Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
indonesia ngewe di kosan cewek cantik
349
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Peristiwa ini terjadi saat saya kelas 3 SMP, yah saya prediksikan usia saya saat itu barusan 14 tahun, Saya entahlah mengapa yah perubahan sexnya demikian cepat hingga usia begitu ssudah ingin merasakan yang enak-enak. Yah itu semua karena teman nyokap kali yah.Masalahnya teman nyokap Saya yang bernama Tante Nina (biasa kupanggil ia demikian) orangnya elok sekali, langsing dan tahan lama muda buat saya bergetar. Tante Nina ini tinggal dekat rumahku, cuma berbeda 5 rumahlah, nach Tante Nina ini cukup deket sama keluargaku walau tidak ada jalinan saudara.Dan bisa ditegaskan jika sore umumnya banyak ibu-ibu sukai ngumpul di rumahku buat sekadar bercakap bahkan juga sukai bicarakan suaminya sendiri. Nach Tante Nina berikut yang buat saya cepat besar (wajarlah anak masih puber kan umumnya sukai yang cepat-cepet). Umumnya Tante Nina jika ke rumah Saya selalu menggunakan daster atau terkadang celana pendek yang buat saya ser.. ser.. ser.. Umumnya jika sudah sore tuch ibu-ibu sukai ngumpul di ruangan TV dan umumnya saya berpura-pura menonton TV saja sekalian lirak lirik. Tante Nina ini entahlah menyengaja atau tidak saya tidak tahu yah. Ia kerap jika duduk itu tuch mengangkang, terkadang pahanya kebuka sedikit buat Saya ser.. ser kembali dech hmm.Apa keasikan ngobrolnya apa memang menyengaja Saya tidak dapat tahu, tetapi yang jelas sich saya terkadang senang sekali hingga kebayang jika kembali tidur. Terkadang jika sedang ngerumpi sampai tertawa sampai lupa jika duduk nya Tante Nina ngangkang hingga celana dalemnya kelihatan (wuih saya sukai sekali nih).Pernah saya nyaris kedapatan cocok kembali ngelirik wah rasanya ada hati takut malu hingga Saya tidak dapat bicara sampai panas dingin tetapi Tante Nina justru diam saja justru ia tambahin kembali dech style duduknya. Nach dari sana saya mulai senang dengan tuch Tante yang satu itu.Tiap hari tentu Saya menyaksikan yang bernama paha sama celana dalam tuch Tante. Juga pernah Saya waktu jalanan bersama ibu-ibu ke pucuk nginep di villa. Ibu-ibu cuma membawa anaknya, nach kebenaran Mami Saya ngsajak Saya tentu Tante Nina juga turut wah asyik nih berpikir ku. Waktu hari kedua malam-malam sekitaran jam 8-9 mereka bercakap di luar deket taman sekalian bakar jagung.Rupanya mereka sedang menceritakan mengenai hantu, ih dasar ibu-ibu masih tetap kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, cocok saat itu Tante Nina ingin ke WC tetapi ia takut. Sudah pasti Tante Nina di ketawain sama gangnya karena tidak berani ke WC sendiri karena di villa tidak ada orang jadi takut hingga ia ingin kencing di deket pojokan taman. Lantas Tante Nina tarik tangan Saya meminta ditemenin ke WC, yah saya sich ingin saja. Pergilah saya ke villa sama Tante Nina, sesampai Saya dalam villa Saya tunggu di luar WC eh justru Tante Ninan ngsajak masuk nemenin ia masalahnya ucapnya ia takut. "Sen temanin Tante yah nantikan di sini saja membuka saja pintu nya tidak perlu di tutup, Tante takut nih", kata Tante Nina sekalian mulai berjongkok.Ia mulai turunkan celana pendeknya hanya betis dan celana dalamnya yang warna putih ada pola rendanya hanya lutut juga. "Serr.. rr.. serr.. psstt", jika tidak salah getho dech bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu simak Tante Nina kencing, dalam hatiku, jika saja Tante Nina bisa memberi simak terus bisa menggenggamnya hmm. Hingga saya bengong melihat Tante Nina."Heh mengapa kamu Sen kok diam getho awas kelak kesambet" kata Tante Nina. "Ah tidak apapun Tante", jawabku. "Tentu kamu kembali mikir yang enggak-enggak yah, kok menyaksikannya ke bawah terus sich?", bertanya Tante Nina. "Tidak kok Tante, saya cuma tidak pernah simak cewek kencing dan kaya apa sich wujud itunya cewek?" tanyaku.Tante Nina cebok dan bangun tanpa meningkatkan celana sama CDnya. "Kamu ingin simak Sen? Nih Tante kasih simak tetapi tidak boleh bilang-bilang yah kelak Tante tidak nikmat sama Mamamu", kata Tante Nina. Saya cuma menggangguk menyetujui saja. Lantas tanganku digenggam ke vaginanya.Saya lebih deg-degan sampai panas dingin karena baru ini kali Saya megang sama menyaksikan yang bernama memek. Tante Nina membiarkanku memegang-megang vaginanya. "Telah yah Sen kelak tidak nikmat sama ibu-ibu lainnya disangkain kita ngapain kembali". "Iyah Tante", jawabku.Lalu Tante Nina menaikan celana dalam celana pendeknya terus kami masuk kembali sama ibu-ibu lainnya. Esoknya saya belum juga dapat lupakan hal tadi malam sampai sampai saya panas dingin.Ini hari semua ingin pergi jalanan dari pagi sampai sore buat berbelanja oleh-olehan wisata. Tetapi saya tidak turut karena tubuhku tidak nikmat. "Sen, kamu tidak turut?" bertanya mamiku. "Tidak yah Mam saya tidak nikmat tubuh nih tetapi saya meminta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku.Yah telah istirahat yah tidak boleh bermain-main kembali" kata Mami. "Nina, kamu ingin kan tolong jagain sang Jansen nih yah, kelak jika kamu ada pesenan yang ingin di membeli agar sini saya beliin" kata Mami pada Tante Nina. "Iya dech Kak saya jagain sang Jansen tetapi beliin saya tales sama sayur yah, saya ingin membawa itu buat pulang esok" kata Tante Nina.Pada akhirnya mereka pergi, tinggal saya dan Tante Nina berdua saja di villa, Tante Nina baik hingga saya di buatkan bubur buat makan pagi, jam memberikan jam 9 pagi saat itu. "Kamu sakit apa sich Sen? kok lemas getho?" bertanya Tante Nina sekalian nyuapin saya dengan bubur ayam bikinannya."Tidak tahu nih Tante kepalaku pusing sama panas dingin saja nih yang di rasa" kataku. Tante Nina demikian perhatian padaku, wajarlah di umur perkawinannya yang telah lima tahun ia belum memiliki seorang buah kesayangan juga. "Kepala yang mana Sen pada sesuatu yang bawah?" lelucon Tante Nina padaku. Aku juga kebingungan, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita cuman satu?" jawabku polos. "Itu tuch yang itu yang kamu kerap tutupin pakai segitiga pengaman" kata Tante Nina sekalian menggenggam sang kecilku."Ah Tante bisa jadi" kataku. "Eh jangan-jangan kamu sakit karena tadi malam yah" saya cuma diam saja. Usai makan pagi tubuhku dibilas air hangat oleh Tante Nina, di saat ia ingin buka celanaku, kubilang, "Tante tidak perlu dech Tante agar Jansen saja yang ngelap, kan malu sama Tante" "Tidak apapun, tanggung kok" kata Tante Nina sekalian turunkan celanaku dan CDku. Dilapnya sang kecilku dengan berhati-hati, saya cuma diam saja. "Sen ingin tidak pusingnya lenyap? Agar Tante obatin yah""Gunakan apa Tan, saya tidak tahu obatnya" kataku polos. "Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Nina. Lantas di genggamnya tangkai penisku dan dielusnya langsung spontan waktu itu penisku berdiri tegak. Dikocaknya perlahan-lahan tetapi tentu hingga saya melayang-layang karena baru pertama kalinya rasakan yang semacam ini."Achh.. cchh.." saya cuma mendesah perlahan dan tanpa kusadari tanganku menggenggam vagina Tante Nina yang di kebat dengan celana pendek dan CD tetapi Tante Nina cuma diam saja sekalian ketawa kecil terus lakukan kocokannya. Sekitaran 10 menit selanjutnya saya rasakan ingin kencing."Tante telah dahulu yah saya ingin kencing nih" kataku. "Telah, kencingnya di mulut Tante saja yah tidak apapun kok" kata Tante Nina. Saya kebingungan campur bingung menyaksikan penisku dikulum dalam mulut Tante Nina karena Tante Nina tahu saya mau keluar dan saya cuma dapat diam karena rasakan nikmatnya."Hhgg..achh.. Tante saya ingin kencing nih benar " kataku sekalian meremas vagina Tante Nina yang kurasakan berdenyut. Tante Ninapun langsung mengisap dengan agresifnya dan tubuhku juga melafalkanng keras. "Croott.. ser.. err.. srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Nina, Tante Nina lantas mengisap sekalian menelan maniku sekalian menjilatnya.Dan kurasakan vagina Tante Nina berdenyut kuat hingga saya rasakan celana Tante Nina lembab dan cukup basah. "Nikmat kan Sen, pusingnya tentu lenyap kan?" kata Tante Nina. "Tetapi Tante saya meminta maaf yah saya tidak nikmat sama Tante nih masalahnya Tante.." "Telah tidak apapun kok, oh ya kencing kamu kok kental sekali, harum kembali, kamu tidak pernah ngocok Sen?" "Tidak Tante" Tanpa kusadari tanganku masih menggenggam vagina Tante Nina. "Loh tangan kamu mengapa kok di sana terus sich". Saya menjadi salah tingkah "Telah tidak apapun kok, Tante tahu" ucapnya padaku. "Tante bisa tidak Jansen megang itu Tante kembali" pintaku pada Tante Nina.Tante Nina juga melepas celana pendeknya, kusaksikan celana dalam Tante Nina basah entahlah mengapa. "Tante kencing yah?" tanyaku. "Tidak ini namanya Tante gairah Sen hingga celana dalam Tante basah". Dilepaskan juga celana dalam Tante Nina dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lantas Tante Nina duduk di sampingku "Sen pegang nih tidak apapun kok telah Tante lap" ucapnya. Aku juga mulai menggenggam vagina Tante Nina dengan tangan yang cukup gemetaran, Tante Nina cuma tertawa kecil."Sen, mengapa? Biasa-biasa saja dong kok gemetaran kaya getho sich" kata Tante Nina. Ia mulai menggenggam penisku kembali, "Sen Tante ingin itu nih". "Ingin apa Tante?" "Itu tuch", saya kebingungan atas keinginan Tante Nina. "Hmm itu tuch, punyai kamu di masukkan ke itunya Tante kamu ingin kan?" "Tetapi Jansen tidak dapat Tante triknya" "Telah, kamu diam saja agar Tante yang ajarin kamu yah" kata Tante Nina padaku. Mulai tangannya mengelus penisku agar bangun kembali tetapi saya tidak tinggal diam saya coba mengelus-elus vagina Tante Nina yang di tumbuhi bulu-bulu lembut. "Sen jilatin dong punyai Tante yah" ucapnya. "Tante Jansen tidak dapat, kelak muntah kembali" "Coba Sen" Tante juga mengambil langsung status 69. Saya di bawah, Tante Nina di atas dan tanpa berpikir panjang Tante Nina mulai mengulum penisku. "Achh.. hgghhghh.. Tante" Aku juga sebetulnya ada rasa geli tetapi saat kucium vagina Tante Nina tidak bau apapun. Saya ingin menjilat-jilatinya lebih kurang baunya vagina Tante Nina seperti harum daun pandan (asli saya kebingungan kok dapat getho yah) saya mulai menjilat-jilati vagina Tante Nina sekalian tanganku melepas kaus u can see Tante Nina dan melepas hubungan BH-nya, sekarang kami sama telanjang bundar.Tante Nina juga asyik mengulum penisku yang layu selanjutnya Tante Nina menghentikannya dan kembali menghadapku langsung mencium bibirku dengan napas yang penuh gairah dan menderu. "Kamu ketahui tidak mandi kucing Sen" kata Tante Nina. Saya cuma menggelengkan kepala dan Tante Nina lantas menjilat-jilati leherku menciuminya hingga saya menggeliat luar biasa, kecupannya bersambung sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, turun terus ke selangkanganku dan penisku mulai bereaksi mengeras.Dijilatinya paha samping dalamku dan saya cuma menggeliat luar biasa karena pada bagian ini saya tidak dapat meredam rasa geli campur kepuasan yang demikian hebat. Tante Nina lantas menjilat-jilati penisku tanpa mengulumnya seperti barusan ia mengisap-hisap bijiku dan terus hingga lubang bokongku juga dijilatinya sampai saya rasakan anusku basah. Kusaksikan payudara Tante Nina mengeras, Tante Nina menjilat-jilati sampai ke betisku dan kembali lagi ke bibirku dikulumnya sekalian tangannya mengocak penisku, tanganku juga meremas payudara Tante Nina.Entahlah kenapa saya jadi ingin menjilat-jilati vagina Tante Nina, langsung Tante Nina kubaringkan dan saya bangun, langsung kujilati vagina Tante Nina seperti menjilat-jilati es cream. "Achh.. uhh.. hhghh.. acch Sen nikmat sekali terus Sen, yang itu isep jilatin Sen" kata Tante Nina sekalian menunjuk suatu hal yang mencolok di atas bibir vaginanya. Aku segera menjilat-jilatinya dan mengisapnya, banyak lendir yang keluar vagina Tante Nina tanpa menyengaja ketelan olehku. "Sen masukkan dong Tante tidak tahan nih" "Tante bagaimana triknya?" Tante Nina juga menyuruhku tidur dan ia jongkok di atas penisku dan langsung menancapkannya ke vaginanya. Tante Nina turun naik seperti orang berkuda terkadang lakukan pergerakan mundur-maju.1/2 jam kami bergumul dan Tante Nina juga melafalkanng luar biasa. "Sen Tante ingin keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Nina. Aku juga di suruhnya untuk menaik turunkan bokongku dan tidak lama kurasakan ada suatu hal yang hangat mengucur dari dalam vagina Tante Nina. Hmm benar-benar pengalaman pertama kaliku dan kurasakan vagina Tante Nina mungurut-urut penisku dan mengisapnya. Kurasakan Tante Nina telah orgasme dan permainan kami berhenti sesaat.Tante Nina tidak mengambil penisku dan membiarkanya dalam vaginanya. "Sen kelak jika ingin kencing kaya barusan ngomong ya" pinta Tante Nina padaku. Aku juga langsung menyetujui tanpa ketahui tujuannya dan Tante Ninapun langsung mengocak penisku dengan vaginanya dengan status yang seperti barusan. "Achh.. Tante nikmat sekali achh.., gfggfgfg.." kataku dan tidak lama aku juga rasakan hal yang seperti barusan kembali. "Tante Jansen kayanya ingin kencing niih" Tante Nina lantas bangun dan mengulum penisku yang lekat dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu ia mengisapnya dan tidak lama menyemburkanlah cairan maniku yang ke 2 kalinya dan sama seperti yang pertama Tante Nina juga menelannya dan mengisap ujung kepala penisku untuk mengisap habis maniku dan aku juga langsung lemas tetapi dibarengi kepuasan yang alang kepalang.Kami lantas mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bundar dan kami melakukan kembali di kamar mandi dengan status Tante Nina menungging di tepi bak mandi. Saya melakukan dengan jeli atas instruksi Tante Nina yang luar biasa. Selasai itu jam juga memberikan jam 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar bikinan Tante Nina, kemudian kamipun raih sekali hingga tertidur dengan Tante Nina di sampingku, tetapi tanganku kuselipkan dalam celana dalam Tante Nina. Kami terjaga pada jam 3 sore dan satu kali lagi kami melakukan atas keinginan Tante Nina, pas jam 4:30 kami akhiri dan kembali mandi, dan kelompok ibu-ibu juga pulang jam 6 sore."Sen kamu telah baikan?" bertanya Mamiku. "Telah mam, saya telah segar n bugar nih" kataku. "Kamu kasih makan apa Ni, sang Jansen hingga langsung sehat" bertanya Mami sama Tante Nina. "Cuma bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas" kata Tante Nina. Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil juga saya duduk dari sisi Tante Nina yang semobil denganku. Mami yang menyetir didampingi Ibu Herman di muka. Dalam mobilpun saya masih mencuri-curi menggenggam barangnya Tante Nina.Sampai saat ini juga saya masih sukai melakukan dengan Tante Nina jika rumahku kosong atau kadang ke hotel dengan Tante Nina. Satu waktu saya pernah keluarkan spermaku dalam sampai 3x. Sekarang Tante Nina telah dikarunia dua orang anak yang elok. Baru kuketahui jika suami Tante Nina rupanya menagalami ejakulasi awal. Sebetulnya sekarang saya kebingungan akan status anak Tante Nina. Yah, demikianlah ceritaku sampai saat ini saya masih tetap jadi PIL Tante Nina bahkan juga saya menjadi lebih sukai dengan wanita yang lebih tua dariku. Juga pernah saya temani sesatu orang kenalan Tante Nina yang nasibnya sama dengan Tante Nina, memiliki suami yang ejakulasi awal dan sukai daun muda buat obat tahan lama muda, dengan menelan air mani pria.
ABG Bokep Indo Panlok Bispak Blowjob Amateur
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo