Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Bokep Barat Adik Cantik Baru Bangun Udah ku Kentot
-
a week ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Terjaga saya dengar mbak Yana menceritakan bising dengan musuh bicaranya di handphone sekalian duduk di meja dandan kamarnya. Ku lirik jam pada dinding kamar ini yang kelihatan kabur jarumnya, menunjuk angka 9 dan 10. Memiliki arti sampai dekati nyaris larut malam saya sudah istirahat di kamar mbak Yana.Bergerak mengusung selimut saya berubah ke kiri ke kamar mandi dalam kamarnya sekalian melihat kanan kiri cari celana dalamku. kutemukan terkapar di dekat bangku kecil yang digunakan duduk Mbak Yana, kubiarkan badanku berdiri melanjutkan langkah kaki ke kamar mandi.Kuraih sabun mandi dan shampoo di wastafel, saya bergerak ke bathup di ujung kamar mandi. Kuputar keran dingin dan panas, kucari gabungan air hangat yang akan kupakai merendam. Ahg, memang air hangat itu terasanya memijat kakiku, dan kubiarkan diriku pelan-pelan tenggelam sampai leherku. Dari sela pintu yang 1/2 tertutup itu saya dengar mbak Yana masih menceritakan hebat adegan di ranjang yang dinikmatinya bersamaku barusan sore, setelah minum ramuan manfaatnya yang menghidupkan energiku sore barusan. Kubiarkan tubuhku terima kehangatan air hangat keran kamar mandi sekalian bertumpu kupejamkan mata.Sesudah lama tidak kedengar kembali suara mbak Yana, saya hentikan usapan sabun di badanku dan usaha berdiri ke arah pintu tempat handuk tergantung. Bertepatan dengan itu Kedengar pintu kamar terbuka. Dari sela pintu kamar mandi, dari kaca dandan di kamar saya menyaksikan terang pembantu mbak Yana sang Yasmin masuk ke sekalian bawa kain bersih di nampan bersama teh hangat dan kue kecil bersusun dalam piring.Saat bersihkan tempat tidur, dari ujung seberangku sampai berputar-putar dekati kamar mandi, saya sudah kering mengusap basah badanku, yang kulilit handuk sepinggang. Saat membungkuk membenarkan seprei tempat tidur sekalian membelakangiku, perlahan-lahan saya keluar kamar mandi dan merengkuhnya dari belakang.- Aih! pekiknya kecil kaget.Masih membungkuk, kuremas dada dan perutnya dalam dekapanku, kuarahkan ia memandang cermin meja dandan, yang kelihatan terang belahan dadanya tersembul dibalik dasternya yang sedikit ketat. baju remaja saat ini memang sexy, membuatku suka memandang panorama cantik di cermin. Yasmin yang meronta berusha berdiri dan melepaskan tanganku mulai mengernyitkan dahi pertanda risi. - Nyonyamu mana sayang ? tanyaku - Errhh!! Keluar ke temannya, ada yang ingin berjumpa degnannya di wilayah mall. - Uhhh!! Tolong bebaskan mas pintanya memelas - Hmm, terus teh ini untuk siapa Yasmin ? - Untuk mas, sama sesuai pesan nyonya barusan. - Apa pesannya ? sekalian menggerayangi badan remajanya yang kuat ini, saya mengarahkannya ke meja dandan. - Untuk layani mas saat sebelum nyonya tiba. Aarhh!!Pekiknya saat tangan kiriku yang memgang perutnya mulai turun ke bawah. Kuraih pangkal pahanya yang rapat tertutup pahanya, kuremas buah dadanya dari belakang, sekalian kugesek gesekan pusakaku pada bokong atau punggungnya, sekenanya. tangannya usaha meraih pinggiran meja dandan, bangku dandan atau karpet bulu-bulu di kamar, usaha menyokong badannya supaya tidak jatuh.- Yah layani saya donk Yasmin saya kan ingin kau melakukan - Arrh!! pekik Yasmin,saat kupegang pergelangan tangannya, kuputar tubuhnya menghadapku, yang secara cepat menarik ke atas dasternya tutup muka dan meredam tangannya di atas. Kutarik kebawah secara cepat celana dalamnya dan saat membungkuk selekasnya kuraih bra yang tutup dada ranumnya.Kulepaskan bra dan celana dalamnya, menunjukkan badannya yang ramping cantik masa2 remajanya. mukanya masih tertutup daster yang usaha diambilnya keluar. Kubantu Yasmin melepaskan dasternya, sampai kelihatan saat ini dia menggigit bibir bawahnya sekalian memelas mukanya menatapku- Tidak boleh mas.. ampun mas - Jadi kau tidak ingin melayaniku ? kubiarkan diriku duduk pada tempat tidur. - Tidak boleh layani ini mas kelak sakit mas - Tetapi ada enaknya kan ?Yasmin tidak menjawab. Dia tutupi ke-2 buah dadanya dengan silangkan tangannya, tutup kuat pangkal pahanya dengan rapatkan lututnya kesamping 1/2 ditekuk. Wao! kelihatan cantik nian dilihat wujud dan gaya yang sudah dilakukan Yasmin di depanku.- Yasmin sayang, coba kau menikmatinya dengan hati terbuka, tulus. - Kamu justru akan rasakan rasa nikmat yang berbeda dengan usaha penolakanmu. rayukuYasmin diam saja.- Jika mbak Yana suka dengan servismu padaku, tentu saja sikap mbak Yana akan baik padamu kan ? - Kemarilah Yasmin sayang kataku perlahan-lahan sekalian berdiri. - Kamu elok kuarahkan mukaku ke mukanya dan memulai mencium pipi, ke telinga langsung ke leher. - Kamu gadis sexy Yasmin. kulitmu bagus kuhisap pundaknya, turun ke bawah di depan.Mulai berasa pangkal buah dadanya mengeras, bergetar halus saat tanganku ajak pergelangan tangannya menjauh darinya. Kubenamkan mulutku, mengisap dan mnggigit dada ranum kenyal, ketat punya Yasmin. Yasmin diam saja, masih menggigit bibir bawahnya, mulai menunduk dengan mata terpejam, terkulai ke kanan.Kupeluk badan rampingnya, Kuremas ke-2 bokongnya, Kulebarkan pahanya. Kulakukan remasan sepanjang beberapa saat hingga kemudian kupeluk kuat dan kubaringkan ke karpet bulu-bulu di kamar mbak Yana ini.Masih terpejam mata Yasmin, bibirnya 1/2 terbuka, ke-2 tangannya dekap kepalaku. Kutindih tubuhnya, kubuka kakinya lebar2 dengan usaha kakiku, kugesekkan perlahan-lahan handuk yang membuat perlindungan pusakaku ke pangkal pahanya. Kakinya terbuka secara suka-rela, tertekuk lututnya.Napasnya tersengal saat pusakaku yang mulai mengeras tekan pangkal pahanya. Yasmin meremas tangannya di kepalaku saat badanku menggerakkan mundur-maju dan tekan ke bawah. Mendesah dan mengeluh sekalian menggoyahkan tubuhnya cari irama yang diinginnya.Tidak berasa lama kami sama-sama memagut, tekan dan dekap pasangannya masing, sampai mulai berasa hangat pusakaku sentuh badannya. Handukku sudah lepas. Sedikit mengusung panggul saya arahkan kepala pusakaku ketengah pangkal paha Yasmin. Yasmin diam tidak bereaksi menanti saat2 itu datang. Kepalaku didekap kuat sekalian mengerang- ERrrgh!!Saat kepala pusakaku mulai tempati status yang cocok pada punya Yasmin. Selekasnya kudorong badanku sekalian tekan membuat buka mulut, tetapi tidak berusara. Matanya terpejam dan terbuka sebentar, berganti-gantian, selaras dengan goyangannya menyeimbangi dorongan dan tekananku. Beberapa saat kemudian- AAARRRGH!! pekiknya keras, pendek, dan lebar terbuka mata dan mulutnyaSambil berkelojotan, bergoyang dan bergetar semua badannya menekan rapat pingggangku. Pahanya yang kuat menjepitku saat ini diringi gemetaran semua dadanya. Selanjutnya Yasmin diam, pejamkan mata, masih berair ujung kelopak matanya, tetapi sedikit tersenyum Yasmin masih mengelus kepalaku.- Nikmat kan sayang ?? bisikku di telinganya, tanpa hentikan pergerakanku.Tetap dengan irama yang serupa saya saat ini duduk berlutut dihadapnnya, buka lebar kakinya dengan keuda tanganku di betisnya yang kuangkat ke atas. Tangannya saat ini mencekram bangku dandan dan karpet bulu-bulu di satu diantaranya.Kepalanya masih terkulai ke kanan, menggangguk-angguk. sekalian tekan bibir bawah dia mulai mendesah kembali. Pintu kamar terbuka di luar!! Kuangkat kepalaku dan mbak Yana masuk. sekalian memandang kami dia tersenyum kecil, menempatkan pantantnya di kasur, melepas sepatu tingginya.DI pintu, masuk kembali seorang wanita tinggi, lebih muda dari mbak Yana dengan kurus panjang mukanya serupa gadis photo mode. Pakaiannya yang terlilit diujung bawahnya menunjukkan branya yang gelap membuntel dadanya yang kuat. Rok jeans sepaha yang dikenainya kelihatan sangat benar-benar sexy membuntel pahanya yang putih.Lalu masuk kembali seorang wanita pendek dengan badan yang sedikit lebar dari mbak Yana, tapi mempunyai buah dada yang teramat besar. Pakaian putihnya lempeng membuntel tutupi wujud badannya yang sedikit lebar itu, tidak bisa sembunyikan besar dada di depannya.- Sayang, ini Jane dan yang pakaian putih ini Henni. yang selanjutnya mengatakan namaku ke mereka - Yang di bawah tu sang Yasmin, masih perawan ia barusan pagi. senyumannya ke temannya.Saya tidak hentikan pergerakanku, masih nikmati renyutan dalam lubang Yasmin yang saat ini turut melihat ke mereka. Kebingungan dia harus melakukan perbuatan apa sementara badanku masih menggerakkan masuk keluar pusakaku ke lubang kepunyaannya.Mbak Yana keluar kamar sekalian menepuk bahu Jane- Ayolah kalau kau inginkannya. - Yok Ndut, kita ke dapur dahulu. mengajak Mbak Yana ke Henni.Kusaksikan Jane mulai melepas perhiasannya, menempatkan dalam tasnya. Buka kancing bra dan ikatan pakaiannya, menempatkannya di bangku dandan sekalian merapat kearahku. Kusaksikan Terang buah dadanya bagus membubung, ujungnya lancip membuatku ingin mengisapnya. Sedikit membungkuk dia turunkan rok jeans yang sudah terbuka resletingnya. celana dalam coklat gelap dengan bordir cantik menambahkan cantik wujud lekukan bawah pusar sang Jane.- Mas kata Jane perlahan-lahan sekalian dekatkan mukanya menciumi punggungku yang bergoyang memiliki irama.Jane merengkuhku dari belakang, dan mengesekkan badannya pada punggungku, kurasakan dadanya yang kenyal dan ketat itu tekan punggungku. Selanjutnya dia bangun sedikit berdiri, tempelkan perutnya ke punggungku. Kurebahkan miring sang Yasmin di bawah, kakinya kanannya kusilangkan dengan kaki kirinya, pahanya sedikit mendekat, pangkal pahanya seditkit lebih menjepit kuat punyau. Yasmin mendesah, ini kali meremas karpet disampingnya erat2, selanjutnya sekalian rapatkan bibir dia melafalkanng.Tanganku yang menggenggam kakinya berasa getaran kejang2 cepat yang selanjutnya stop, tetapi dengan otot2 badan yang melafalkanng. tubuhnya 1/2 tertekuk ke samping, lubangnya berasa lebih sempit dari sebelummnya waktu itu.Selanjutnya dia diam tidak bergerak, dengan masih rebah miring dan kaki terangkut satu. Dia tidak bergerak, diam lemas tetapi tetap mencekram karpet bulu-bulu.Dari barusan badanku masih tetap bergoyang dengan irama yang serupa tekan di depan dan ke bawah.Saya tidak menyaksikan perlawanan kembali. Tetapi lubang punya Yasmin itu saya masih sukai memprosesnya dengan pusakaku. Tidak sesempit sebentar barusan, tetapi tetap berasa menjepit dan berdenyut saat saya hentikan sesaat pergerakanku.Jane yang tanganya telah gatal sudah mengawali meremas dadanya sendiri, melihat kelojotan dan kejangan Yasmin di hadapannya. Sekalian raih pergelangan tangan kiriku, dia memberikan kemaluannya, tempelkan tangannya di sana sekalian menggesekan badannya ke tanganku. Sedikit kujepit dengan ibu jemari dan telunjukku, kubuat celana dalam Jane turun sedikit ke bawah.Dari samping selanjutnya merengkuhku, duduk di paha kiriku, menghadapku. Buka pahanya lebar2 dan memasukkan pangkalnya ke pahaku. Dicondongkannya badan bawahnya sampai lebih melekat, menggesekkan kemaluannya ke pahaku. Selanjutnya menggesek ke-2 dadanya di pundak kiriku, turun naik.Kulepaskan sang Yasmin yang termenung di lantai, kuajak berdiri sesaat sang Jane, selanjutnya ajaknya duduk di bangku dandan. Kutarik terlepas celana dalamnya, badan Jane yang aduhai ini sudah duduk di bangku dandan dengan lebar terbuka pahanya.Selekasnya kudorong bertumpu ke meja dandan, dia menyokong sikunya. Pangkal pahanya dicondongkan ke arahku, menunjukkan wujud kemaluannya yang terselimut bulu-bulu tebal dari bawah pusar sampai sekitar pangkal kakinya. kakinya dibuka sebegitu lebar sampai ke-2 tanganku bisa buka belahan bawah Jane dan memijitnya perlahan-lahan.- UUUhhggghh Menjadi kecil mulut Jane di depan, melenguh melepas napas.Kumasukkan pusakaku ke punya Jane, kulakukan pergerakan mundur-maju dengan irama perlahan-lahan. Berasa masih kering lubang Jane, hingga masih berasa dinding pusakaku menggesek lubang Jane saat usaha masuk.Jane tersenyum nakal. dan memulai menggoyahkan turun naik bawah perutnya, membuatku makin semangat tekan badannya. Kupercepat pergerakanku. ku tidak perduli bila saya capai pucukku sesaat lagi. Tetapi bingungnya, hati santai di kepalaku dan napas teratur punyau seperti justru membuatku tidak sampai2 pada ujung nikmatku.Telah tegang pusakaku bersama sang Yasmin, Telah bersinggungan di lubang sempit kepunyaannya berkali-kali. Ini kali dengan Jane, lubang keringnya yang menggigit dinding pusakaku, tidak mampu melepas energi yang kutunggu dari barusan. Bingung ku sepintas.Tetapi dorongan2 dan penekanan tajam, cepat dan berulang-ulang ke Jane membuat lubangnya mulai basah juga. Secara cepat dia merengkuh kepalaku, pahanya dengan cepat dan cepat merengkuh pinggangku, hingga membuatku bangun, menggendongnya, dan menggerakkan lubang di bawah tubuhnya dalam-dalam.- AArghhh!! nikmat masBadan Jane bergoyang dalam gendonganku. Terkadang turun naik, terkadang mundur-maju, sekalian terus menjepit kepalaku dengan tangan, dan pinggangku dengan kakinya. Kuajak dia jalan keliling kamar mbak Yana. Mendesah sang Jane bergoyang bokongnya tergerak pahaku yang mengambil langkah maju berganti-gantian.Makin kuat genggamn Jane, dan makin memburur napasnya. Kubuka handle pintu kamar mbak Yana, kubuka pintunya, kuberjalan ke ruangan tengah sekalian menggendong Jane yang bergoyang goyang cari kesukaannya.Kusaksikan Mbak Yana di muka tv ruangan tengah, menyaksikan film porno asia, pemerkosaan gadis sekolah jepang di tv monitor lebarnya. Kusaksikan mbak Yana memandang monitor sekalian menerawang matanya. Pakainnya sudah kebawah, tinggal bra di dadanya yang sedikit merosot , pertanda kancing belakangnya sudah lepas.Kusaksikan kebawah, kaki mbak Yana bergoyang-goyang mengapit kepala sang Henni yang mengulum lekukan bawah badan mbak Yana. Sekalian bertumpu dan melirik kami, mbak Yana memasukkan kepala Henni dalam2. Mulut mbak Yana terbuka, 1/2 bergoyang dia melambai-lambai kearahku. Ajakku merapat.Jane yang kugendong lebih memperkuat genggamannya saat kulewati tv itu, membuat Jane menyaksikan dan dengar terang pekikan, erangan dan tangisan keras gadis sekolah yang terpajang di tv, dikerjai oleh sang pria dewasa. Jane percepat ayunannya dan kusaksikan matanya melotot menyaksikan tv, memperkuat capitannya, merintih-rintih kemudian- ARrrghhhh!! AAAHhHHHHHHhhhhBadannya bergunjang dalam gendonganku, bergetar dan melafalkanng sebentar. Selanjutnya melapaskan tangan dan kakinya, akan turun. Kubiarkan dia melorot ke bawah, ke lantai berselimut bulu-bulu tebal itu. Dia terbujur miring sekalian tersenyum padaku.Mbak Yana terpejam dan terbuka matanya berganti-gantian, nikmati sapuan lidah dan hisapan sang Henni yang 1/2 telanjang tiduran di bawah. Kutarik meja ke tepi meluaskan ruangan tengah ini, kutarik bangku sofa kecil ke mereka berdua.Kuangkat gaun putih sisi bawah punya Henni. gaunnya di tengah-tengah badannya saat ini tergantung, karena sisi atasnya telah lepas semua sampai pinggang. Tidak kusaksikan celana dalam sang Henni di tubuhnya.Coba kuangkat sedikit pahanya, ajaknya bertumpu tengkurap di bangku yang kusiapkan. Masih melumat punya mbak Yana, sang Henni mulai melirik ke arahku. Kubuka sedikit pahanya, yang dilanjutkan dengan upayanya sendiri buka lebar2 dan sedikit menungging sisi bawahnya. merangarahkannya kepadaku.Ah, selekasnya kusiapkan pusakaku ganti lubang sekarang ini. Kumasukan perlahan-lahan. sempit. Henni menjerit kecil dalam benaman pangkal paha mbak Yana. Perlahan-lahan kumasukan pusakaku yang basah ini masuk lubang Henni. Wanita ini gendut, hingga membuat lubangnya sempit, atau dia jarang-jarang melalukan hingga berasa sempit ?Perlahan-lahan tetapi tentu, pusakaku telah dalam lubang Henni. kukoyak kesamping, kedorong ke depan, kebenamkan dalam-dalam ke bawah, kugoyang kesemua arah. Saya suka dinding pusakaku terpijit renyutan ruangan dalam Henni.- Ah!! pekiknya ketahanLubang Henni, nyaris sesempit lubang Yasmin. Tetapi ini kali dia memijit pusakaku dalam, membuat berlainan dengan punya sang Yasmin. Kudorong terus sang Henni, aku ingin terus raih kesan di pijitan di ruangan dalam kepunyaannya.Tidak beberapa lama, saya mulai gemetaran, kupercepat pergerakanku, kuperhatikan mbak Yana yang terpejam matanya, telentang lemas, Henni yang tidak mengulum kemaluan mbak Yana, mulai tersengal-sengal, tengkurap di bangku kecil. Tubuhnya sedikit bergoyang sekalian terus rapatkan bokongnya, usaha keras menjepit pusakaku saat berlaga di lubangnya. Kurasakan sang Henni ini yang paling mahir dari mereka.Dengan meremas bokongnya, kubenamkan dalam2 pusakaku ke lubang Henni, menegang paha dan lututku, keluarkan cairan hangat yang kutunggu dari barusan. Lusuhpai pucuk nikmatku dengan wanita sintal tetapi mahir ini. Kusaksikan dia tersenyum melihat kepadaku, tersengal-sengal biarkan lubangnya kesiram air hangat dari dalam badanku.Sebentar sekalian melempengkan kaki, terduduk di bawah bertumpu sofa, saya berasa ada yang aneh saat kuperhatikan pusakaku masih bediri tegak. Saya telah percaya capai pucuk nikmat saat bersama Henni barusan, tetapi pusakaku belum bergerak melingkar lemas kebawah.Kupegang, masih tegang dan kuat. Kuteguk cangkir minuman disampingku, kurasakan hangat tehnya, sekalian tutup mata dan menyandar kepalaku ke sofa saya istirahat pejamkan mata.1/2 sadar saya rasakan berat beban mendidihhku, bertepatan terjepitnya pusakaku di dalam lubang bawah wanita. Kurasakan semua pergerakan ayunan dan goyangan cepat berjalan lama di atasku bertepatan dengan pekik panjang suara sang Henni.Tidak lama sesudah mengusung tubuhnya, kembali saya terhimpit berat badan wanita yang memasukkan pusakaku ke lubang lubang wanitanya. Kudengar suara mbak Yana saat ini terengah dan menjerit terus-terusan. Mulai kudengar juga suara Jane turut ketawa perlahan-lahan dan berganti-gantian menindih badanku sekalian menggoyahkan pangkal pahanya cari kepuasan. Mereka terus lakukan secara berganti-gantian.Pada akhirnya tidak kedengar suara dan pergerakan kembali Kubuka mataku dan menyaksikan mereka bertiga tertidur di karpet, semua dengan telanjang bundar. Kucoba bangun, rasakan tenagaku mulai sembuh, saya bergerak perlahan-lahan ke kamar mbak Yana, sekalian memerhatikan pusakaku yang masih berdiri tegak. Saya masih terpikir Yasmin, remaja belasan tahun yang masih ingin kujamah dan memproses badan molek kencangnya bersama lubang kepuasannya yang sempit.
ABG Anak SMA Anak SMP Anak Sekolah Panlok Creampie Bokep Barat Cantik
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo