Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Bokep Viral Tiktok Hijab Bocah SMP Colmek di Toilet
386
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Dengan cuaca yang mendung dan dingin dalam kamarku saya bangun dan ingin ke arah kekamar mandi, dan saya masih rasakan getaran tarangan majikannku yang membekas di bahuku benar-benar nikmat di pijit sama majikan baru ini kali seumur hidupku badanku disentuh oleh lelaki. Saat sebelum kecerita kenalkan namaku Lisa umurku saat ii 19 tahun saya anak terakhirdati 6 saudara dan keseluruhnya ialah wanita, kakaku yang 3 dan 4 mereka sama jadi pembantu rumah tangga , telah satu tahun ini saya bekerja di dalam rumah majikanku yang masih terbilang muda baru memiliki anak 1 berusia tiga tahun. Majikan wanitaku yang kupanggil ibu ialah seorang karyawati, sedang majikan lelakiku seorang karyawan negeri sebuah lembaga pemerintahan. Kehidupan di rumah tangga majikanku bisa disebutkan serasi, itu yang membuatku betah tinggal dengan mereka. Ibu majikan seorang wanita yang bagus, begitu halnya suaminya. Hari Sabtu di mana ibu bekerja, sedang bapak tiap Sabtu dan Minggu liburan. Di tempat tinggal bapak, saya dan anaknya. Saya berasa tidak nikmat tubuh semenjak hujan-hujanan tempo hari waktu saya ke pasar. walau sebenarnya malam harinya saya telah minum obat, tapi sampai pagi ini hari saya berasa sakit disekujur badan. Walaupun demikian masih tetap kupaksakan diri untuk bekerja, karena telah kewajibanku setiap hari dalam keluarga ini. Sesudah anaknya tidur, kurebahkan diriku di kamar. Cuaca mendung bulan November, 1/2 terpejam sayup-sayup kudengar bapak panggil namaku, tapi karena tubuh ini berasa berat, saya tidak mampu untuk bangun, sampai bapak tiba ke kamarku. Bapak kaget menyaksikan keadaanku, didekatinya saya dan duduk di pinggir tempat tidur. Saya usaha untuk bangun walaupun kepala ini ibarat dibebani beberapa ribu batu, mendadak tangan bapak sentuh dahiku selanjutnya merangkul bahuku untuk mintaku berbaring kembali. Agen Judi Bapak ngomong jika badanku demam, selanjutnya ia memijit keningku, mataku terpejam Lisamati pijitan itu, berasa sakit di kepala dan lemas sekujur badanku. Sesudah sesaat bapak menyuruhku untuk tengkurap, aku juga menurutinya. Kuraskana kain bajuku disingkap ke atas oleh bapak, selanjutnya tali pengait behaku dicopotnyanya. Saya kaget, tapi karena lemas saya pasrah saja, kurasakan pijitan bapak dipunggungku. Disinlah awalnya fenomena itu terjadi. Meskipun keadaan demam, tapi hati itu tetap kurasakan, demikian hangat, demikian damai, demikian takut dan pada akhirnya sangat nikmat, mata kupejamkan sekalian Lisamati pijatan bapak. Usia bapak telah tigapuluhan dan kuakui jika bapak memiliki muka yang tahan lama muda. Ketika saya rasakan pijitan bapak, mendadak kurasakan resluiting celana pendekku ada di belakang di turunkan oleh bapak. Saya ingin berontak dan mengubah tubuh, tapi ditampik oleh bapak dengan menjelaskan jika sisi bawahpun harus dipijat, pada akhirnya saya mengalah walaupun dibarengi rasa malu saat bapak menyaksikan bokongku. Jujur, yang berada di dalam benakku tidak ada prasangka lain selainnya saya dipijit bapak. Sesudah cukup lama, bapak mengakhiri pijitannya dan saya dikasih kembali obat demam yang selekasnya kuminum, bapak selanjutnya tinggalkan kamarku. Narasi Seks Di Nodai Saat sebelum tidur kuputuskan ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sama seperti yang sudah saya katakan di atas, jika celana dalamku basah, dan rupanya bukan pipis. Saya raba dan rasakan rupanya berlendir dan cukup lekat, saya tidak paham jalinan basah ini dengan pijatan bapak barusan. Saya tidak sanggup berpikiran jauh, sesudah dari kamar mandi, kuputuskan untuk tidur di kamar. Sore hari gerimis turun, saat saya tidur, tadi siang ibu majikan dan anaknya pergi kerumah kerabat dan bermalam di situ karena ada acara, sementara bapak tinggal di dalam rumah karena esok Minggu ada acara di komplek. Sesudah sesiang barusan saya tidur, kurasakan badanku cukup mendingan, karena mungkin dampak obat turun demam yang saya minum barusan, hingga saya berani untuk mandi walaupun sama air hangat. Usai mandi kedengar suara bapak dari ruangan TV panggil namaku, saya segera ke sana. Bapak bertanya kondisiku yang kujawab telah baikan. selanjutnya bapak menyuruhku membikinkan teh hangat buatnya. Teh kubuat dan kuhidangkan di meja depan bapak, selanjutnya bapak menyuruhku duduk di bawah depan tempat duduk bapak, kuturuti perintahnya. Rupanya bapak sedang Lisamati TV, selanjutnya bapak menggenggam bahuu dan memijit pelan-pelan dan menanyakan apa pijitannya nikmat, kujawab nikmat sekali sambil tersenyum, sambil masih tetap memijat bahuku kami berdua membisu sekalian melihat TV. Agen Judi Makin lama hati aneh itu menyebar kembali, saya rasakan suatu hal lainnya, yang ku tidak memahami hati apa ini, kurasakan sekujur bulu-bulu badanku mermang. Mendadak kurasakan embusan napas dari sisi leherku, saya melirik, rupanya muka bapak sudah tiba di leherku, saya rasakan getaran-getaran aneh yang menyebar keseluruh badanku, saya tidak berontak, saya takut, tapi getaran-getaran aneh itu kurasakan sangat nikmat sampai tanpa kusadari kumirngkan kepalaku seolah memberikan kelonggaran bapak untuk mencmbunyanya. Tidak berasa saya pejamkan mata dan Lisamati tiap usapan bibir dan lidah bapak di leherku. Getaran itu sekarang menyebar dari leher turun terus ke bawah, yang kurasakan badanku melayang-layang, tidak memiliki beban, berasa enteng sekali seakan terbang. Otakku seolah buntet, tidak bisa berpikir tenang, yang kutahu saya ikuti saja karena pengalaman ini tidak pernah saya rasakan sepanjang umur, di antara takut dan nikmat. Tangan bapak masih memijat bahuku sementara ia masih mencumbui leherku, selang beberapa saat kurasakan tangan itu raih kancing pakaian depanku dan membuka satu-satu di atas ke bawah. Sesudah semua kancing bajuku lepas, kembali tangan bapak memijat bahuku, semuanya saya rasakan dengan melayang, perlahan-lahan tetapi tentu ke-2 tangan bapak sentuh ke dua payudaraku, saya terkejut. Ke-2 tanganku lalu menggenggam tangan bapak, bapak membisikkan agar saya Lisamati saja pijitannya, tanganku pada akhirnya lepas dari tangan bapak. Kembali lagi kurasakan suatu hal getaran aneh, cuma getaran ini lebih hebat dari yang pertama, payu daraku diremas persisnya dibanding dipijit, walaupun masih menggunakan bh. Selanjutnya tangan bapak kembali kepundakku, rupanya di turunkannya tali bhku, pelan-pelan di turunkan hanya lengan, sementara kecupan bapak masih di leher, terkadang leher kiri, terkadang leher kanan. Saya melayang-layang luar biasa, di mana ke-2 tangan bapak raih payudaraku dari sisi atas turun ke bawah, sesampainya di putingku remasan beralih menjadi pilinan dengan jemari, saya sempat buka mata, tapi cuma sebentar, getaran aneh beralih menjadi sengatan. Sengatan kepuasan yang baru ini kualami, dipilin-pilinnya ke-2 putingku, tidak sadar ku mengeluarkan desahan perlahan. Secara tidak kusengaja, tangan kiriku meraba celana dalamku sendiri, kurasakan gatal di sekitar kemaluaku, rupanya kemaluanku basah, saya tersentak dan melawan. Narasi Seks Di Nodai Bapak terkejut, selanjutnya bertanya ada apakah, saya menunduk malu. Sesudah dipaksa saya menjawab malu, jika saya ngompol. Bapak tersenyum dan berbicara jika itu bukan ompol, lalu bapak berdiri dan menuntunku duduk di sofa. Bapak bertanya padaku, yang kujawab jika ini pengalamanku yang pertama, selanjutnya bapak menjelaskan ingin memberikan pengalaman seterusnya dengan catatan agar saya tidak bercerita pengalaman ini pada siapapun. Saya cuma menggangguk dan menunduk, tidak berani kutatap mata bapak karena malu. Di luar hari telah ganti malam, gerimis juga beralih menjadi hujan, tapi aneh, udara di ruangan TV beralih menjadi hangat, apa ini cuma hatiku saja? Sementara saya duduk di sofa, bapak justru jongkok di depanku. Saya rikuh dan tundukkan kepalaku. Mendadak bapak maju ke arah payu daraku dan menciuminya, seperti bayi menetek ibunya. Saya berbicara malu, tapi di jawab bapak untuk Lisamati saja. Sengatan itu kembali serangku saat kecupan bapak beralih menjadi jilatan dan kuluman di putingku, saya kembali terpejam dan mengeluh, tidak kusadari tanganku ada di kepala bapak, mengelus dan sedikit menjambak rambut bapak. Saya tidak kuat menyokong badanku, perlahan-lahan dan tentu badanku jatuh di sofa, bapak membenarkan statusku hingga berbaring disofa. Selanjutnya jilatan bapak bersambung diperutku, sementara tangan kiri bapak di payudaraku, tangan kanan meraba dari betis naik ke paha dan membuka rok yang kukenakan. Saya telah kehabisan akal sehat, cuma dapat diam dan Lisamati tiap jilatan dan elusan bapak. Saya kaget di saat jilatan bapak sampai ke celana dalamku, saya menjelaskan jika itu kotor dan pesing, tapi dengan sabarnya bapak menentramkanku untuk tetap Menikmatinya. Saya cuma termenung dan pasrah, antara takut dan malu dan rasa nikmat yang tidak kuduga awalnya. Perlahan-lahan bapak buka rok dan melepas celana dalamku dan menciumi rambut kemaluanku. Takut bersatu geli kacau dalam dadaku, kurapatkan ke-2 pahaku meredam geli, tapi fenomena terjadi kembali, lama-lama tanpa kusadari ke-2 pahaku buka dan makin lebar. Status ini mempermudah bapak untuk mencumbu lebih dalam. Datang pada sisi tengah atas kemaluanku, kurasakan ujung lidah bapak menusuk yang lebih hebat kembali, tanpa kusadari kunaikkan bokongku ke atas ke bawah, saya meracau tidak karuan, sulit kulukiskan dengan kalimat hati ini. Kurasakan dunia gelap dan berputar-putar, sayup-sayup kudengar suara kecipakan disekitaran selangkanganku, sampai ada satu tekanan dari dalam kemaluanku, tekanan itu tidak bisa kutahan, suatu hal yang hendak meletus keluar, seperti jika ingin pipis, tapi ini lebih dari itu. Tanganku tidak bisa kukendalikan, kujambak rambut bapak sekalian tekan kepalanya pada kemaluanku. Saya naik, mengjan. meredam, meracau, mendadak suatu hal itu keluar dalam kemaluanku, kemaluanku basah… bahkan juga banjir… kurasakan saya ngompol…Agen Judi Kemudian badanku lemas, keringat banjiri badanku, tulang-tulangku berasa terlepas dari tempatnya… hati apa ini? di antara nikmat… kepingin pipis… dan lemas Kusaksikan bapak tersenyum dan mengelus rambutku, bapak bertanya apa yang saya rasakan. Kubalas dengan tatapan yang bertanya, tapi saya tidak bisa berbicara, antara napasku yang mengincar, saya cuma tersenyum dan melihatnya sayu. Bapak berlutut di sampingku, melepaskan sarungnya, raih tanganku dan menuntunnya untuk menggenggam tengah celana dalamnya, kuturuti, kuraba di luar celana dalam bapak, ini juga pengalaman pertama kaliku menggenggam kemaluan lelaki. Narasi Seks Di Nodai Kurasakan suatu hal mencolok keras ke atas di tengah-tengahnya, bapak Lisamati elusanku dan kuliirik mata bapak 1/2 terpejam. Tidak lama, ia turunkan celana dalamnya, sebentar kuterpekik menyaksikan benda yang baru ini kali kusaksikan. Bapak mengajarkanku untuk mengurut benda itu di atas ke bawah, saya geli menggenggam benda itu, empuk tetapi keras… keras tetapi lentur… Bapak menghidupkanku dari tiduran, selanjutnya menyuruhku untuk menjilat benda itu, karena barusan bapak telah menjiltati kemaluanku, apa kelirunya kalau saat ini saya menjilat-jilati kemaluannya, pikirku. Pertama memang kujilati benda itu, makin lama kumasukkan benda itu ke mulutku, saya ingat periode kecilku saat menjilat-jilati es cream. Benda itu berdenyut dalam rongga mulutku, saya berasa aneh tapi suka, seperti anak keci mendapatkan makanan kegemarannya. Mendadak bapak mengeluh sekalian menarik kepalaku, benda itu berkeduk luar biasa, saya bingung ada apakah ini, tapi benda itu tidak bisa kulepaskan, karena kepalaku ditahan tangan bapak, selanjutnya kurasakan satu cairan berasa di mulutku yang pada akhirnya dibanding terselak, cairan itu kutelan habis, berasa amis… gurih… sedikit asin. Kusaksikan bapak mendengus, seperti habis lari jauh, napasnya terengah-engah. Ia tersenyum dan merengkuhku, saya berasa damai dalam dekapannya. Bapak ajakku ke kamar mandi, saat sebelum kami masuk, bapak menanggalkan tersisa bajuku dan bajunya. Saya berasa bingung, saya menurut tanpa perlawanan, karena mungkin nikmat yang barusan pertama kalinya saya bisa. Dalam kamar mandi, bapak memandikanku, bapak kagum pada bulu-bulu yang tumbuh di ketiak dan selangkanganku dan memberi pesan supaya saya masih tetap memiara dan larang mengguntingnya. Di saat bapak menyabuniku, getaran-getaran aneh serangku kembali. Geli bersatu nikmat menyelimutinya semua badanku, hingga tidak berasa saya mulai mendesis kembali, bapak ngomong jika saya tidak kuat mengeluarkan saja erangan itu, tetapi saya malu. Sesudah saya usai disabuni, bapak menyuruhku menyabuninya, dengan rasa takut-takut kusabuni punggung sampai kakinya, pada gantian badan sisi depan, kusaksikan kemaluan bapak yang semula lemas terlihat kuat berdiri. Bapak menjelaskan nikmat disabuni olehku, ia raih mukaku dan mencium mulutku, saya rasakan getaran makin luar biasa saat lidah bapak bermain dalam rongga mulutku, saya cuma termenung dan Lisamati permainan lidah bapak, perlahan-lahan kuimbangi permainan lidah bapak dengan lidahku sendiri, kami sama-sama berpagutan. Bapak menuntun tanganku untuk sentuh kemaluannya yang terikat sabun, saya rasakan licin dan mengocaknya. Payudaraku juga sentuh dada bapak yang licin oleh sabun, berasa mengeras di ke-2 putingku, kami berpelukan… berciuman dan sama-sama bersinggungan… kegiatan ini memunculkan gelinjang kepuasan yang tidak ada tara buatku. Sesudah badan kami berdua kesiram air dan bersih dari sabun, bapak menyuruhku untuk menghadap wastafel 1/2 menunduk sambil kakiku diperenggangnya, bapak jongkok membelakangiku dan memulai menjilat-jilati bokongku, saya melihat ke belakang dan bapak cuma tersenyum. Di saat lidah bapak sentuh dan permainkan duburku, saya tersentak dan sedikit mengusung kakiku, kurasakan kegelian bersatu dengan kepuasan, saya mendesis, kemaluanku basah dan lekat, hingga tangan kiriku tidak sadar meraba daging bundar kecil yang mengeras di tengah-tengah kemaluanku sambil mengosok-gosok dan memencetnya, secara perasaan sisi itu yang kurasakan bisa memberikan kepuasan yang tidak ada terhitung. Tidak lama berlalu saya terasa ingin pipis kembali. Tangan kananku mencekram kuat bibir wastafel, mengeluh luar biasa, tangan kiriku kutekan kuat pada tonjolan kepuasanku, saya meladak kembali, napasku mengincar tidak karuan, sebentar saya berasa lemas dan seolah lenyap injakan tempatku berdiri. Bapak tangkapku selanjutnya menuntunku ke arah kamarku. Direbahkannya diriku pada tempat tidur, bapak duduk di pinggir tempat tidurku sambil mengelus rambutku, tersenyum dan mengecup keningku, hatiku tenteram, napasku mulai teratur kembali. Sesudah semua normal kembali bapak merebahkan dianya di sisiku, tanpa berbicara, bapak meraba payudaraku, dan menjilat-jilatinya. Getaran-getaran itu tiba kembali serangku, saya menggeliat dan keluarkan beberapa suara desisan, kuremas kepala bapak sembaru kutekan ke dalam payudaraku. Bapak naik ke atas badanku, memberikan kemaluannya untuk kujilat kembali, kuraih dan kukulum kemaluan bapak layaknya seperti menjilat-jilati es cream, bapak memaju-mundurkan bokongnya hingga kemaluan bapak masuk keluar dalam mulutku. Saya Lisamati masuk keluarnya kemaluan bapak dalam mulutku. sesudah sesaat, bapak melepas kemaluannya dari mulutku. Bapak geser badannya, ke-2 pahaku di kesampingkannya, pelan-pelan kemaluan bapak didekatkan pada kemaluanku sekalian berbicara jika berasa sakit saya harus ngomong. Pertama sentuh kulit luar kemaluanku, saya cukup tersentak terkejut, mulai merasa sakit itu muncul sesudah kemaluan bapak mulai dikit demi sedikit masuk vaginaku. Saya menjerit kesakitan yang selanjutnya dituruti dengan ditariknya kemaluan bapak, bapak mencium bibirku sambil membisikkan kata agar saya meredam merasa sakit itu sambil permainkan lidahnya dalam mulutku. Selanjutnya bapak mulai menyerang kembali, walaupun kemaluanku telah basah keseluruhan. tetapi merasa sakit itu tidak terhitung, saya tidak mampu mengerang karena mulutku mampet mulut bapak. Tidak berasa air mataku menetes meredam sakit yang tidak terhitung, ke-2 tanganku mencekram kuat pinggang bapak. Pada akhirnya kemaluan bapak tembus lubangku… disekanya air mataku, kemaluan bapak tetap tertanam dalam lubangku. Bapak stop menggoyang, sesudah dilihatnya saya cukup tenang, mulai bapak memaju-mundur kemaluannya kembali secara perlahan-lahan, saya sempat bingung, merasa sakit itu berangsur lenyap diganti dengan nikmat. Saya berasa kemaluanku berkedut-kedut dengan suatu hal benda asing didalamnya, dalam pada itu air lendirku juga membasahi lubang kemaluanku, hingga merasa sakit itu lenyap terpindahkan oleh kepuasan yang sulit disebutkan. Agen Judi Tidak berlama-lama selanjutnya saya berasa ingin pipis kembali, saya dekap bapak, saya naikkan bokongku seakan ingin menelan semua kemaluan bapak. Saya kejang, saya melenguh panjang, saya menggigit bahu bapak, suatu hal yang nikmat saya rasakan kembali, dunia berputar, semua kelihatan berputar-putar, benar-benar peristiwa ini sangat nikmat. Saya terhempas lemas sesudah saya alami apa yang baru saya alami, merasa sakit telah lenyap. Bapak hentikan aktivitas seolah memberikan peluang diriku untuk Lisamati pucuk kepuasan yang barusan kualami. Narasi Seks Di Nodai Sesudah sesaat, dengan kemaluan yang mengacungkan ke atas, bapak mengambil kemaluannya dan memberikannya di dalam mulutku kembali, saya kulum kemaluan bapak, selang beberapa saat bapak melenguh… dan cairan itu kembali menimpa mulutku, karena pengalaman barusan, semua cairan itu saya telan tanpa sisa sedikitpun. Bapak merebahkan badanya disampingku, dan berterima kasih, ia menjelaskan jika perawanku sudah lenyap. Saya termangu kusaksikan ke bawah, sprei tempat tidurku ternodai merah darah perawanku. Tapi saya tidak menyesal, karena lenyap oleh orang yang saya kagumi sekalian saya cintai, Saya tidur dalam dekapan bapak, kami kecapekan sesudah melalui perjalanan pucuk kepuasan bersama, dalam tidurku, saya tersenyum berbahagia, kulirik bapak, ia terpejam sambil tersenyum juga. Seperti rutinitasku setiap hari dalam rumah tangga majikanku ini, saya bangun pada jam 5, kusaksikan bapak masih tertidur pulas, kami masih juga dalam kondisi bugil, karena tadi malam tidak sempat kenakan pakaian karena kecapekan.
ABG Anak SMA Bokep Indo Anak Sekolah Masturbasi Panlok Bispak Hijab
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo