kembali ke memekku, nikmat sekali rasanya. Ia ternyata ingin rasakan macem2 style ngentot, selekasnya ia terlentang dan meminta saya yang di atas. Saya menanamkan kontolnya dimemekku dan kuturunkan badanku hingga kontolnya kembali amblas di memekku. Saya emnggerakkan pinggulku naik turun dan dengan pergerakan memutar. Ia meremas2 toketku dan memlintir pentilku. Saya membungkukkan tubuhku hingga ia dapat mengemut pentilku, kadang-kadang digigitnya perlahan, saya menjerit2 karena enaknya. Narasi Seks Renyutan Memek "Dea, saya dah ingin ngecret, didalem bisa tidak", ucapnya sekalian terus meremes toketku. "Ngecretin didalem saja Di, agar lebih nikmat", jawabku sekalian terus menaik turunkan pinggulku mengocak kontolnya yang amblas di memekku. Saya kembali membungkuk, ini kali bibirnya kucium dengan garang. Ia memegang pinggangku. Pergerakan pinggulku semakin cepat, saya berasa akan nyampe kembali. Memekku berasa berdenyut2, "ia saya ingin nyampe , bersama ya Di", kataku terengah. Terus kugerakan pinggulku turun naik secara cepat sampai pada akhirnya pejunya muncrat menyemburkan2 di dalam memekku. Bertepatan dengan ngecretnya ia, aku juga nyampe kembali' "Di, enaknya..", erangku. Saya menelungkup lemas dibadannya, ia merengkuhku dan mengecup bibirku, sementara kontolnya masih nancap di memekku. "Di lemas sekali, tetapi enaknya hebat", kataku. "ini baru ronde pertama lo Dea", jawabannya. "Dea ingin kok kamu entotin sampai pagi", kataku. "Kita kedalem yok", ucapnya. Ia mendorongku bangun hingga kontolnya tercabut dari memekku. Kita selekasnya berpindah di dalam. Saya tiduran kecapekan diranjang. DIa tiduran disebelahku, sepertinya ia belum senang karena tangannya kembali meremas toketku. "Kamu seksi sekali ya Dea, toket kamu besar dan kencang. Jembut kamu lebat sekali, saya sukai ngentot ama yang jembutnya lebat. Mana memek kamu kencang sekali empotannya, saya ingin merasakan kembali ya Dea", ucapnya dan ia kembali mencium bibirku. Ia bangun dan selekasnya ke arah memekku, ia tahu titik kurang kuatku ada dimemekku. Lidahnya kembali menjilat-jilati memekku. Ujung lidahnya kembali menelusup masuk ke memekku. Rambutnya selekasnya kuremas2 dan kutekankan kepalanya agar lidahnya lebih masuk kembali ke memekku. Bokongku menggeliat naik keatas. Ia terus mengolah memekku, pahaku dipeganginya erat2 hingga saya susah untuk bergerak2, saya cuma dapat mendesah2 kepuasan. Ternyata desahanku menggairahkan napsunya hingga selekasnya ia melepas memekku dan naiki badanku. "Di, kamu kuat sekali sich. Baru saja ngecret sudah ingin masuk kembali", keluhku. Ia tidak menjawab. Digenggamnya kontolnya, ditujukan ke memekku. Saya menggeliat saat kepala pijakl yang bundar besar itu sentuh dan langsung menggerakkan bibir memekku. Kepala kontolnya menyingkap gerbang memekku. Memekku langsung mengisapnya, supaya semua tangkai kontol besar itu dapat disantapnya. Uuhh.. saya rasakan nikmat tekanan kontol yang hangat panas masuk memekku.Sesak. Penuh. Tidak ada ruangan dan sela yang masih ada. Kontol panas itu terus menekan masuk. Rahimku berasa disikat-sodoknya. Kontol itu pada akhirnya mentok di mulut rahimku. Selanjutnya ia mulai lakukan pemompaan. Diambilnya perlahan selanjutnya didorongnya. Diambilnya perlahan kembali dan kembali didorongnya. Demikian ia ulang-ulangi dengan frekwensi yang semakin kerap dan semakin cepat. Dan saya menyeimbangi secara reflek. Saat ia menarik kontolnya, bokongku menarik kecil sekalian sedikit ngebor. Dan saat ia menusukkan kontolnya, bokongku cepat jemputnya dibarengi goyangan igelnya. Begitu secara berturut-turut, makin lama semakin cepat.Toketku bergoncang-goncang, rambutku terburai, keringatku bersatu keringatnya mengucur dan berguguran di badan masing-masing, mataku dan matanya sama menyaksikan keatas dengan tersisa sedikit putih matanya. Narasi Seks Renyutan Memek Guncangan semakin cepat itu membuat tempat tidur kuat itu turut berderak-derak. "Dea, nikmat sekali dech memek kamu", ia melenguh. "Iya Di, kontol kamu nikmat sekali, Panjangg.. Uhh besar sekali." Status nikmat ini berjalan bermenit-menit. Kusaksikan badan kekar nya terlihat berkilatan karena keringatnya. keringatnya mengucur dari lehernya, langsung ke dada sektornya, dan pada akhirnya ke benjolan otot di perutnya. Dengan gaungs kumainkan pentilnya yang bekilatan itu. Kugigiti, kujilati, kuremas-remas. Lebih buas pergerakannya. Sikatan kontolnya lebih kuat di memekku dan tangannya meremes2 toketku. Pada akhirannya, sesudah demikian lama ia mengenjot memekku dan saya nyampe 2x secara berturut2, kontolnya berasa berdenyut keras dan kuat sekali.. Selanjutnya susul renyut-denyut selanjutnya. Pada tiap renyutan saya rasakan memekku kelihatannya disemprotkan air kawah yang panas. Pejunya kembali berulang-kali ngcret dalam memekku. Uhh.. Saya jadi lemas sekali. "Di, Dea lemas Di, tetapi nikmat sekali. Istirahat dahulu ya Di", kataku. Aku segera tergeletak di tempat tidur dan selang beberapa saat saya tertidur. Pagi hari. Saya terjaga karena ada kecupan di bibirku. Di luar sudah jelas. Ia sedang mencium bibirku. Saya menyongsong kecupannya, kayanya makan pagi pagiku ya dientot kembali. muka kami sama maju sama-sama berciuman dengan mesra dan hangat, sama-sama mengisap bibir, lalu lama-lama, entahlah siapakah yang mengawali, saya dan ia sama-sama mengisap lidah dan kecupan juga semakin panas dan bernafsu. Kecupan dan hisapan bersambung terus, sementara tangan nya mulai berpindah dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya secara halus. Darahku makin berhembus. Mataku terpejam. Kembali ia melepaskan bibirnya dari bibirku. Satu tangannya masih membelai pahaku, aku juga terbujur pasrah nikmati belaiannya, sementara dia sendiri membaringkan badannya miring di sisiku. Ia mencium bibirku kembali, yang langsung kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Kemungkinan waktu itu nafsuku makin menggelegak karena tangannya yang mulai berpindah dari pahaku ke selangkanganku, membelai memekku. "Mmhh.. Di" desahku disela2 kecupan panas kami. Dari mencium bibirku, lidahnya mulai beralih ke telinga dan leherku, dan balik lagi ke bibir dan lidahku.Bermainnya yang halus dan tidak tergesa- gesa ini membuatku kepancing jadi makin bernapsu, hingga kemudian dia mulai mainkan tangannya meraba2 toketku, pentilku yang waktu itu telah tegak mengacungkan digesek2nya. Diciuminya toketku, selanjutnya mulai menjilat-jilati pentilku. "Ooohh.. sshh.. aachh.. Di.." desahku langsung terlempar tidak tertahan demikian lidahnya yang basah dan kasar menggesek pentilku yang dirasa benar-benar sensitif. Ia menjilat-jilati dan mengisap toket dan pentilku di antara desah dan rintihku yang paling nikmati gelombang rangsangannya. Ia melepaskan pentilku lalu bangun berlutut mengangkangi betisku, dan memulai menciumi pahaku. Narasi Seks Renyutan Memek Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar mengantarkan rangsangan luar biasa yang menyebar ke semua badanku pada tiap sentuhannya di pahaku. Apa lagi saat lidahnya memikat selangkanganku dengan jilatannya yang kadang-kadang menyikat bibir memekku. Yang dapat kulakukan cuma mendesah dan mendesah pasrah menantang pergolakan napsu. Ia mengubah jilatannya kejembutku yang sudah demikian basah penuh lendir memekku. "Di.. ohh.." lenguhku. Lidahnya melahap vaginaku dari bawah sampai ke atas, sentuh itilku.
ABG Bokep Indo Masturbasi Panlok Bispak
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo