Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Lucyana Tocil Ngewe sama Laki Orang
483
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Cerita ini terjadi sekitaran awalnya Januari, di mana saat itu saya sedang sendiri di dalam rumah, sedang menonton TV mendadak saya di kejutkan oleh suara bel mengeluarkan bunyi."Kringg.. kring.." suara bel mengeluarkan bunyi itu membuat saya kaget.Selanjutnya saya buka pintu, saya menyaksikan seorang gadis berdiri memakai pakaian kaos warna putih dan rok mini warna hijau sampai ke lutut, mukanya elok dan lezat dilihat mata. Saya menanyakan, "Mencari siapa dik..?"Ia balas dengan menanyakan, "Apakah benar ini rumah paman Mail..?" Saya kaget, karena nama yang ia sebut ialah nama papaku. Selanjutnya saya menanyakan kembali. "Adik ini siapa?"Ia cuma tersenyum. Senyumnya manis sekali, lalu saya jawab, "Betul, ini rumah paman Mail," ikatku kembali. Dan satu kali lagi ia tersenyum, manis sekali, membuat hatiku dag dig dug.Saya menanyakan kembali, "Adik ini siapa sich..?"Sekalian terseyum ia mengenalkan dianya, "Namaku Naomi," ucapannya berhenti. "Saya tiba kesini diminta mama untuk sampaikan suatu hal untuk paman Mail." "Oh iyah.." saya sampai lupa menyilahkan ia masuk rumah. Lantas kusuruh ia masuk. "Silahkan masuk," kataku.Saya persilahkan ia masuk, "Kan tidak nikmat berbicara di muka pintu, apalagi tamu."Sesudah bicara sebenter di muka pintu, ia masuk dan duduk di bangku ruangan tamu. Sesudah kupersilakan duduk, saya mulai menanyakan kembali mengenai ia, dan siapa ia bagaimana hubungan dengan papaku."Jika bisa tahu, adik ini siapa yah..?" "Hihihi.." ia ketawa, saya jadi bingung, tapi ia justru ketawa. "Jika tidak salah, tentu abang ini bang.. Sultan yah?" tambahnya. Saya kaget, darimanakah ia mengetahui namaku, lalu saya menanyakan, "Kog adik tahu nama abang?" Lalu ia ketawa kembali, "Hihihi…..tahu donk." "Periode abang lupa sama saya?" sambungnya. "Saya Naomi, bang. Saya anaknya tante Elen," celotehnya menerangkan. Saya kaget, "..ah.. sehingga kamu anaknya tante Elen?" tambahku.Saya jadi tercenung. Saya baru ingat jika tante Elen punyai anak, namanya Naomi. Saat itu saya masih SMP kelas 3 dan Naomi kelas 1 SMP. Kami dahulu kerap bermain di taman bersama. Saat itu kami belum mengetahui mengenai apa yang bernama cinta/seks dan kami tidak bertemu kembali karena saat itu saya ke Australia sekitaran dua tahun.Sekembalinya dari Australia saya tak pernah ke tempat tinggalnya karena repot sekolah. Telah kurang lebih tiga tahun kami tidak bertemu, sampai saya mahasiswa tingkat 2, saya tak ingat namanya kembali, sekarang berjumpa telah besar dan elok kembali.Lalu kubertanya kembali menghamburkan lamunanku sendiri, "Bagaimana berita mamamu?" tanyaku. "Baik…" jawabannya.Selanjutnya ia mengulang tujuan dan maksudnya. Ucapnya, papaku disuruh mamanya untuk tiba ke tempat tinggalnya untuk mengulas suatu hal.Lalu saya balik menanyakan dengan ingin tahu, "Kurang lebih yang hendak dibahas apa sich..?" Ia menjawab sekalian tersenyum manis yang memikat. Sekalian tersenyum, saya memerhatikan dianya ingin tahu.Mendadak ia berbicara, "Rupanya abang tampan dech, rupanya mama tidak salah ngomong."Saya menjadi salah tingkah dan mukaku memeras karena disanjung. Adik ini ada saja pikirku. Selanjutnya saya menyambut ucapannya, "Rupanya tante Elen punyai anak elok juga. " ia cuma tersenyum saja."Paman Mail ke mana bang?" ia menanyakan buka kesunyian. "Belum pulang kerja." jawabku. "Hmmm…" gumamnya. "Ya sudah dech, titip pesen saja getho barusan, ya bang!" pastikan. "Iya… oke." jawabku tentu. "Janganlah lupa yah..!" lebih pastikan. "Iya.." saya tekankan kembali."Oke dech.. jika getho Naomi pamit dahulu yah.. tidak dapat semakin lama nih.. mama ngomong tidak boleh semakin lama." terangnya. "Pamit yah bang!" sambungnya. "Oke dech," menyetujui. "Berhati-hati yah!" ikatku seperti cowok-cowok lain pada cewek biasanya.Ia cuma tersenyum menjawab, "Iya bang…"Nach, detik itu jugalah peristiwa itu terjadi. Tidak paham mengapa ia mendadak tarik tanganku dan mencium pipiku. Bersatu rasa kebingungan dan asyik di hatiku."Waduh… untuk apa itu lah?" tanyaku bodoh. Ia cuma tersenyum. "Abang tampan dech," terangnya sekalian melepas pegangan tangannya.Nach, itulah, karena menurutku aji mumpung perlu diaplikasikan, saya tangkap tangannya dan balik mencium pipinya. Ia jadi terkejut dan saya cuma tersenyum saja, memasangkan muka innocent yang jauh dari prima.Balas sakit hati pikirku. Karena kepalang keasikan dan telah muncul gairah. Saya membulatkan tekad kembali untuk mencium bibirnya mengganggu rumah tinggalnya karena terkejut pada kecupan pertama kaliku barusan."Mumpung rumah sepi… peluang nih.." pikirku dalam hati. Saya membulatkan tekad agar semakin kembali dengan meraba benjolan yang berada di dadanya yang terbungkus bra di luar. Ia mendesah, "..ahh..hem.."Benjolannya cukup cukup jika tidak salah taksir, kurang lebih 32b besarnya. Karena sangat bergairah, dan ego kelelakianku bertambah, keinginan itu juga muncul. Saya belai badannya perlahan-lahan dan terus menaik sampai ke lehernya. Kubuka pakaian yang ia gunakan sampai lepas. Dan saya terus meraba bongkongnya yang cukup besarnya jika tidak salah taksir dapurnya kurang lebih 61."Seperti vokalis saja," gumamku dalam hati.Karena kondisi kurang memungkinkannya, kugendong ia ke kamarku sekalian kami berciuman terus. Kurebahkan ia di kasur dan kutindih ia. Kubuka pelan-pelan kaos yang ia gunakan dan BH-nya saya membuka sampai polos. Terpajang di depanku sebuah panorama yang cantik, sebuah gunung dua yang paling cantik dengan puncaknya warna merah ranum.Saya dengan rakusnya meremas dan mengulum kanan dan kiri. Tanganku dengan aktif terus menyebar ke rok yang ia gunakan. Pelan-pelan saya turunkan sampai terbuka semua. Saya menyaksikan kodam (kolor,dalam) warna putih dengan berenda bunga. Kubuka pelan-pelan dengan sabar, berhati-hati dan halus. Mendadak ia menepiskan tanganku."Tidak boleh bang..! Tidak boleh bang..!" ia meminta, tapi saya yang telah dirasuki setan tidak mengambil berpikir.Selanjutnya kucium bibirnya dan kuremas kembali gunungnya. Ia terangsang. Kucoba mengulang-ulang kembali, kutarik kodamnya (kolor,dalam) pelan-pelan. Ia tidak menepiskan tanganku, terus kubuka dan kuterpana menyaksikan panorama yang demikian cantik yang tidak dapat disebutkan dengan kalimat. Saya menyaksikan sebuah kemaluan yang gundul yang cuma dikitari dengan rambut yang belum lebat. Kusibak rimba yang cukup gundul. Ada cairan bening yang keluar dalam hutannya. Ia telah terangsang. Kubuka bajuku terburu-buru. Bajuku tinggal kodam (kolor dalam) saja tapi Ucokku (kejantananku) mau lompat saja, ingin cari target.Tidak tahan ucokku hingga aku segera meraba hutannya. Kusibak (membuka) hutannya dan saya menciumnya. Selanjutnya kujilat seperti daging yang keluar kemaluannya. Kujilat terus kelentitnya sampai ia meyilangkan kakinya ke leherku."Ahh.. ohh.. yaa.." desahnya.Kumasukan jemari tanganku satu dan kukorek-korek dalam hutanya. Ia makin rapatkan kakinya ke leherku hingga mukaku tenggelam dalam hutannya. Saya tidak dapat bernafas. Saya terus bantai hutannya."Hauhh.. ahh.. yahh.. huhhh.." kedengar suara desahya.Saya terus hirup hingga muncul suara yang entahlah ia dengar atau mungkin tidak. Selanjutnya pelan-pelan kakinya cukup melonggar hingga saya dapat napas dengan bebas kembali. Saya terus mengisap dalam hutannya. Sesudah senang kubermain di hutanya, kuhisap kembali gunung kembarnya, kiri dan kanan."Bang.. saya sudah tidak tahan nih.. ingin keluar.." desahnya. Kupercepat kembali hisapanku, ia mendesah."Ahh.. oohhh.. yahh.. serrrr.." ia lemas. Rupanya ia telah klimaks.Kubuka kodamku dan kejantananku ini kukeluarkan. Taksiranku, kejantananku kurang lebih 14 cm panjangnya jika sudah tegang. Kubimbing kejantananku (ucok) ke hutannya. Kugesek-gesekan kejantananku pada lubang kelaminnya, kusodok pelan-pelan.Awalannya melenceng, tidak masuk. Wah, rupanya ia masih perawan. Kucoba kembali pelan-pelan, tidak bisa juga masuk. Kuberi air ludah ke tangkai kejantananku supaya lebih licin. Selanjutnya kucoba kembali, cuma masuk ujung kepalanya saja, ia mendesah."Aduh.. sakit bang.. sakit.." rintihnya.Saya stop sesaat, tidak meneruskan sikatanku, kukulum kembali gunungnya, dadanya terangkut ke atas. Sesaat ia terangsang kembali, lalu kucoba kembali untuk meyodok (seperti permainan bola billyard).Kusodok terus dengan berhati-hati, saya tak lupa memberikan ludahku ke kejantananku. Karena hutannya becek karena klimaks barusan jadi cukup licin hingga kepala kejantananku dapat masuk ia mendesah."Aduh.. sakit bang…""Tahan sedikit yah.. adikku manis..`ngga sakit kok.. hanya sesaat saja sakitnya…" bisikku di daun telinganya. Ia diam saja. Kusodok kembali, pada akhirnya juga masuk kepala sang ucok, terus kusodok cukup keras agar masuk semua. "Slupp.. blesss.." dan pada akhirnya juga masuk ucokku. Ia menggigit bibirnya meredam sakit. Karena kusaksikan ia meredam sakit saya stop menanti ia tidak kesakitan kembali. Ucokku masih tenggelam dalam hutannya, kusaksikan ia tidak menggigit bibirnya kembali. Kusodok kembali ucokku pelan-pelan dan halus, rupanya ia menyerapinya dan kembali terangsang. Kusodok terus."Ahh.. auuohhh.. yahh.. terus bang.." pintanya karena ia teransang luar biasa sekalian mengoyangkan pinggulnya ke kanan kiri. Ternyata ia tidak kesakitan kembali. Makin kuat kusodok."Auoohhh.. ahhh.. yahh.. uhhh.. terus bang!" kakinya dililitkan ke leherku. "Ahh.. yaa.." rintihnya kembali, terus kusodok cukup keras."Selupp.. selup.." suara ucokku masuk keluar, saya rasakan ada renyutan dalam hutannya seperti mengisap (menarik) ucokku. Rasanya tidak dapat disebutkan dengan kalimat."Yahh.. aouuhh… yahh.." suaraku tanpa sadar karena enaknya. "Bang.. nikmat bang." kusodok terus. "Uohh.. ahhh.. yahh.. terusss bang! Yahh.. yahh.. tidak tahan nih bang.." ia terus berkicau kenikmatan, "oohh.. yahh… aouuhh.. yaa.. i coming.. yes.." terus ia berkicauEntah apa ucapnya, saya tidak paham karena saya rasakan sedotan dalam hutanya makin kuat. Ia meremas kain penutup tilam sampai koyak. Saya terus meyodok dan terus tidak henti-henti."Aouhhh.. ahhh.. yahh.. yaa.. ingin keluar nih bang.." dan, "Slerrrr…" ia keluar, berasa di kepala ucokku. Ia klimaks yang ke-2 kalinya.Saya terus memicu terus memburu klimaksku, "Yahh.. aouuu.. yahh.." ada renyutan di kepala ucokku."Yahh.. ahhh.." saya keluar, kutarik ucokku keluar, kuarahkan ke perutnya. Air maniku sampai 3x menyemprotkan, banyak pula maniku yang keluar, lalu kukecup keningnya. "Terima kasih.." saya katakan.Kusaksikan ada bintik darah di sprei tilam, rupanya darah perawanya. Lantas kuajak ia bersihkan diri di kamar mandi, ia menggangguk. Kami mandi bersama. Mendadak ucokku bangun kembali menyaksikan bongkongnya yang padat dan kenyal itu. Kutarik pantatnya dan kutunggingkan. Kusodok dari belakang."Aduh.." gumamnya karena masih cukup sempit dan masih berasa nyeri karena baru lenyap keperawanannya.Ia terangsang kembali, kuremas gunung kembarnya, saya berdengus. "Ahh.. aouhhh.. yaaa.""Crottt.. croottt.. crottt.." kukeluarkan maniku dan kutumpahkan di pantatnya.Kami terus bermain sampai 3x. Saya terpikir jika sesaat lagi mama akan pulang, lalu kusuruh segera sang Naomi mandi dan kenakan bajunya. Kami tersenyum senang."Terima kasih yah bang," saya tersenyum saja dan saya mencium bibirnya kembali dan membisikkan ke telinganya, "Kapan-kapan kita main kembali yah!"Ia cuma tersenyum dan, "..iya," jawabannya. Sesudah berpakain dan merapihkan diri, kuantar ia di depan rumah. Dan kecupan manis di bibir tak lupa ia beri kepadaku saat sebelum pergi. Saya cuma dapat menyaksikan ia jalan pergi dengan cara yang cukup tertatih karena rasakan ngilu di selangkangannya.
ABG Bokep Indo Anak Sekolah Panlok Creampie Bispak Cantik
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo