Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Jilboob nyepong
439
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Saya ialah seorang pria dan sekarang saya jadi seorang karyawan yang bekerja dalam suatu bank swasta internasional yang pangkatku cukup tinggi. Saya telah berusia 30 tahun dan kedudukanku ialah jadi manajer pemasaran, sebutlah saja namaku Anto. Karena saya mendapatkan status manajer, aku juga jadi stress dan untuk melampiasnya, saya kerap bertandang keluar kota untuk hilangkan stress bersama dengan istriku.Tetapi entahlah kenapa, beberapa minggu ini istriku kelihatan gampang sekali geram, hingga saat saya berasa tidak mau lakukan hubungan seksual kerap kali tidak berhasil. Ini membuat fokusku dalam tugas sedikit terusik. Memang untuk kita beberapa lelaki, sex selalu jalan pertama kali yang kita menempuh dalam kurangi beban pemikiran, jika tidak tersalurkan maka mengusik semangat dan pemikiran kita. Dan hal tersebut yang saya alami beberapa minggu akhir-akhir ini.Apa lagi bulan-bulan ini ialah bulan mendekati hari raya lebaran yang mana semua baik itu besar atau kecil mengantongi keuntungan sebesarnya. Dan ditempatku, kondisinya kebalik hingga penekanan yang saya rasakan makin berat dan membuatku harus melepas semua beban itu dengan lakukan semuanya di kamar mandi, karena istriku sendiri mengalami permasalahan pada tempat kerja. Tetapi semuanya usai saat hari itu, hari kamis. Di mana saya pulang kerumah seperti umumnya jam 19.00. Saya sampai di dalam rumah, sesudah memarkirkan mobilku, saya jalan masuk dan berjumpa dengan istriku yang baru pulang dari kerja. Kami berciuman dipipi Ke mana saja lalu saya masuk ke kamar untuk ganti baju. Lantas aku juga mandi untuk beri kesegaran diri dari semua kepenatan yang menglingkupiku. Selesai mandi, di luar kedengar suara orang ketawa dan sesudah saya keluar saya menyaksikan rekan wanita adik istriku tiba bertandang. Gadis itu namanya Yeni, yang tinggal sejumlah rumah dari rumahku ini."Malam mas…?", sapa Yeni padaku. "Malam Yeni, pa kabar…?", saya balik menanyakan. "Baiiiik sekali mas. memang bagaimana kondisi kantornya? Kok kelihatannya tegang sekali getho ya…?", Yeni padaku karena melihatku kusut walau sudah usai bersihkan diri. "Getho deh, namanya kantor tentu teganglah..". Jawabku singkat.Tidak menyengaja, saya memperhatikan Yeni yang memakai baju kerjanya. Dia terlihat demikian elok, apa lagi tugas sebagai tugas penting disalah satu perusahaan IT yang populer di Ibukota. Tetapi semuanya saya kesampingkan.Saya dekati istriku yang saat itu sedang tukar baju, sesudah usai mandi. AKu dekap ia dari belakang dan memulai menciumi lehernya yang disebut salah satunya titik kurang kuatnya, tetapi bukan nafsu yang kudapatkan justru dipandang yang membuat geram. Dia mendorongku dan menjelaskan jika dia tidak sedang suasana hati untuk melayaniku, karena itu aku juga pergi dan duduk dihalaman rumah sekalian merokok untuk hilangkan emosi yang membara di dalam hati.Saya duduk menyendiri sekalian nikmati bir yang saya membawa dari dalam sekalian merokok. Memandang kelangit yang gelap, memikirkan bagaimana kehidupanku di masa mendatang. Saya yang pada intinya ialah lelaki yang setia, tidak mampu berpikiran harus pisah dengan istriku, dan hidup menyendiri. Benar-benar sebuah bayang-bayang yang selalu kutepis. Tetapi bayang-bayang akan dekati realita, semuanya disokong dengan keadaan istriku yang populer dan penghasilan yang semakin besar dariku, atau dia sudah memperoleh rekan pria lain. Pikiran2 Tersebut yang selaluku sejauh ini. Karena terlampau repot dengan pikiranku sendiri sampai mengetahui kedatangan Yeni yang duduk di depanku. Saya kaget saat Yeni panggilku dengan lumayan keras."Mas…!!!". "Eh ya, sori gak denger…?!", kataku terkejut. "Ih mas Anto, melamun terus tuch..?", kata Yeni kembali. "Iya, maaf ya. Memang ada apakah fen..?", bertanya mereka kembali. "Gpp mas, kelihatannya mas Anto pusing sekali, kusut getho..?". "Biasa sajalah banyak masalah…?!". "EMang Yeni dapat tolong apaan…?", kata Yeni semangat.Saya sempat kaget dengar pengakuan Yeni, tetapi saya selekasnya menjawab,"Gak perlu, kok gak langsung pulang mengapa Yeni..?", bertanya balik. "Hehehehe… di rumah tak ada orang, Yeni takut sendiri, pulangnya entar tunggu mama..", kata Yeni malu2.Sesudah saya ambil minumanku dan meminum, tetapi saat saya melihat ke Yeni terkuak dan melihat kelembutan pahanya yang putih, membuatku langsung terangsang. Lantas saya bertumpu dan menggerakkan kembali rokokku, coba hilangkan semua nafsu yang ada mendadak. Lantas istriku dan adiknya keluar di rumah dan mohon pamit padaku untuk keluar sesaat lagi mall, untuk berbelanja keperluan bulanan. AKu menggangguk, sementara adik iparku bicara pada Yeni meminta menanti kalau ingin, kalau tidak turut saja. Sementara Yeni menjawab tunggu saja. Tuntaskan istriku dan meninggalkan tinggalkan rumah.Saya berbicara pada Yeni, kalau butuhku saya ada di dalam. Lantas saya pergi tinggalkan Yeni yang duduk sekalian bermain dengan HPnya. Saya masuk ke, tetapi saya di ruang tamu dekat tirai, untuk melihat lebih dekat Yeni yang membelakangi tirai, hingga bisa terlihat lebih terang. Apa lagi saat Yeni melepaskan blasernya, kerja bloush yang memliki renda pada wilayah kancing, dengan warna yang tidak begitu jelas tetapi menyaksikan keelokan badan imut Yeni. Saya tidak kuat kembali, karena itu aku juga selekasnya pergi tinggalkan ruangan tamu dan ke arah kamarku. Penisku demikian tegangnya, selang beberapa saat kedengar suara panggian Yeni padaku,"Mas..mas Anto…mas..?". "Apa Yeni..??", menanyakan sekalian buka pintu kamarku. "Mas, Yeni menumpang minum ya..?". "Ya..?", jawabku singkat.Memandang nanar badan Yeni yang cantik, apa lagi waktu itu tidak menggunakan kembali blasernya, dengan bloush yang berpengaruh dalam tubuh cantik> Bra warna biru yang tercetak terang membuat saya makin tidak bisa nafsuku sendiri, kemungkinan tidak demikian kelihatan karena tertutup blasernya, tetapi saat ini semuanya demikian cantik dan memikat.Usai minum, Yeni kembali ke arah kamar makan di mana saya telah menunggunya. Kami berjumpa dan Yenipun tersenyum manis. Saya berdiri didepannya, lalu Yeni jalan kembali disampingku. Ada keraguan di dalam hati berkenaan semuanya, di antara nafsu dan akal sehatku. Tetapi nafsukulah juaranya, karena itu secara cepat tangan Yeni saya tangkap, dan dia kaget. Saya kembali dan selekasnya menarik Yeni ke pelukanku. Yeni tidak menantang cuma mengutarakan keterkejutan penuh rasa. Saya dekap Yeni dan kecupan halus, tetapi penuh nafsu.Yeni tidak menantang pasrah, sampai pada akhirnya dia terbawa oleh nafsunya sendiri dan membalasnya lumatanku. Tanganku tidak stop demikian saja, meraba punggungnya, turun ke bawah lalu meremas kuat bongkahan bokong yang bundar dan penuh punya Yeni, untuk tingkatkan terangsang. Penisku yang paling tegang melekat keras pada perut Yeni, renyutan kuat penisku berasa demikian kuat membuat Yeni juga turut semangat.Tanganku bergerak makin liar, ke arah sisi depan badan Yeni. Buka kancing bloushnya satu tatap muka dengan terbuka semua, dan menyelusup masuk ke dalamnya, saya remas halus payudara Yeni yang memiliki ukuran kira2 34 cup b itu. Tiap reasan yang saya kerjakan Yeni mengeluh sela kecupanku, menghidupkan semangat. Selanjutnya tanpa kusadari tangan Yeni bergerak ke arah selangkanganku, open celanaku dan meremas halus penisku yang sangat tegang. Sesaat selanjutnya, berpijar saya jika yang saat ini kulakukan ini ketentuan dan saat itu saya melepas kecupanku dan remasanku pada payudara Yeni. Saya jalan mundur sekalian mengutarakan penuh perasaan bersalah pada Yeni yang telah terangsang oleh karenaku. Mukanya seiringnya memeras, dan napasnya juga mengincar dengan nafsu yang mencapai puncak. "Maaf..maafkan…aku Yeni..maaf..", kataku berpikiran. "Maafkan mas Anto, Yeni, maaf…", kataku makin kacau-balau. Tetapi mendadak Yeni sentuh bibirku dengan jarinya, dan berbicara halus, "Gpp kok mas. Yeni tahu kok…", kata Yeni pilihku. "Memang mas Anto kembali ingin sekali ya…?", bertanya Yeni kembali. "Iya, tetapi ya udahlah, gpp. Maafkan mas ya Yeni…?!", kataku kembali. "Ingin gak bantuin Yeni…?", kata Yeni perlahan sekalian memperhatikan tajam.Saya kaget dengan jawabnya. dan mengungkapkan Yeni seakan tidak yakin dengan yang barusan dia ucapkan. Yeni dekatiku, lalu dia menarikku merapat dan berbisik ditelingaku, dia menciumku setelah itu. Secara halus, sampai pada akhirnya aku juga membalasnya kecupannya.Tangan Yeni arahkan kami ke merapat, dan meletakkannya pada payudaranya, lalu menolong menolong meremas payudaranya sendiri. Saya, kerjakan pertama secara halus lalu makin kuat dan penuh gairah. Selanjutnya, saya merengkuh badan Yeni dengan kuat. Kecupankupun turun pada leher tingkatan Yeni. Desahan halus dari semangat fe, saat kita buka kait penahan bra, lalu menyingkapkannya dan salurkanpun langsung ke luar dengan halusnya Yeni. Desahan Yeni beralih menjadi erangan penuh nafsu."Aaahh..aahh..mas….oohh…..", erang Yeni.Tanpa melepaskan tugas, saya nikmati menikmati dan keelokan badan Yeni.Waktu berakhir dan kecupankupun sudah berbeda pada payudaranya, erangan dan gelinjang badan Yeni makin keras dan kuat. Apa lagi saat ini sudah duduk di atas pangkuanku dengan kaki lebar terbuka dan rok span yang terkuak sampai pinggulnya. Kecupan dan jilatanku pada payudara Yeni membuatku makin keras, apa lagi saat jariku menggosok vagina Yeni yang sudah basah dan cuma ditutup oleh celana dalam mode thong kepunyaannya yang sudah basah kuyub oleh cairan kepuasannya."Aaah..aahh..mass..aahh….aahh…", erang Yeni.Sesudah sesaat Yeni kembali mengeluh panjang, dan saya segera coba coba kurangi suara erangan kuat Yeni. Badan Yeni menggeliat luar biasa sekalian merengkuhku erat2. Badan kami berdempetan ketat.Sesudah sesaat selanjutnya, Yeni sudah tenang. Dia mengucapkan terima kasih padaku, dia tersenyum manis dan berbicara sela gemuruh napasnya,"Hah..nikmat..sekali..mas..hah..hah..enakk..bang et, sekarang gantian hah..hah..Yeni.".Dia berdiri dan menarik turun celana dalamku dan kaget saat menyaksikan penisku yang telah tegang berdiri dengan kokohnya, penisku yang memiliki ukuran sekita 15 cm tidak demikian panjang tetapi diameternya yang gendut kelihatan besar. Yeni menggenggamnya penuh rasa hati2 dan gairah, sesudah tergenggam, Yeni mengocaknya perlahan-lahan dan membuat yang telah berbahagia jadi lebih gampang capai pucuk nafsuku. Eranganku mengeras bersamaan dengan kocokan Yeni pada penisku.Yeni mengusung badannya dan sekalian menyingkapkan celana dalam mode thong punya saya bimbing penisku pas berdiri tegak di bawah bibir vaginanya. Yeni turunkan perlahan-lahan dan peniskupun bibir bibir vagina Yeni, rasa hangat dan basah dan detakan kuat menegur penisku, benar-benar nikmati yang telah lama saya mencari dan damba. Dengan 1 pergerakan penisku tenggelam dalam lubang vagina Yeni, pijatan dan detakan dinding vagina Yeni begitu nikmat,"Aaahh..mas…aahh….enakk.bangett..aahhh".Sesudah diam diri menyesuaikan, Yeni lalu bergoyang secara halus mundur-maju, memutar dan turun naik, dalam pada itu penisku seperti dipelintir dan dan dipijat halus oleh dinding vagina Yeni, membuat cuma tidak sampai 2menit telah mengeluh panjang."Aaahh..aahh.Yeni…..Yeni…aahh…aku..mauu..k eluarr..aahh..aahh..", erangku. "Aaahh..aahh..keluarrinn..keluariinn..mas..aahh..a ahh..enakkk.bangett..". Yenipun makin mainkan tehniknya sampai aku juga mengeluh panjang, sekalian merengkuh badan Yeni penisku berkedut kuat memuntah sperma berkali2 dalam lubang vagina Yeni. Yenipun makin pendusta bergoyang di atas penisku. Sementara pijatan dan remasan dinding vagina Yeni makin pendusta memberi rasa nikmat yang tidak ada tara.Rasa nikmat yang tidak ada tara itu kembali menguasaiku saat, sesudah usai mencpai pucuknya Yeni tidak stop justru makin pendusta bergoyang. Mendadak Yeni merengkuhku kuat dibarengi dengan gelinjang dan kejangan pendusta pada badannya, kamipun berciuman panas. Sementara Yeni jaga vaginanya sampai penisku tenggelam keseluruhannya. Rasa nikmat itu benar-benar sangat.Kami berangkulan sesaat sampai semuanya berkurang, dan Yeni yang pertama melepas dekapannya dan sekalian menggenggam, dia berbicara,"Mas..hah..hah..nikmat sekali. Terima kasih mas, nikmat sekali rasanya…hah..hah..". "Iya, saya nikmat. Terima kasih Yeni, nikmat sekali. Mas senang sekali..". "Hihihihi…mas Anto nakal ya.", kata Yeni yang berdiri, lalu membenarkan kembali celana dalamnya dan dia bertimpuh di depanku.Dia menggenggam penisku yang tegang dan mengelusnya, lalu menjilat-jilatinya dari buah pelirku s/d kepala penisku."Ahh..nikmat Yeni, nikmat..ahh.. Maaf ya barusan saya keluar duluan…?", kataku. "Emmhh..gpp mas, kalau mas keluar kembali gpp kok.", kata Yeni yang selanjutnya mengulum penisku.Dia menjepitnya dengan bibir minimnya dan menik turunkan kepalanya sementara lidahnya menjilat-jilati kepala penisku dan Yeni lakukan hisapan halus pada penisku. Kombinasi dari semuanya benar-benar menikmatinya. Yeni melepas kulumannya dan kembali mengocak penisku secara halus, lalu mengulumnya kembali, aku juga mengerang2 kenikmatan. Yeni lakukan itu berkali-kali, dan di menit ke-3 saya mengeluh keras, dan peniskupun megar makin besar dan mendadak penisku menyemprtokan sperma di dalam mulut Yeni, Yeni yang ketahui tanda-tanda saya memperoleh pucuk kepuasanku tidak melepas kulumannya justru makin kuat."Aaah..aahh.. Yeni..ohh… Yeni…aahhh..croot.croott..aaahhh..".Seringkali semprotan di dalam rongga mulut Yeni, sampai ada banyak tetes spermaku yang keluar sela bibir minimnya yang mengulum penisku. Yeni melepas kulumannya dan sekalian bertimpuh dia menelan spermaku yang mulut mulutnya. Kemudian, Yeni saya tolong berdiri dan dia mengatur dianya yang berantakan, dimulai dari bloush bekerja s/d roknya.Sesaat kemudian, Yeni sudah usai berbenah dan kembali duduk dihalaman depan, bersama denganku."Yeni, gak kekamar mandi…?", tanyaku. "Gpp mas, Yeni baik2 saja kok. Terima kasih ya mas..?!", sebut Yeni padaku. "Iya sama2…", jawabku sekalian tundukkan kepala.Pas kemudian, istriku dan adiknya pulang dari mall dekat rumah. Dan situasi rumah ramai kembali seperti umumnya. Tetapi, yang lain ialah suasan hatiku yang sudah memperoleh kepuasan dari Yeni, rekan adik iparkku sendiri. Yeni kelihatan cukup kusut dengan keringat yang mulai banyak muncul disekujur badannya, sisa spermaku yang pernah berkenaan payudaranya juga dibikin bersih. Tidak ada yang berbeda, cuma kurangi beban hati saja.
ABG Bokep Indo Panlok Bispak Hijab Blowjob
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo