Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
Ngewe cewek cantik di hotel jaksel
-
a week ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Saya seorang wanita walaupun tidak pernah menikah tetapi sempat melakukan hubungan intim dengan seorang pria pacarku sekian tahun lalu. Jalinan kami mau tak mau stop satu tahun lalu saat orang tuanya yang kaya raya tidak menyepakati jalinan kami itu. Paling akhir ku dengan bekas pacarku itu sudah menikah dan berpindah kekota yang lain tidak mau kuketahui tepatnya di mana. Sekarang ini umurku 28 tahun dan bekerja sebagai salah satunya pegawai di perusahaan swasta asing sebagai salah satunya staff public relation. Upah yang kuterima lumayan untuk tamatan sarjana publisitas, potensiku untuk berbicara secara baik dan ramah pada siapa membuat saya dipercayai untuk hadapi beberapa persoalan sulit, dan terima beberapa tamu penting. Satu hari saya diundang oleh big bossku, ia mengeluhkan karena ada inspektor dari kantor pusat di Australia yang tiba dan kelihatannya boss kerepotan hadapi beberapa pertanyaannya. Saya ditugasi untuk temani tamu itu saat di Jakarta. Terang-terangan hatiku cukup bergetar saat pertama kalinya berjumpa dengan Steve. Ia memiliki seks appeal yang hebat, matanya tajam, wajahnya bersih dan bicaranya jernih ditambahkan bajunya yang selalu rapi dan bermerk, terhitung aroma yang dipakai. Sebelumnya saya gugup di baginya, tapi sesudah semakin lama jalinan kami semakin rileks. Saya usaha untuk sembunyikan minatku kepadanya, tapi ia terlihat justru menyengaja memikatku. Sebelumnya ia mengajak saya makan seringkali sampai saya santai. Terus sehari ia ajakain saya ke kafe, nemenin ia minum, saya habis 2 gelas wine kali walau sebenarnya saya tidak pernah minum. Saya rasanya tidak mabok tetapi tubuh saya agak hangat dan santai. Terus ia ngajakin menonton, saya ingin saja karena tidak terlampau malam. Karena yang menonton sepi, ia bebas rangkul-rangkul saya. Anehnya saya diem saja, rasanya nyaman dipelukin ia. Melihat saya diem saja ia semakin berani, wajahnya mulai di deketin ke saya tetapi saya nolak jika ia ingin cium bibir saya. Tetapi lebih kronis karena yang ia cium kuping dan leher saya semakin lama kembali. Walau sebenarnya itu terhitung wilayah peka. Keliatannya ia mengetahui saya mulai ser.. ser an.. Tangannya mulai turun ke dada saya dari pundak. Tangannya mahir sekali walau di luar beberapa putaran jarinya sanggup membuat saya sesak karena buah dadaku mengeras. Tangannya terus saya pegang, tetapi yang satu tertahan lainnya aktif, ia sukses membuka kancing-kancing bajuku sisi atas, tangannya muter-muter di atas BHku yang tipis, malu rasanya jika ia mengetahui pentilku keras sekali. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke pundak, dan.. Wah genting rupanya ia telah turunkan tali beha dan bajuku sampai ke pinggang, bibirnya bermain ia atas behaku, dan sekali rengut buah dada kiriku terpampang pada bibirnya.. Demikian buah dada saya terpampang ia tidak langsung caplok tetapi pentil saya yang keras disengol-sengol dahulu sama hidungnya. Napasnya yang hangat saja telah sukses membuat putingku semakin keras. photomemek.com Terus ia ciumin perlahan-lahan buah dadaku yang 34C itu sebelumnya sisi bawah terus melingkar hingga sebagian besar sisi buah dadaku di cium halus olehnya. Belum senang memikat saya lidahnya selanjutnya mulai menari-nari di atas buah dadaku. Saya tidak ketahan mulai mendesah. Pada akhirnya apa yang saya cemaskan.kuatirkan terjadi lidahnya mulai sapu sekitaran puting dan pada akhirnya.. Akh.. Putingku tersapu lidahnya.. Perlahan-lahan semula, lama-lama semakin kerap dan pada akhirnya putingku dikulumnya. Saat akau berasa nikmat ia melepasnya.. Dan mulai mengecup dari sisi pinggir kembali.. Perlahan-lahan mendaki ke atas dan kembali diamankannya putingku. Ini kali putingku digigit perlahan-lahan sementara lidahnya berputar-putar putar sapu puting itu. Kesan yang diakibatkan hebat, semua kemauanku yang kupendam sejauh ini terasanya kepancing keluar dan berontak untuk selekasnya dipuasi. Menyaksikan saya mendesah ditambahkan berani. Selainnya menggigit-gigit kecil putingku sambil lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku. Terang-terangan saja sepanjang menjanda saya tidak pernah ML kembali. Hati yang kupendam sejauh ini keliatannya mulai bergolak. Itu membuatku biarkan tangannya menggerayangi lutut dan pahaku. ia mengetahui badanku bergidik meredam nikmat, karena kulitku mulai seperti strawbery beberapa titik. Dengan mahir tangannya mulai mendaki dan sekarang ada diselangkanganku. Secara halus ia menyeka-usap pangkal pahaku dipinggiran CDku. Ini memunculkan kesan dan nikmat yang hebat. Saya tidak bisa duduk tenang kembali, sesaat bentar menggeliat. Saya sudah tidak bisa kembali sembunyikan kepuasan yang kualami. Hal inilah kenali dengan lembabnya CDku. Jarinya yang besar itu pada akhirnya tidak sanggup kutahan saat ia memaksakan menyelusup dibalik CDku dan langsung mendapati clitku. Dengan gemulai di amemainkan jarinya hingga saya mau tak mau tutup bibirku supaya lenguhan yang keluar tidak kedengar oleh pemirsa lain. Jarinya halus sentuh clitku dan pergerakannya memutar membuat badankupun terasanya berputar. Pada akhirnya pertahananku bobol, cairan kental mulai mengucur keluar di vaginaku. Dan ia mengetahui tepat hingga ia memaksimalkan gempurannya. Pada akhirnya pucuk itu tiba, kepeluk kepalanya dengan kuat dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan badanku bergetar. Ia dengan sabar masih tetap mengelus clitku membuatku bergetar-getar seakan tidak stop. Lubang vaginaku yang basah digunakan denga baik olehnya. Sementara jemari jempolnya masih tetap mainkan clitku, jemari tengahnya mengorek-ngorek lubangku mensimulasi apa yang bisa dilaksanakan lelaki pada wanita. Saya menggap-menggap dibikinnya. Entahlah berapakah lama ia membuatku semacam itu dan beberapa kali sudah saya alami orgasme, tetapi tidak ada pertanda bagaimana ia akan akhiri permainan ini. Pada akhirnya saya yang mengawali.. Edan.. Entahlah apa yang mendorongku, tanganku tahu tahu meraba-raba selangkangannya.. Disitu jariku mendapati gundukan yang mulai mengeras. Demikian terbawa oleh belaianku, gundukan itu beralih menjadi tangkai hangat yang mengeras. Entahlah kenapa saya jadi suka memikatnya, jariku terus membelai naik turun sejauh tangkai itu yang menurutku supaya hebat ukuran. Secara perlahan-lahan tangkai itu semakin bertambah panjang dan besar memunculkan getaran-getaran yang membuatku kembali capai orgasme. Saat orgasme tanganku secara tidak menyengaja meremas-remas bola-bolanya hingga ia juga terangsang. Sekalian mengecup daun telingaku Steve berbisik.. Shall we.. Go.. Saya tidak tahu harus bagaimana.. Dan menurutinya saja saat ia tarik tanganku bangun dari tempat duduk dan jalan ikutinya.. Keluar bioskop.. Melalui mall dan akirnya sampai di lobi sebuah hotel yang bersatu dengan bioskop dan mall itu. Langkahku cukup terganggu saat melalui lobi.. tapi jemari tanganku tergengam kuat kepadanya dan ia dengan benar-benar tentu membawaku kerah lift yang mengantar kami ke kamar yang rupanya sudah disiapkan awalnya olehnya. Dalam lift Steve sempat mencium bibirku secara halus.. Seperti mencium pacarnya.. Ini membuat badanku semakin bertambah lesu. Saya terheran berdiri di muka kamar yang sudah dibuka pintunya oleh Steve, dan ia dengan santun mempersilakan saya masuk. Sesaat saya diam di muka pintu ragu. Menyaksikan kebimbanganku Steve tidak memberikan peluang dianggkatnya badanku dengan ke-2 tangannya yang kekar dan digotongnya kau masuk. Dengan cekatan ia tutup dan mengamankan pintu. Saya sempat berontak tapi kembali bibirnya melumat bibirku lumayan lama dan dalam hingga kepuasan tidak habis di bioskop barusan kembali ada. Sekalian menuntun saya Steve terus melumat bibirku dan perlahan-lahan tetapi tentu ia jalan ke rah tempat tidur ukuran king size yang ada di di dalam ruangan suite itu. Saya cukup resah menyaksikan keadaan ini. Steve mengetahui hal tersebut dan tanpa melepas kecupannya ia turunkan badanku dengan perlahan-lahan pas di tepi tempat tidur. Kami bertemu berpandangan sesaat, ia tersenyum dan kembali bibirnya mengecup ngecup bibir bawah dan atasku berganti-gantian dan usaha menghidupkan nafsuku kembali. Saya berdesah kecil saat tangannya merengkuh pinggangku dan menarik badanku mendekat ketubuhnya. Bibirnya perlahan-lahan mengecup bibirku, lidahnya menjalar antara dua bibirku yang tanpa sadar merekah menyambutnya. Lidah itu demikian mahir bermain antara ke-2 bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar. Sapuan lidahnya memunculkan sensasi-sensasi nikmat yang belum pernah kurasakan, hingga perlahan-lahan lidahku dengan malu ikuti pergerakan lidahnya cari dan ikuti ke mana lidahnya pergi. Dan saat lidahku menjulur masuk mulutnya dengan cepat ia mengulumnya secara halus, dan menjepit lidahku antara lidah dan langit-langit. Badanku menggelinjang meredam nikmat yang muncul. Saya berasa melayang-layang tidak bertumpu, dampak minuman menambahkan saya kehilangan kontrol. Di saat tersebut saya berasa Steve buka kancing-kancing gaun malamku yang berada dipunggung. Badanku sedikit menggigil saat, angin dingin dari mesin AC menimpa badanku yang pelan-pelan terbuka saat Steve sukses merosotkan gaun malamku kelantai. Saya buka mataku pelan-pelan dan kusaksikan Steve sedang memandang badanku dengan tajam. Ia terlihat terheran menyaksikan badan mulusku yang cuma terbungkus baju dalam yang ketat. Sorotoan matanya yang tajam sapu beberapa bagian badanku secara perlahan-lahan. filmbokepjepang.com Penglihatannya cukup lama stop di bagian dadaku yang membusung. BH ku yang memiliki ukuran 34D memang nyaris tidak mampu memuat bongkahan dadaku, hingga tampilkan panorama yang mengundang syahwat lelaki. Sorot matanya cukup membuat badanku hangat, dan dalam hati kecilku ada hati suka dan senang dipandangi lelaki dengan tatapan penuh ketakjuban. Saya terbawa maju saat lengan Steve kembali merengkuh pinggangku yang ramping dan menariknya mendekat ketubuhnya. Tanganku terkulai lemas saat sekalian merengkuhku Steve mengecup beberapa bagian leherku sekalian tidak berhenti-hentinya membisikan sanjungan-pujian akan kecantikan beberapa bagian badanku. Pada akhirnya ciumannya sampai di wilayah telingaku dan lidahnya secara halus sapu sisi belakang telingaku. Saya menggeliat, badanku bergetar sedikit dan rintihan kecil terlepas dari ke-2 bibirku. Steve sudah serang salah satunya wilayah sensitifku, dan ia mengetahui itu hingga hal tersebut dilakukan berulang-kali. Dengan benar-benar memesona Steve berbisik jika ia ingin habiskan malam hari ini dengan bercinta denganku, dan di amemohon supaya saya tidak menampiknya, kemudia bibirnya kembali sapu sisi belakang telingaku sampai pangkal leherku. Saya tidak mampu menjawab, badanku berasa enteng, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya. Ternyata bahasa badanku sudah cukup dipahami oleh Steve hingga ia jadi lebih berani. Tangannya sekarang sudah buka hubungan BHku, dan dalam waktu cepat BH itu telah terkapar di lantai. Badanku berasa melayang-layang, rupanya Steve sudah mengusung badanku, digotongnya ke arah tempat tidur dan dibaringkan secara perlahan-lahan. Selanjutnya Steve menjauhi dari ku dan dengan perlahan-lahan mulai melepas bajunya secara perlahan-lahan. Anehnya saya nikmati panorama membuka baju ini. Badan Steve yang kekar dan sedikit berotot tanpa lemak ini memunculkan nafsu tertentu. Dengan kenakan celana dalam selanjutnya Steve duduk di ujung tempat tidur. Saya usaha menduga-duga apa yang hendak dilakukan. Selanjutnya ia membungkuk dan memulai menciumi ujunung-ujung jemari kakiku. Saya menjerit kegelian dan usaha menahan, tetapi Steve meminta supaya ia bisa melakukan dengan bebas. Karena ingin tahu dengan kesan yang diakibatkan. Pada akhirnya saya diamkan ia menciumi, menjilat dan mengulum jari-jari kakiku. Saya berasa, geli, tersanjung dan sekalian kepancing untuk selalu meneruskan kepuasan ini. Bibirnya saat ini sedang repot di betisku yang menurut dia benar-benar cantik itu. Mataku terbelalak saat kurasakan perlahan-lahan tetapi tentu bibirnya semakin mengarah ke atas telusuri paha sisi dalamku. Rasa geli dan nikmat yang diakibatkan membuat saya lupa diri dan tanpa sadar secara perlahan-lahan pahaku terbuka. Steve secara mudah menempatkan badannya antara ke-2 pahaku. Pertahananku betul-betul roboh saat Steve menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal-pangkal pahaku. Saya berteriak ketahan saat Steve landingkan bibirnya di atas gundukan vaginaku yang terbungkus celana dalam. Tanpa mempedulikan ada celana dalam Steve terus melumat gundungkan itu dengan bibirnya seperti ia sedang menciumkum. Saya berulang-kali menjerit nikmat, dan persaan yang sudah lama lenyap sekarang ada kembali getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa yang dijumpainya, sprei, bantal serta rambut Steve, badanku tidak dapat diam bergetar, menggelinjang, dan resah, mulutku mendesis tidak menyengaja, pinggulku meliuk erotis secara reflek dan seringkali terangkut ikuti pergerakan kepala Steve. Untuk beberapa kalinya pinggulku terangkut lumayan tinggi dan pada waktu itu Steve tidak menyianyiakan peluang untuk menarik celana dalamku terlepas. Saya cukup tersentak, tapi pucuk orgasme yang makin dekat membuat saya tidak sempat berpikiran atau melakukan tindakan apa saja. Bukit vaginaku yang telah lama tidak terjamah lelaki terpajang di muka mata Steve. Dengan perlahan-lahan lidah Steve sentuh belahannya, saya menjerit tidak ketahan dan saat lidah itu bergerak naik turun di belahan vaginaku, pucuk orgasme tidak tertahan. Tanganku menggenggam dan meremas ramput Steve, badanku bergerta-getar dan naik-lonjak. Steve masih tetap bertahan pada tempatnya, hingga lidahnya masih tetap dapat mengelitik klitorisku, saat pucuk itu tiba. Saya merasa-dinding-dinding vaginaku mulai lembab, dan kontraksi-kontraksi ciri khas pada lorong mulai berasa. Tersebut salah satunya kelebihanku lorong vaginaku secara refleks akan membuat beberapa gerakan kontraksi, yang dapat membuat lelaki tidak dapat tahan lama. Steve kelihatannya bisa menyaksikan kontraksi-kontraksi itu, hingga membuat semakin bertambah gairah. Sekarang lidah nya makin garang dan liar sapu habis wilayah selangkanganku, bibirnya turut mengecup serta sisi cairanku yang mulai mengucur dihisap habis olehnya. Napasnya mulai mengincar. Saya tidak lagi dapat hitung berapakah kali saya capai pucuk orgasme. Steve selanjutnya bangun, dengan status 1/2 duduk ia melepas celana dalamnya, sesaat selanjutnya saya berasa tangkai hangat yang besar sekali mulai sentuh, nyentuh selangkanganku yang basah. Steve buka kakiku lebih lebar, dan arahkan kepala kemaluannya ke bibir vaginaku. Walau tidak kelihatan olehku, saya dapat rasakan begitu keras dan besarnya punya Steve itu. Ia permainkan kepala penisnya di bibir kemaluanku di pergerakan ke atas ke bawah secara halus, untuk membasahinya. Badanku seperti tidak sabar menunggu perlakuan yang seterusnya. Selanjutnya pergerakan itu stop. Dan akau berasa suatu hal yang hangat mulai coba menerobos lubang kemaluanku yang sempit. Tapi karena lubang itu cukup basah, kepala penis itu perlahan-lahan tetapi tentu tenggelam, semakin lama-makin dalam. Saya mendesah panjang saat Steve memasukkan semua tangkai kemaluannya. Saya berasa sesak, tapi sekalian nikmat hebat, seolah semua wilayah sensistif dalam lubang itu terjamah. Tangkai kemaluan yang keras dan padat itu disongsong oleh kehangatan dinding vaginaku yang sudah lama tidak terjamah. Cairan-cairan pelumas mengucur dari dinding-dindingnya dan pergerakan kontraksi mulai berdenyut, membuat Steve biarkan kemaluannya tenggelam cukup lama rasakan kepuasan renyutan vaginaku. Selanjutnya Steve mulai menariknya keluar pelan-pelan dan mendorongnya kembali, lama-lama semakin cepat. Sikatan-sodokan yang begitu kuat dan buas membuat gelombang orgasme kembali melambung, dinding vaginaku kembali berdenyut, gabungan pergerakan ini dengan pergerakan mundur-maju membuat tangkai kemaluan Steve seakan-akan diurut, kepuasan tidak dapat diselinapkan oleh Steve, pergerakannya makin liar, wajahnya menegang, dan keringat menetes dari dahinya. Menyaksikan ini, muncul kemauanku untuk membuat capai nikmat. Pinggulku kuangkat sedikit dan membuat pergerakan memutar pada saat Steve lakukan gerak menyerang. Steve kelihatannya belum terlatih dengan pergerakan dangdut ini, mimik wajahnya semakin bertambah lucu meredam nikmat, tangkai kemaluannya semakin bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya semakin bertambah cepat tapi masih tetap halus. Pada akhirnya pertahanannya jebol, kemaluannya menusuk keras dalam vaginaku, badannya roboh menindihku, badannya bergetar dan melafalkanng saat spermanya menyemprotkan keluar dalam vaginaku berulang-kali. Aku juga melenguh panjang saat untuk beberapa kalinya pucuk orgasmeku terwujud. Sebentar ia biarkan batangnya di dalamku sampai napasnya kembali teratur. Badanku sendiri lemas hebat, tetapi harus kuakui kepuasan yang kuperoleh benar-benar hebat dan tidak pernah kurasakan awalnya. Kami selanjutnya lelap kecapean sesudah mereguk nikmat
ABG Bokep Indo Panlok Bispak Cantik
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo