Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Gadis cantik mainin pentil
869
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Malam makin terlarut, dingin, karena langit terus meluapkan air matanya semenjak sore barusan, ditambahkan lagi ruang itu ac berpijar sejak dari pagi. Sanny melirik jam di ujung kanan penampilan monitornya, telah jam 3 pagi hari.Sanny mulai rasakan mengantuk serangnya, matanya mulai berat, tetapi ingat kewajibannya, ia masih tetap usaha untuk meredam rasa mengantuk itu. Telah berapa hari inilah bekerja dalam suatu warnet punya ponakannya yang membuka sepanjang 24 jam. Dan apesnya, Sanny harus jaga warnet itu di waktu malam hari.Awalannya dia malas, tetapi sesudah diyakinkan oleh ponakannya jika warnet itu aman pada malam hari, karena itu pada akhirnya Sanny mau tak mau menurutinya. Ingin bagaimana kembali, Cecep -sepupunya itu- itu bekerja malam hari di suatu pabrik di wilayah bekasi, dan baru dapat menggantinya jaga net itu sehabis pulang kerja sampai tengah hari, dan Dimas yang biasa shift malam di net itu sedang pulang ke daerah halamannya. Malam itu hanya ada seorang pemuda yang main di warnet itu, umurnya kira2 seumuran dengan calon suaminya di daerah. Semenjak sore pemuda itu telah tiba dan memang semenjak awalnya Sanny bekerja di net itu, pemuda itu memang tiba sore hari dan baru pulang saat subuh.Ia sempat berpikiran mengenai apa kerja pemuda itu, karena dalam pikirannya, mustahil pemuda itu bekerja pada siang hari karena malam harinya ia selalu begadang di net ini. Tetapi ia sadar, berikut kota besar, pemudanya tidak seperti pada kampungnya yang umum ada di mushola di waktu malam datang. Ia berasa untung karena calon suaminya ialah seorang aktifis ceramah, sama dengan dianya."Mbak, teh botol 1 ya?" Suara itu mengagetkannya. "Oh, iya Mas, silakan." Jawabannya "Loh kuncinya mana Mba?" "Oh, iya, ini Mas" Jawab Sanny sekalian memberikan kunci yang lupa diberikan.di Net itu, Almari Es area untuk menyimpan minuman memang menyengaja digembok karena biasanya beberapa pemakai yang tidak bertanggungjawab ambil minuman tanpa bayar saat si operator sedang meleng.Pemikiran Sanny kembali menerawang ke figur calon suaminya. Lelaki yang sebetulnya telah lama ia mengenal, tetapi baru dapat ia dengar suaranya saat proses lamaran pas satu minggu saat sebelum Sanny pergi ke Jakarta untuk bekerja pada ponakannya pemilik warnet ini. Ia menyengaja bekerja di jakarta mendekati pernikahannya, Untuk menghindar hal-hal yang tidak diharapkan, pikirnya. Ya, dalam pemikirannya,bisa jadi mereka terperosok dalam dosa.. Wong yang mereka yang baru kekasihan saja dapat lakukan hal-hal nekad, apa lagi dianya yang telah melakukan pertunangan. Meskipun ia percaya ia dan calon suaminya mustahil lakukan hal-hal yang dilarang agama walau mereka telah sah melakukan pertunangan dan penerapan ikrar nikahnya sendiri tinggal dua minggu kembali. Pokoknya, dua minggu itu mungkin terjadi hal-hal yang tidak diharapkan olehnya."Tuch kan, bengong kembali, kembali memikirkan apa seh, Mba?? tiba2 pemuda itu telah ada di sebelahnya kembali, serta lebih membuat terkejut kembali. "Eh, engga Mas, ada apakah? Ada yang dapat saya tolong?" jawabannya tergagap "Itu mba, tolong Share-in file yang berada di foldernya Dimas donk. Penting nih.""Oh ya, sesaat ya" Sanny juga raih Mouse dan cari folder yang diartikan, tetapi entahlah karena apa, pemuda itu tiba2 berbicara "eh, maaf Mba, agar saya saja dech yang mencari, tidak nikmat sama mba, mba ke sana saja dahulu sesaat."Sanny jd kebingungan, ia juga mengambil langkah sedikit menjauh, dalam hatinya, kemungkinan itu file rahasia yang jangan disaksikan oleh siapa saja, terkecuali oleh Dimas. Sesudah sesaat, pemuda itu berdiri dan kembali mempersilakan Sanny duduk di kursi operator itu. "Sudah Mba, Terima kasih ya."katanya sekalian berakhir tinggalkan Sanny.Sanny kembali memandang jam di sudut kanan bawah monitor, nyaris 1/2 4. memiliki arti, 1 jam kembali ponakannya pulang, dan ia dapat istirahat sesudah sholat subuh di dalam rumah pamannya yang kira2 memiliki jarak 100 mtr. dari net itu.tiba2 ia terpikir suatu hal, barusan sore, saat sebelum pergi Cecep sempat meminta untuk mengalihkan file2nya ke folder baru. Sesudah membuat folder baru,ia mulai cari file2 punya Cecep yang rupanya bersebaran dimana saja,tidak berasa, saat azan subuh tugas itu baru usai, betul2 sang Cecep itu, brantakan sekali sich orangnya.. PIkirnya dalam hati.Tidak lama, Cecep masuk ke net, ia masih kelihatan fresh walau baru pulang kerja."Bagaimana San? Ramai Tidak?? " Tanyanya "Hanya ada satu orang, itu yang biasa main dari sore sampai pagi." "Oh sang Cecep ya?" Biasa ia mah. Ya sudah km sana istirahat.""Iya, saya pulang dahulu ya.. Sanny mulai bergerak tinggalkan warnet ke arah rumah sodaranya itu, keluarga saudaranya itu tentu belum pada bangun, yah ingin bagaimana lg, ia cuma menumpang di dalam rumah itu, ingin berbicara apa saja berasa tidak nikmat, untung saja ia dikasih pegangan kunci cadangan, jd ia tidak perlu menggugah orang2 yang masih lelap dalam tidurnya itu. EsoknyaHUjan kembali turun semenjak sore, dan sekarang ditambah lagi suara petir yang kadang-kadang menggelagar di atas sana. Kembali lagi, sama dengan tempo hari, hanya ada sang pemuda yang namanya Cecep di net itu. Waktu memperlihatkan jam 1 dini hari saat tiba2 saja listrik padam."Yah Mba, bagaimana neh??" Kata Cecep 1/2 berteriak. Sanny tidak menjawab apa2, ia repot cari lilin untuk menyinari ruang itu. "Payah dech, kembali seru2nya pakai mati lampu semua kembali," kata Cecep yang telah berdiri tidak jauh dari Sanny. "Ada lilin, MBa?? "Ada ini baru bertemu, ini saya lg mencari koreknya" "OH, ini saja, saya ada korek kok."cepat tangan Cecep menghidupkan korek dan arahkan apinya ke sumbu lilin yang diberikan Sanny. Lantas lilin itu ditaruh tidak jauh dari meja server. Cukup menyinari ruang itu. Cecep raih kursi yang ada selain, lalu duduk selain Sanny.Sanny sempat berasa tidak nyaman dengan keadaan itu, sebagai seorang akhwat - wanita yang aktif dalam pengkajian dan aktivitas ceramah - situasi semacam itu terang benar-benar tidak sudi dalam hatinya. Berdua2an dengan seorang pria yang tidak dikenalinya, pada kondisi gelap dengan pencahayaan dengan modal sececah sinar lilin, wew, terang benar-benar tidak nyaman untuknya.Tidak sekalinya dia pernah merasakan saat2 semacam itu, tetapi ingin bagaimana kembali, kondisi memaksakan, tidak nikmat rasanya menyingkirkan berlangganan yang tiap malam selalu tiba ke warnet itu ibarat Cecep.Mereka diam, tidak ada sesuatu hal yang dapat diulas sebagai bahan perbincangan. 1/2 jam berakhir dalam kesunyian, dan listrik belum berpijar. Kesunyian berakhir saat Cecep minta kunci kulkas."Haus nih mba, saya mengambil minum ya."untung saja Sanny telah hafal tempat kunci itu biasa ditempatkan, tidak lama, kunci itu telah ada di tangan Cecep. Cecep segera ambil minuman dan buka tutup botolnya. Sanny terperangah saat Cecep memberinya sebotol teh padanya."Agar tidak ngantuk,"Kata Cecep singkat "Oh, iya terima kasih mas, nanti agar saya bayar sendiri ya" "Ah, tidak boleh, agar saya saja. kan saya yang ambilin" "Yah, terserahlah," Pada akhirnya Sanny mengalah sebab menganggap tidak nikmat hati.ia tidak langsung meminum karena Cecep terlebih dahulu menanyakan kepadanya."Ucapnya sesaat lagi ingin nikah ya Mba? "Iya Mas, kok tahu? Dari Cecep ya? "Iya, barusan sore ia narasi. Tetapi kok dua minggu kembali nikah, mba justru ke jakarta n kerja di sini? "Repot Mas ngejelasinnya. Pokoknya sich, saya ingin metahan diri, itu saja." "Metahan diri? Metahan diri dari apaan? Bertanya Cecep "Dari gairah, saya tidak ingin lakukan hal-hal yang mengundang saya pada maksiat bersama tunangan saya." Jawab Sanny "OH getho toh, ic ic" Cecep manggut2 seakan pahami, walau sebenarnya ia kurang memahami apa yang diartikan oleh Sanny."Di minum mba minumannya" kata Cecep mempersilakan Sanny untuk minum minuman yang sudah dibelikannya. berasa tidak nikmat, Sanny juga minum teh pemberian Cecep itu. Cecep sendiri memandang sekalian menyunggingkan senyuman.Tidak lama sesudah minum minuman itu, mengantuk yang benar-benar luar biasa datang serang Sanny, kepalanya sangat terasa berat. Sempat di lihatnya jam yang baru memperlihatkan jam 2, sesudah dia rasakan matanya tidak mampu kembali meredam rasa mengantuk yang tiba-tiba datang itu. Sanny terjaga saat ia rasakan ada suatu hal yang meraba payudaranya. ia seperti tersengat oleh listrik beberapa ribu kilowatt saat ia menyaksikan jubah yang dia gunakan sudah terbuka kancing pada bagian depannya, dan ia lebih terkaget2 kembali saat mengetahui Cecep sedang meraba payudaranya. Bra yang dikenainya sdh tidak tutupi 2 bukit cantik yang membubung itu. "Ngapain kamu, tolong stop, jgn macam2 kamu." ucapnya sekalian usaha menepiskan tangan Cecep yang sedang menggerayangi payudaranya.Tetapi tangannya sangat terasa kurang kuat, dia seperti tidak punyai tenaga untuk mengusung tangannya sekalinya. Cecep cuma diam, ia tidak menjawab apa2. hanya Tangannya yang terus bergerak, meremas, dan kadang-kadang sentuh secara halus puting payudara Sanny dengan jarinya.Tidak hanya itu, Cecep mulai menciumi bukit cantik itu, lidahnya mengulum dan menggigit kecil puting susu Sanny yang warna pink itu. Cecep mengetahui benar, puting susu sama seperti yang ada didepannya tentu tidak pernah tersentuh oleh lidah, bahkan juga oleh tangan lelaki lain.Cecep tidak mempedulikan gadis yang tetap usaha meronta dengan tenaga nya yang kurang kuat itu. Bahkan juga, tangannya mulai bergerak kebawah, menyelinap masuk ke celana dalam Sanny sesudah dia buka kancing rok yang dikenai Sanny.Sanny sedikit histeris saat vaginanya disentuh oleh jari Cecep, tetapi suaranya terang tidak akan kedengar oleh siapa2, selainnya di luar sedang hujan, tidak ada bangunan yang berada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan paling dekat ialah rumah Cecep, tempat Sanny menumpang, itu juga jaraknya cukup jauh.Cecep menyeka gundukan bukit yang sedikit dengan bulu itu, disentuh nya secara halus bibir vagina itu hingga kemudian Cecep tidak sabar dan selekasnya melepas rok dan celana dalam yang membuntel sisi bawah badan Sanny.Sanny terus usaha berontak dengan tenaga kurang kuatnya, ternyata, minuman yang diminumnya digabung oleh obat bius oleh Cecep, entahlah kapan Cecep masukkan obat bius itu. Usaha berontak Sanny terang tak berarti apa2 untuk Cecep, yang ada Cecep justru makin liar menciumi payudaranya.. jarinya mulai usaha untuk masuk lubang vagina Sanny. Sanny menggigit bibirnya saat ia rasakan jemari tengah Cecep perlahan-lahan segera masuk ke vaginanya.. Perih.. dan ia juga rasakan ada suatu hal yang mengucur dari dalam vaginanya.."Oh, kamu masih perawan ya San??" bertanya Cecep sesudah dia menyaksikan apa yang membasahi jarinya..bukanlah Kasihan dan hentikan tindakannya Cecep kembali masukkan jarinya. dan memulai menggerakkan masuk keluar secara pelan-pelan, ia melakukan secara halus sekalian bibir dan lidah nya tidak stop bermain di payudara gadis itu. "argh …. tolong stop Cep." kata Sanny terbata-bata.Napasnya mulai mengincar, tidak bisa dipungkiri, walau perih, walau kehormatannya sedang direnggut oleh Cecep, ada hati aneh yang menyelinap ke sanubarinya. Hati itu makin menjadi2 saat jari Cecep makin bergerak cepat dalam vaginanya yang berasa makin licin oleh Cecep.entahlah karena apa, Sanny mulai hentikan upayanya untuk berontak, kebalikannya,ia justru tekan kepala Cecep dengan tersisa tenaganya… sudah pasti hal itu makin menambah Cecep tenggelam dalam bukit payudaranya, kecupan dan kuluman Cecep juga makin menggila, Cecep terus menjilat-jilati puting yang cantik itu. "Arghhhhh….. Cep….ARghhhh" "Tolong stop Toooonnn…" "Memek km rapat bgt San, saya sukai, saya senang dengan puting susu km.." Jawab Cecep sekalian tangannya terus mengocak vagina Sanny.Badan Sanny seolah melafalkanng, dirasanya pergerakan Cecep memunculkan hati yang paling berlainan olehnya.. Merasa sakit yang barusan menderanya seolah sudah lenyap, diganti oleh satu rasa yang tidak pernah ia alami benar-benar awalnya."Argh argh ……" Napas Sanny makin mengincar, ia sudah tidak bisa kembali berbicara apa2… "ssssssshhhh …. arghhhh." Sanny mulai mendesis, nafsu mulai merasuki hatinya.Cecep sendiri jadi makin jadi, di ambilnya tangan Sanny dan dibantunya tangan halus itu ke penisnya. Karena mulai terkuasai oleh nafsu yang mencapai puncak, tidak sadar Sanny mengikuti pemuda itu, dielusnya penis Cecep yang masih terbungkus celana jins.Tidak sadar juga dia mulai buka resleting celana itu dan menyelinapkan jarinya ke celana dalam Cecep.Badan nya terus berasa kejang karena pergerakan jemari Cecep dalam vaginanya, pergerakan Jari Cecep juga makin cepat, tidak sabar, dia membimbing tangan gadis itu untuk sentuh penisnya."Pegang semacam ini San," Ucapnya sekalian menuntun tangan gadis itu untuk memegang penisnya.. "Ya Semacam itu. Arghhh…" Cecep berbicara sekalian rasakan nikmat saat Sanny mulai memegang penisnya.Sanny betul2 sudah bergerak berdasar nalurinya, perlahan-lahan ia mulai gerakkan genggamannya, ia gerakkan penis Cecep, diputarnya dengan bernafsu."Arghhh Cep,,, Cep.." Sanny meracau dengan desahan napasnya yang makin tidak teratur..ia betul2 rasakan kepuasan dari pergerakan jemari Cecep yang masuk keluar vaginanya yang makin basah. kadang-kadang Cecep menciumi payudara gadis itu. Mereka terus bercumbu di tengah-tengah temaram lilin, suara rintik hujan makin menambah Cecep bernafsu mencumbui gadis berhijab yang hendak menikah itu.Sesudah sesaat, Cecep melepas jarinya, ia melepas pegangan tangan Sanny dari penisnya. Sanny memandang penis Cecep yang berjongkok di depannya..Baru saja sekali ini dia menyaksikan penis lelaki dewasa langsung di hadapannya. Cecep yang menyaksikan gadis itu memandang penisnya, mulai raih kembali tangan gadis itu. Sanny kembali raih penis Cecep yang mulai mengeras."Coba di cium San, tentu km sukai" ucapnya perlahan, stengah berbisik.Sanny memandang penis itu. Sangsi karena ia memanglah belum pernah melakukan. Di dorong oleh nafsunya, ia mulai mencium penis itu, dikecupnya penis Cecep. Cecep tidak diam, dielus nya kepala Sanny yang masih terbungkus hijab besarnya. Mullutnya mulai mendesis saat Sanny mulai mengulum penisnya yang berasa makin mengeras.pada akhirnya, dia tidak dapat meredam nafsunya… Cecep pada akhirnya merebahkan badan Sanny di lantai, lalu dia merebahkan badannya ke yang bersimpangan, dia membuat status 69 yang biasa dipandang di video porno yang kerap dilihatnya.Sanny kembali menyentuh penis yang saat ini ada di muka bibirnya itu, Cecep mulai masukkan kembali jarinya ke vagina Sanny. Ia jg menciumi vagina itu, mainkan lidahnya di klitoris gadis itu sekalian jarinya tidak stop bergerak masuk keluar vagina yang makin basah itu."arrrrghhh… nikmat bgt San, arghhh … Cecep makin semangat menjilat-jilati vagina Sanny, jarinya makin cepat bergerak."Arghh Cep… " Sanny terus mendesis di selang kulumannya pada penis Cecep.Mereka terus sama-sama mengisap dan permainkan kelamin pasangannya sesaat. Tidak mampu meredam hati yang makin membuncah, Cecep kembali mengubah tempatnya. sekarang ia berjongkok di muka paha Sanny yang masih tiduran. perlahan-lahan ia arahkan penisnya ke vagina Sanny."Mauu aphaa km Cep?" Bertanya Sanny terbata Cecep tidak menjawab, ia buka paha gadis itu, dan memulai dekatkan penisnya… Sanny tidak dapat menghindari,ia malah buka pahanya lebih lebar… dan ia sedikit histeris saat penis Cecep yang jadi membesar itu mulai pelan-pelan masuk lubang vaginanya."argghhhh …. pelan2 Cep, perih." "Iya San, tahan ya…" jawab Cecep penuh perhatian.. ia terus usaha masukkan penis nya ke vagina Sanny.arghhh … ssssshhhhh … memekk kamu rapat bgt San… saya sukai … perlahan tetapi tentu pada akhirnya penis Cecep sukses masuk ke vagina Sanny."arghhh… Cep …" Sanny mendesis meredam rasa nikmat yang tidak ada taranya itu. Badannya seperti terbang ke awang2.perlahan-lahan Cecep gerakkan pinggulnya, gerakkan penisnya mundur-maju dalam vagina yang makin berasa becek itu.. makin lama pergerakannya makin cepat.. membuat Sanny makin berasa terbang.. Sanny juga pada akhirnya tidak dapat diam, nafsu menuntutnya untuk gerakkan pinggulnya. Menyeimbangi pergerakan Cecep yang terus membantai vaginaMereka sama-sama mendesis rasakan kepuasan,,,"arghhh… nikmat San, nikmat bgt" "Cep …. saya tidak kuat" ceracau Sanny sekalian gerakkan pinggulnya makin cepat. ia betul2 sudah kehilangan akalnya, ia cuma rasakan kepuasan yang tidak ada tara saat itu…Sanny terus bergerak, tanganya mulai tekan bokong Cecep, dia ingin penis pemuda itu masuk makin ke lubang vaginanya."argghhh Cepppppp…. trusssss" hingga kemudian, Sanny betul2 rasakan badannya kejang, ia berasa ada yang meletus dalam badannya. ia usaha meredam gerak badan Cecep,, tetapi pemuda itu tidak berhennti dan justru makin percepat pergerakannya…"Cepppp…. argghhhhhh saya ……. "iya San…. argggghhh sabar, saya mau,,,,, "arghhhh….." Pada akhirnya Cecep rasakan ledakan itu, ia tumbangkan badannya ke atas badan gadis dibawahnya. Sanny merengkuh pemuda itu kuat. biarkan penis yang masih berdenyut itu masih tetap ada dalam lubang vaginanya…
ABG Anak SMA Bokep Indo Masturbasi Panlok Bispak Cantik
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo