Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Masturbasi Jilboob cantik toket gede
755
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
ku saksikan keluargaku dan keluarga Kokoku benar-benar berbahagia dengan lahirnya cucu pertama mereka, apa lagi karena bayi pertama kaliku ini ialah lelaki Meskipun saya masih berasa lemas akibatnya karena proses melahirkan yang panjang, saya mengucapkan syukur dapat terus melahirkan dengan proses alami. Tapi bagaimana juga kebahagiaanku berasa belum komplet karena ayah biologis dari anakku tidak dapat menemani saya saat saya menaruhkan nyawa melahirkannya ke dunia. Memang benar, anak yang barusan kulahirkan bukan datang dari benih koko atau suamiku sendiri tetapi dari benih mas Yanto, seorang pria pribumi yang disebut mitra usaha suamiku dan telah memiliki keluarga. Saya sempat cemas apa anakku nanti semakin lebih serupa bapak biologisnya dibadingkan dengan ibunya, karena jika ini terjadi karena itu perselingkuhanku langsung akan kedapatan. Tetapi ketakutanku rupanya tidak berargumen karena mata anakku masih tetap sipit dan berkulit putih meskipun bagian-bagian mukanya lebih serupa mas Yanto daripada Koko. Saya mengharap akan berjumpa mas Yanto kelak di jam kunjungan untuk menunjukkan padanya jika anak biologisnya itu sehat-sehat saja. Dalam kebahagiaannya Koko dan mertua wanitaku menjelaskan jika mereka mengharap saya melahirkan 2 sampai 3 anak kembali supaya rumah tidak sepi ucapnya. Saya cuma tersenyum kecut karena saya tidak demikian percaya apa mas Yanto masih ingin menghamiliku kembali ? Bahkan juga saya tidak paham apa saya masih mempunyai peluang untuk bercinta dengan mas Yanto kembali. Namaku Syeni, umurku waktu itu 29 tahun, saya turunan Chinese yang totok dan saya saat ini jadi ibu rumah-tangga yang setiap hari bekerja menjaga ke-2 mertuaku karena suamiku yang umurnya lebih tua dariku masih serumah sama orang tuanya. Saya baru menikah satu tahunan dengan Koko dari perjodohan antara keluarga. Sebetulnya bukan saya tidak sanggup cari kekasih sendiri untuk jadi suamiku tapi umumnya kekasihku tidak sesuai selera orang tuaku yang cukup kolot hingga pada akhirnya saya "telat kawin". Menurut beberapa orang mukaku benar-benar ciri khas oriental dengan kulit yang putih bersih, rambutku hitam lempeng panjang sampai ke melalui pundak. Meskipun tubuhku tidak dapat disebut langsing, tetapi juga tidak dapat disebut gendut karena tidak ada lipatan-lipatan lemak pada badanku. Kelebihanku ialah ukuran dadaku yang extra besar tetapi padat demikian pula dengan pinggulku dan bulatan bokongku yang cukup besar. Jika koko telah mintaku kenakan pakaian yang seksi, karena itu benar-benar susah larang lelaki tidak untuk melihatku dengan pemikiran kotor mereka. Saat sebelum menikah, pertemananku cukup bebas dalam pengertian saya selalu tidur dengan kekasih-pacarku sejak di SMA. Kurang dari 5 orang cowok pernah menyetubuhi saya, masing-masing di antara satu sampai dua tahunan lama berhubungannya. Sudah pasti sedikit yang mengetahui rekam jejakku terkecuali sisa cowok-cowokku tersebut karena seseorang tahunya saya ialah gadis yang bagus dan aktivis gereja. Malah dari 5 orang cowok yang sempat menyetubuhi saya, tiga salah satunya malah saya yang mengambil keperjakaan mereka. Menikah dengan Kokoku saat ini seakan-akan hukuman untuk pertemanan bebasku awalnya, ruangan gerakku jadi benar-benar terbatas karena nyaris tidak dapat keluar dari rumah terkecuali untuk berbelanja atau ke gereja. Berbelanja kepentingan keluarga telah terlampau meletihkan untuk mertuaku, hingga saya dapat pergi sendiri karena koko tidak ingin mengantarkan. Jika ke gereja apa lagi, Kokoku dan keluarganya benar-benar paranoid dengan gereja khususnya pendeta-pendetanya tetapi untungnya mereka tidak molorangku untuk turut kegiatan gereja khususnya yang tidak harus keluar bantuan. Sesudah satu tahun menikah, saya belum menunjukkan pertanda akan hamil walau sebenarnya ke-2 mertuaku terus menerus menanyakan karena memandang peluang untuk anaknya telah makin sempit. Saya jadi cukup stress pikirkannya karena jika dicheck ke dokter semua baik saja. Apa ini karena dahulu saya pernah menggugurkan kandunganku sampai 5 kali ? Sudah pasti saya tidak dapat bercerita ini ke dokter kandunganku. Justru saya mengucapkan syukur dokterku tidak dapat mendapati beberapa bekas aborsi yang sempat saya kerjakan. Dari tiap jalinan dengan ke-5 orang kekasihku, masing-masing pernah membuatku hamil. Gairah berahiku yang besar sekali kerap membuatku lupa tempat dan waktu untuk meminta selekasnya ditiduri ke kekasih-pacarku. Mengakibatkan ada banyak persetubuhan yang memaksakan kekasihku melepas spermanya dalam tanpa menggunakan pengaman. Sudah pasti cuma saya sendiri yang mengetahui berapakah kali saya pernah lakukan aborsi, bahkan juga mayoritas cowokku tidak paham jika mereka sudah membuatku hamil karena saya terburu memutus hubungan sama mereka. Cuma pada kehamilan pertama saja yang dijumpai cowokku karena waktu itu saya sendiri cemas dan terjerat dalam ketidaktahuan yang terlalu lama sampai umur kandunganku nyaris 3 bulan sebelumnya terakhir dapat digugurkan. Saya mengenal dengan mas Yanto karena dikenalkan oleh Kokoku saat sebelum kami menikah. Mas Yanto sebagai mitra usaha Kokoku lama, mereka membangun perusahaan sama yang tetap jalan sampai sekarang ini. Semenjak pertama kalinya berjumpa saya punyai hati aneh mengenai mas Yanto, bukan hati jelek justru kebalikannya yakni saya tertarik ke mas Yanto sebagai wanita pada pria. Mengapa saya ngomong aneh karena saya umumnya tak pernah tertarik ke pria beristri dan saya sebetulnya tak pernah tertarik dengan pria pribumi. Usia mas Yanto lebih tua dari koko, benar-benar ramah dan penuh perhatian, selalu dengar musuh bicaranya tanpa pernah menyepelakannya meskipun rupanya ia lebih betul. Ini benar-benar berlainan dengan kokoku yang tak pernah menanggapiku jika pendapatku telah dia anggap salah. Secara fisik meskipun telah usia 40an, mas Yanto kelihatan seksi dengan bulu-bulu tangannya yang lebat. Dan kumis dan jenggotnya yang lebat tetapi beruban memperlihatkan kematangannya dengan asam garam kehidupan. Penekanan mertua dan suami ditambahkan rahasia masa lampau yang tidak dapat saya katakan pada siapa saja membuat saya kerap sakit-sakitan hingga kemudian saya dapat berbicara dengan mas Yanto. Awalannya simpel saja, saya memang menyengaja cari dan meng-add account mas Yanto di FBku. Rasa minatku pada mas Yanto membuatku ngotot ingin lebih mengenali ia dan usaha dapat berbicara. Rupanya mas Yanto benar-benar tidak berkeberatan berbicara denganku dengan catatan janganlah sampai dijumpai oleh kokoku karena ia mengetahui tepat tradisi jeleknya. Maka dari itu kami cuma memakai identitas asli saat memakai account fesbuk tapi untuk chatting masing-masing telah mempunyai nama rahasia lain Awalannya saya cuma berbicara untuk berbasa basi saja atau bertanya sekitar tugas kokoku agar saya dapat semakin pahami ia. Kokoku betul-betul terlampau malas untuk menjelaskan kerjanya sendiri kepadaku karena saya Hanya alumnus SMA dibanding ia yang alumnus S1 perguruan tinggi terkenal dan S2 di luar negeri. Tetapi lama-lama saya mulai berani sharing ke mas Yanto, sudah pasti awalannya cuma untuk beberapa hal remeh tetapi lama-lama karena jawaban-jawaban dari mas Yanto demikian mempersejuk saya mulai masuk wilayah individu. Seperti keluh kesahku saat bersetubuh dengan koko sampai ke kehidupan seksku di periode kemarin. Sebetulnya sich saya "terjerat" oleh kecerdikan mas Yanto yang mulai menyaksikan jika pengalaman seksku lebih bagus daripada kokoku. Tetapi karena ia tak pernah mengadili benar-benar tindakanku, karena itu saya justru berasa betul-betul sudah mendapati rekan curhatku. Sudah pasti saya belum terang-terangan jika saya pernah lakukan aborsi, bahkan 5 kali, karena saya tidak berani menerka reaksinya pada hal yang ini. Chatting di internet memang memungkinkannya orang untuk melalui batasan-batas yang nyaris mustahil dilaksanakan di dunia riil oleh beberapa orang yang sebetulnya sama-sama asing sama sekalipun. Awalannya saya yang coba memancingnya untuk "meningkatkan status" jadi menjalin cinta di jagat maya karena toh saat ini kami telah memakai nama rahasia masing-masing. Rupanya mas Yanto siap saja sepanjang kami menambahkan beberapa code "pengaman" untuk menahan account masing-masing diterobos seseorang. Jadilah kami mulai menjalin cinta di jagat maya, seperti kekasihanku awalnya saya berasa bebas untuk "berhubungan seksual" dengan kekasihku terhitung yang di jagat maya ini kali. Jika saya belum orgasme sesudah ditiduri koko, saya meminta mas Yanto untuk memberikan kepuasanku sampai orgasme lewat persetubuhan ala-ala chatting. Jika mas Yanto ngomong "saya remas remas payudaramu", karena itu saya meremas-remas payudaraku dengan memikirkan mas Yanto yang melakukan. Umumnya cuma sampai mengelus-elus vaginaku saja oleh chattingannya mas Yanto, saya bisa orgasme. Saya betul-betul mulai terpikat dengan mas Yanto dan betul-betul mulai memandang jika saya ini ialah kekasih gelapnya ia. Untuk makin mempermudah komunikasi kami, mas Yanto lalu mengajarkanku untuk manfaatkan webcam dari notebookku hingga saat ini kami dapat sama-sama menyaksikan satu sama yang lain. Tanpa malu saya kerap tampil di muka webcam dimulai dari kenakan pakaian seksi, kenakan pakaian kurang, bertelanjang bundar sampai beronani. Sudah pasti hal tersebut cuma dapat saya kerjakan saat koko tidak sedang berada di rumah, dan mertuaku tidak dapat mendapatiku karena kamarku berada di lantai 2. Bercumbu di jagat maya lama-lama mulai kurang cukup bagiku, saya mulai inginkan bercinta betulan dengan mas Yanto. Saat saya berikan kemauanku ini, rupanya mas Yanto juga punyai kemauan yang serupa. Walau bagaimanapun rupanya benar-benar susah mendapati saat yang cocok untuk berjumpa karena mas Yanto ingin persetubuhan yang pertama kali harus penuh kesan-kesan bukan persetubuhan singkat di mobil misalkan. Ini membuatku nyaris jadi patah semangat karena saat yang ada buatku sangat terbatas yakni saat saya ke pasar atau ke gereja. Tetapi pada akhirnya peluang itu tiba , karena satu hal Koko tidak dapat ke Singapura untuk beli obat buat mertuaku hingga ia mintaku yang ke sana. Kesempatan kali ini tidak saya menyia-nyiakan, saya sekaligus merayu Koko untuk biarkan saya berobat menyuburkan kandunganku di Singapura, terserah itu dilaksanakan di rumah sakit atau ke shinshe yang berada di sana. Dasar jika sudah peruntungan, rupanya mertuaku benar-benar memberikan dukungan bahkan juga turut menemukan info tentang klinik yang dapat saya kunjungi. Pada akhirnya saya bisa izin untuk ke Singapura sepanjang lima hari karena perawatannya sendiri membutuhkan proses ambil contoh sebelum serta saat masuk periode suburku. Saya atur agenda kepergianku bersama dengan mas Yanto, sudah pasti tanpa setahu Koko. Kami akan bermalam di hotel yang serupa tapi berlainan kamar, mas Yanto sendiri mempersiapkan dua kamar untuk mengantisipasi dari semua peluang. Penerbangan kami semula akan dibikin berlainan, tapi mas Yanto cemas jika ada suatu hal menerpaku karena saya tak pernah betul-betul pergi sendiri ke luar negeri hingga pada akhirnya kami memakai penerbangan yang serupa. Di hari H sesampai di lapangan terbang saya segera ke business lounge sama seperti yang disuruh mas Yanto karena ia telah menanti di situ. Sesudah cipika cipiki kami coba mengobrol, rupanya semuanya menjadi kikuk kembali tidak selancar waktu bercakap chatting di internet tetapi pada akhirnya mas Yanto sukses cairkan situasi dengan gurauan-gurauannya. Meskipun kami usaha berlaku sewajar kemungkinan tetapi tidak dapat disangkal masih tetap kelihatan ada situasi kemesraan antara kami. Beberapa orang di situ kerap melirik kami dengan penglihatan bingung karena menyaksikan pasangan pribumi sawo masak berpakaian casual dengan Chinese putih yang paling sipit yang berpakaian seksi. Pada akhirnya waktu untuk boarding datang, saat sebelum kami jalan ke boarding lounge mas Yanto mendadak berbisik padaku untuk melepaskan celana dalamku di toilet business lounge saat sebelum naik pesawat. Mukaku sampai merah merona karena jemu dengarnya dan sempat protes karena saya telah menggunakan rok mini yang tinggal 1/3 paha jika sedang duduk tetapi mas Yanto keukeuh pada permohonannya. Meskipun saya tidak pahami maksudnya tapi saya patuhi tekad mas Yanto yang menantiku melepaskan celana dalamku di luar pintu toilet dengan senyum nakal. Entahlah bagaimana triknya mas Yanto dapat atur kami duduk bersebelahan di pesawat walau sebenarnya waktu check-in kami terpisah dan kami duduk di baris yang hanya ada dua bangku saja. Saya kembali bingung saat mas Yanto ambil selimut yang ada di bagasi cabin dan menggunakannya untuk tutupi pahaku yang cuma tertutup rok mini. Pikirku kemungkinan mas Yanto tidak terlatih jalan dengan wanita yang kenakan pakaian seksi karena anak dan istri wanita mas Yanto setiap harinya gunakan hijab. Hal tersebut berlainan dengan Kokoku yang selalu inginkan saya kenakan pakaian seseksi kemungkinan, apa lagi karena payudaraku besar sekali dan bundar membuat ia selalu membelikan saya baju-baju yang membuat kelebihan ukuran dadaku makin kelihatan. Dalam pesawat saya mulai berani bergelendotan manja dengan mas Yanto yang membalas dengan ciuman-kecupan kecil di pipi dan bibirku. Jantungku mulai berdebar-debar kuat memikirkan apa yang hendak kami kerjakan sepanjang beberapa malam di depan tanpa masalah siapa saja. Sesudah pesawat take-off tangan mas Yanto segera masuk terbalik selimut yang tutup pahaku. Saat ini saya jadi pahami arah mas Yanto menyuruhku buka celana dalam dan menutupinya dengan selimut. Tanpa kusadari kulit mukaku kembali merah merona dan napasku mulai mengincar, walau sebenarnya tangan mas Yanto baru memijat-mijat pahaku saja. "Hhhhhhhh …." Saya mendesah perlahan sekali saat tangan mas Yanto mulai menyeka-usah pangkal pahaku. Secara perasaanah saya buka pahaku dengan lebar yang memungkinkannya di bangku pesawat dan mengubah status dudukku cukup sedikit merosot pada sandaran bangku agar semua sisi vaginaku lebih gampang dicapai. "Ahhhh …mmmassshhhhh…." Saya mendesah ketahan sekalian merengkuh tangan mas Yanto saat kelentitku mulai diseka-usap jemari tangannya dan mebuat cairan vaginaku mulai membasahi lubang senggamaku. "Masukkan massh… ohhh…masukiiiinnnn …aja…massshhhh…" Erangku karena tidak tahan kembali jika jari-jari mas Yanto cuma menggesek di luar lubang senggamaku saja. CLEEPPP ….. kurasakan salah satunya jemari mas Yanto telah masuk ke lubang senggamaku Srrtt..srrttt ….srrrtt … secara cepat jemari itu masuk keluar lubang senggamaku dibalik selimut. "A…a…a….a…" saya usaha bertahan semaksimal mungkin agar tidak keluarkan jeritan kepuasanku sampai pada akhirnya tanpa sadar saya menggigit-gigit lengan mas Yanto yang dari barusan telah saya dekap. "Ooohhh Tuhaann ….oohh Tuhann … nikmat sekali…ohhhh …" Gumamku saat kurasakan orgasmeku nyaris datang. "Oucccchhhhhhhh…..masss….ahhhhhh…." Tanpa sadar saya menggelinjang di bangku saat orgasmeku tiba dan membuat selimutnya merosot walapun mas Yanto sempat menariknya kembali. "Aduuuh nikmat sekali mas … terima kasih ya …" Kataku sekalian menolong mas Yanto bersihkan jari-jari tangannya yang belepotan oleh cairan vaginaku sampai ke punggung dan telapak tangannya. Saya coba kulum penis mas Yanto sampai berereksi kembali hingga saat ini saya dapat menyaksikan dari jarak dekat benda tadi membuatku meraung-raung kepuasan. Tanpa sadar saya terbawa untuk mengisap dan menjilat-jilati kepala penis mas Yanto sampai mas Yanto akan mendapatkan ejakulasi kembali. Ia meminta saya untuk menelan semua air maninya dan sudah pasti saya ingin melakukan dengan suka hati meskipun awalnya saya tak pernah ingin jika diminta melakukan oleh cowokku yang pertama dan Kokoku. Mas Yanto bukan sekedar berlainan rasa penisnya, tetapi juga berlainan dalam style bercintanya yang selalu memprioritaskan kepuasanku lebih dulu. Ia membuat saya masih tetap punyai harga diri meskipun cuma untuk kekasih gelapnya atau wanita simpanannya. Walau sebenarnya sejauh ini saya selalu diberlakukan tidak lebihnya sebagai objek pemuas syahwat untuk cowok-cowok yang menyetubuhiku. Di saat saya memang memerlukan hal tersebut tidak begitu berasa, tetapi benar-benar menyakitkan di saat mereka membutuhkanku karena biasanya mereka tidak ingin tahu apa saya siap dipenetrasi atau mungkin tidak. Saat di Singapore kami bercinta sekitar 3 sampai 4 kali dalam satu hari, saat bercinta pada pagi hari kami setuju untuk keluarkan air maninya di luar agar saat dicheck di klinik tidak masuk ke medical recordku. Tetapi untungnya metode therapy mereka tidak larang saya bercinta sepanjang jalankan penyembuhan. Beberapa tehnik bercinta kilat kami coba praktikkan meskipun sebetulnya tak perlu jika melhat keadaan sepanjang kami di situ, tetapi mas Yanto percaya jika sesudah kembali lagi ke Bandung peluang untuk bercinta akan benar-benar terbatas. Bercinta di mobil atau di motel-motel short time bisa menjadi kerap kami kerjakan dan mas Yanto ingin pastikan jika saya dapat capai orgasme minimal 1x. Sebentar sesudah landing di lapangan terbang Cengkareng, mas Yanto kembali ajakku bercinta di hotel Lapangan terbang sekitar 2x untuk pastikan pembuahanku dengan benihnya karena waktu itu saya masuk babak periode suburku sebelumnya terakhir kami pulang dengan menumpang travel yang lain. Demikian saya sampai rumah Koko langsung meniduriku tanpa mempedulikan apa saya sedang kecapekan atau mungkin tidak. Pada akhirnya memang saya hamil dan perasaanku yakini jika benih jabang bayiku ialah mas Yanto bukan suamiku. Saya dan mas Yanto sering berjumpa untuk bercinta sampai kandunganku berumur delapan bulan, pengurus motel kerap melihat kami dengan bingung menyaksikan ada wanita hamil besar masih sewa short time di motelnya ia. Walau bagaimanapun keluarga suamiku jadi benar-benar senang dan tidak ada keraguan benar-benar jika benih cucunya berasal dari pihak lain … partner usaha suamiku sendiri.
ABG Bokep Indo Panlok Bispak Hijab
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo