Bokepan.org | Nonton Bokep ABG Indo
Nonton Bokep ABG Indo
Beranda 🔥 Trending
Bright Mode
Dark Mode
ABG Mahasiswi Creampie Bokep Indo Bokep Jepang Anak SMA Anak SMP Masturbasi Panlok Anak Sekolah Hijab Bispak SPG Perawan Gang Bang Skandal Selebgram Outdoor Bokep Barat Viral MILF Blowjob Anal JAV Uncensored Amateur Cantik Bokep Cina Cosplay
Kategori
Randomize Icon
Acak Video
PAP jilboob gede
643
0
-
2 months ago
Video ini sudah dilaporkan kalau video ini rusak.
Description :
Si cewek merekam dirinya sendiri bermain main dengan toket gede nya, dengan pesona jilbab nya yang sangat cantik. Si cewek pun memain"kan toketnya Narasi Saat ini ialah narasi cabul yang bermula dari Cerita yang saya katakan ini ialah cerita riil, sebelumnya saya takut berceritanya, tetapi karena saya tahu, di sini saya dibolehkan menggunakan nama rahasia, karena itu aku juga berani coba bercerita semua pengalamanku. Saya tahu, narasi pernyataanku ini akan mengikutsertakan beberapa orang, khususnya sebagai "korban" ku, apa lagi bila mereka kebenaran ada yang membaca narasi ini.Kisah ini saya alami lima tahun yang lalu. Waktu itu saya masih seorang mahasiswa D3 dalam suatu perguruan tinggi negeri terpenting di kota Bandung. Saya waktu itu, kurang banyak memiliki rekan wanita, karena saya tidak begitu percaya diri bila ada di dekat wanita. Teman-temanku umumnya lelaki, kami selalu lakukan semua aktivitas bersama-sama. Dari belajar bersama sampai makan-makan.Lama kelamaan aku juga mempunyai beberapa kenalan rekan wanita yang rekan sekelasku. Salah satunya yang namanya Rinda. Rinda dan rekan-rekan wanita ku mayoritas menggunakan jilbab, dan mereka rerata anak pengurus mushola kampus. Awalannya, Rinda dan saya tidak begitu dekat, biasa-biasa saja. Malah saya lebih dekat sama teman-temannya. Ini karena, perawakan Rinda yang biasa saja. Karena selalu menggunakan pakaian gamis jilbab, karena itu wujud badannya juga tidak begitu kelihatan. Tetapi makin hari, saya makin tahu bagaimana watak Rinda, mulai kita berdua jadi dekat, namun tetap, saya tidak tertarik dia.Sampai satu hari saya main ke rumah kontrakannya, di dalam rumah itu Rinda tinggal berdua dengan kakaknya, Fifi, Teh Fifi juga menggunakan hijab. Kelihatannya keluarga Rinda benar-benar soleh sekali. Rinda, meskipun menggunakan jilbab dan condong kerap bicara berkenaan agama, tidak begitu fanatis, Dia masih sukai dengarkan musik2 pop yang sedang trend saat itu. Tersebut yang membuat saya dapat terasa nyaman dekat ia, karena sebetulnya saya terhitung orang yang kurang dalam pengetahuan agama.Semakin hari makin kerap habiskan waktu berdua, anehnya yang ada dipikiranku bukan rasa cinta atau sukai, sama seperti yang umum terjadi di narasi cinta- narasi cinta secara umum, tetapi rasa ingin mencium bibirnya dan mengisap wewangian pipinya yang saya saksikan dari jarak dekat, jarang-jarang sekali Dia memakai make-up. Kulit mukanya tidak begitu lembut, kuning sedikit berminyak dan langsat. Tetapi saya kerap mencium sedikit wewangian keringatnya saat dia dekatkan mukanya atau saat melaluiku atau badannya. Kelihatannya Rinda tidak mengetahui jika saya makin bermotif sentuh beberapa bagian badannya yang tertutup dengan hijabnya.Setiap sesetelah pulang dari tempat tinggalnya, saya selalu merenung di kamar dan melamun bagaimana rasanya mencium bibirnya dan mengisap wewangian kulit pipinya. Bagaimana wujud badannya; Bagaimana rambutnya bila hijabnya dilepas. Semua itu jadi harapan yang ujungnya membuat saya berkeinginan, sampai saya lakukan masturbasi sendiri di kamar. Kuambil minyak bayi yang berada di atas meja belajar, lalu saya buka celanaku, duduk dikursi sekalian mengocak-ngocok penisku. Perlahan-lahan sekalian memikirkan Rinda ada diselangkanganku sekalian mengulum penisku. Tentu saja saya ditolong oleh media, yakni vcd porno. Terang-terangan, habis saya ‘keluar' karena memikirkan Rinda, ada rasa deg-degan berasa berdosa, tetapi entahlah mengapa saya selalu kerjakan. Saya sadar, kalau saya tidak punyai photo Rinda.Demi mendapatkan photo Rinda, saya terpikir ada photo kelas yang barusan maka lalu saya repot mencari di mana saya tempatkan photo itu. Bertemu! Ada rinda disana, lalu saya ke warnet untuk men-scan photo itu. Sesudah diletakkan di disket (saat itu tidak ada Flash disk), saya pulang dan kubuka di kamar. Dengan memakai software Adobe Photoshop, saya eksperimen photo Rinda, yang mukanya saya simpan dipotret telanjang wanita asia lainnya. Jadilah photo telanjang Rinda, dengan jilbab yang masih dikenai di kepala, tetapi dada ke bawah telanjang.Begitu menyaksikan hasil photo itu langsung saya jadi ingin masturbasi kembali, kuambil minyak bayi-ku dan saya masturbasi di kamar. (bahkan juga saat saya menulis narasi ini juga, penisku mulai berdeyut tegang). Mulai sejak itu, saya mulai ingin terus bertemu Rinda, dengan beragam cara. Bahkan juga saat saya main kembali ke tempat tinggalnya, saya sembunyi-sembunyi mengambil kaosnya yang digantung di kamarnya, saat Rinda kembali bersihkan piring, ku menyembunyikan di tas, dan kujadikan media masturbasi di indekosku. Saya memikirkan meraba-raba tetek Rinda. "Akkhh.. ndaaa…" Kemudian saya cipratkan spermaku saat klimaks masturbasi ke kaos Rinda itu. Hal tersebut kuulangi sampai kaos Rinda menguning karena spermaku yang mengering.Suatu hari, saat saya main ke rumah Rinda, sukurlah hujan deras, waktu itu saya berpura-pura ingin berlindung di dalam rumah Rinda sampai hujan berhenti. Waktu itu di tempat tinggalnya cuma kami berdua, kakanya, Teh Fifi sedang kuliah. Lalu saya berpura-pura ngantuk dan ketiduran di karpet ruangan tamunya. Saya kerjakan ini karena saya tahu semula Rinda ingin mandi, karena dia telah mengalungi handuk (Rinda masih tetap kenakan jilbab walau di rumah). Betul, Rinda yang menduga saya tidur, masuk ke kamar mandi. Pintu kamar mandi Rinda sebetulnya sedikit susah untuk diintip, tetapi saya coba melihat dari lubang kuncinya (type kuncinya masih type lama), saya geser besi kunci yang bergantung dari dalam dengan lidi, sedikit saja, saya lalu dapat menyaksikan ke kamar mandi. Ya Tuhan, saya simak puting susu Rinda, kulit badannya lebih putih dari mukanya, karena mungkin selalu tertutup hijab.Aku deg-degan sekali saat melihatnya mandi. Karena tidak kuat, saya selekasnya ke kamarnya, saya mencarinya benda yang dapat saya ‘semprotkan' spermaku yang akan keluar penisku ini. Lalu saya menyaksikan mug/gelas punya Rinda, ku membuka dalamnya rupanya teh manis yang barusan dibikin Rinda untuk Rinda minum. Lalu saya masturbasi dan menumpahkan spermaku ke teh manis Rinda itu, entahlah apa pikiranku waktu itu, tetapi saya ingin sekali Rinda menelan spermaku. "oooh…. Ndaaa ".Sesudah masuk ke dalam gelas, saya baru sadar, warna sperma dan teh benar-benar berlainan, teh Rinda jadi seperti berbuih sedikit, saya aduk-aduk saja. Lalu saya tutup kembali mug/gelas itu dengan tutup gelas. Deg-degan sekali saya bila Rinda sadar saat minum teh manisnya.Aku dengar Rinda usai mandi, dia rupanya telah kenakan pakaian dalam kamar mandi (terhitung telah menggunakan hijabnya). "Hey, Ki, sudah bangun… bentar ya" Dia menyapaku dan masuk ke kamar. Hari itu, saya pulang setelah hujan reda. Saya deg-degan, duh bagaimana bila rinda sadar rasa teh-nya ada yang aneh. Tetapi bodo amatlah.Besok-besoknya rupanya Rinda berlaku seperti umumnya, kelihatannya dia tidak mengetahui. Apa dia tidak minum tehnya itu? Atau jangan2 kakanya yang minum, toh siapa saja yang minum, agar kakaknya saya oke2 aja. Ini yang jadi cikal akan saya jadi punyai keinginan untuk memikirkan kakaknya menjadi satu diantara dari fantasi onaniku.Sampai satu hari saya dengar Rinda kecelakaan, Dia ditubruk motor sampai tidak sadarkan diri, dengar berita ini, saya dan Saiful (temanku ) ke rumah Rinda hari itu juga. Di dalam rumah Rinda, Hanya ada Rina (temanku sekalian teman dekat Rinda dr kecil) yang jaga Rinda yang terbujur tidak sadarkan diri di kamar. Pipinya lecet dan banyak obat mereh pada tangannya. Badannya keringatan, dan lemas. Menyaksikan ini, Ya Tuhan, saya benar-benar tidak empati, malah menyaksikan Rinda lemas dan keringatan, saya jadi ingin menghirup bau keringatnya dan menjilat bibirnya dan mukanya. Apa lagi dia masih tetap dalam kenakan hijabnya. Ingin kuraba dadanya yang basah oleh keringat, ah, penisku mengeras! Mendadak, masalah dari Tuhan makin jadi realita, Rina minta bantuan Saiful untuk ke wartel untuk memberitahu ke orangtua Rinda di Bekasi masalah ini sekalian pergi membayar resep dokter, aku juga dengan muka munafik bersandiwara jaga Rinda sepanjang pergi. Nampaknya Rina dan Saiful percaya denganku, karena sejauh ini di mata mereka saya sering jadi rekan yang bagus, paling dipercaya dan dewasa.Setelah keperginya Rina dan Saiful, saya mulai mengamankan pintu, dan memulai dekati mukaku ke muka Rinda, Baca Narasi Bokep Indonesia : PESTA BONDAGE dan MENIKMATI KEGADISAN MBAK NUR uummmph rupanya berbau keringatnya tidak demikian harum, tetapi buat saya jadi gairah. Saya coba panggil-panggil nama Rinda,dan menggoyang sedikit coba menguji apa Rinda betul-betul masih pingsan. Sesudah saya percaya, karena itu ku mendekati bibirku ke muka Rinda, lalu saya cium bibirnya, saya membuka sedikit bibirnya gunakan jariku, untuk kumasukkan lidahku, saya jilat-jilat semua muka Rinda. Terhitung lubang hidungnya dan telinga. Saya raba teteknya, rupanya tidak demikian empuk sekali, dan besar. Penisku tegang sekali, sakit sekali mulai berminyak dan rasanya. Saya deg-degan hebat, karena itu saya membuka celanaku, saya ingin masturbasi di muka Rinda, dan ingin menumpahkan spermaku di mulut Rinda. Tetapi ternya menjadi lebih jauh dari itu, saya membuka gamis Rinda yang seperti rok, buka celananya, saya simak celana dalamnya, vaginanya dengan bulu lebat sekali, dan baunya,… umph… sesak sekali rasanya, tetapi saya tidak peduli, celana dalamnya tidak saya membuka, saya cuma membuka celana dalam Rinda sedikit supaya saya dapat menyaksikan vaginanya yang paling tertutup dengan bulu-bulu kemaluan. Entahlah apa yang merasuki ku, saya dengan deg-degan luarbiasa, masukkan penis ke vagina Rinda, sulit sekali ternyata. "Eghhh.. mari, nda" sekalian saya bergumam. Saya ingin segera usai, takut kedapatan Rina dan Syaiful soalnya.Akhirnya saya sukses, kukangkangkan kaki Rinda, saya masukan penisku, "aduh..ssh" sempit sekali yah rupanya, sulit untuk ditarik ulur (keluar masukan), walaupun sedikit bergerak, tidaklah sampai 30 detik spermaku keluar langsung, hangat dan banyak, saya membanjiri vagina Rinda yang belum siuman dengan sperma hangatku. Deg2an sekali hatiku, apa lagi saya terkejut rupanya, penisku berdarah, tetapi sesudah saya perhatikan, darah itu mengucur dari vagina Rinda, aku segera mengambil lap basah di dapur (masih juga dalam kondisi tidak bercelana) dan mengelap vagina R selangkangannya dan inda. Saya pasangkan kembali celana Rinda seperti semula. Jujur, kakiku lemas sekali, hatiku deg-degan, dan napasku terengah-engah. Rasanya bersatu di antara suka dan takut. Bingungnya, sesudah saya keluarkan spermaku dalam vagina Rinda, Rinda jadi tidak menarik kembali buatku. Saya jadi berasa Dia benar-benar tidak menarik, dan berbau keringatnya tadi benar-benar menggairahkanku, saat ini jadi benar-benar tidak menyenangkan.Rina dan Saiful tiba, mereka tidak berprasangka buruk sama sekali. 2 bulan peristiwa itu berakhir, Rinda hamil, awalannya Dia tutupi, karena saya tahu Dia kebingungan mengapa dia dapat hamil serta dia tidak yakin, karena dia berasa tak pernah terkait seks. Apa lagi dia berjilbab. Saat itu juga tidak ada seorangpun yang berprasangka buruk denganku, terhitung Rinda. Saya tinggal memasangkan muka innocent. Rina temannyalah yang pada akhirnya bercerita hal tersebut ke rekan-rekan dekatku, semua rekan-rekan di universitas terkejut, Rinda tak lagi masuk universitas semenjak hari itu, Dia stress. Sekarang ini saya tidak paham kembali bagaimana nasib Rinda. Apa Dia melahirkan anak yang dikandungnya tidak atau itu. Ya, anak itu, anakku. Satu segi saya masih berasa bersalah sampai detik ini, tetapi di lain sisi saya tak lagi pikirkannya. Rinda, seorang muslimah berhijab yang pantas untuk dicabuli. AKU ENTOT ISTRI TETANGGAKU Cerita ini diawali saat saya memilih untuk berpindah dari rumah orang tuaku dan mengontrak sebuah rumah imut di tepian Jakarta. Kulakukan itu karena saya dan istriku ingin belajar berdikari, apa lagi sekarang telah datang sang kecil bagian keluarga baru kami. Ku mengakui, saya bukan suami yang bagus, ingat penjelajahan liarku saat belum juga menikah. Kerap saya bergonta tukar kekasih yang ujungnya cuma untuk memberikan kepuasan libidoku yang cukup tinggi. Tetapi sesudah menikah, kuredam kemauanku untuk berpetualang lagi. Di depan istri dan lingkunganku, saya coba tampilkan sebagai figur yang baik-baik. Tidak neko-neko. Rahasia periode laluku juga saya taruh rapat-rapat. Baca Narasi Bokep Sex : FIRST TIME BONDAGE dan SIKSA MEMBAWA NIKMAT Tetapi sesudah sebulan saya tinggal di lingkungan yang baru, nampaknya perilaku lamaku kambuh kembali. Disekitaran rumahku, banyak ku jumpai wanita yang memikat perhatianku. Dimulai dari ibu-ibu tetangga yang rerata tidak bekerja dan mahasiswi yang banyak kos disekitaran rumahku. Satu figur yang memikat perhatianku ialah Nanik, tetangga kontrakanku, tetapi tetangga-tetangga lainnya panggilnya Mama Ryan sesuai nama anaknya. Saat pertama kalinya berjumpa, dia kelihatan berlainan dibandingkan ibu-ibu lain di sekelilingnya. Mukanya cukup elok dengan Kulitnya yang kuning langsat, bodynya cukup montok namun tetap kuat walaupun umurnya telah di atas 37 tahun. Payudaranya juga kelihatan seimbang dibalik kaus yang kerap dikenainya. Dia datang dari Cianjur, jadi maklumlah kalau mukanya elok ciri khas wanita priangan. Tetapi semua daya tariknya itu ditutupi oleh hidupnya yang sederhana. Suaminya cuma seorang supir individu yang pendapatannya terbatas, belum juga ke-2 anaknya telah bergerak remaja, yang sudah pasti membutuhkan ongkos yang cukup besar. Jalinan istriku dengan Nanik lumayan baik, kerap Nanik bertandang ke rumah dan bercakap dengan istriku. Pada waktu itu saya kerap curi-curi pandang ke arahnya. Kerap dia cuma kenakan kaos kendur dan celana pendek jika main ke rumah, hingga belahan dada dan beberapa paha nya yang putih mulus jadi makananku. Dan kalau demikian, tangkai penisku dapat mengeras sembunyi-sembunyi. Kapan ya saya dapat menyetubuhi nya? Informasi dari istriku juga lah pada akhirnya saya tahu kalau rupanya Nanik bekerja separuh waktu sebagai pembantu. Satu minggu 3x dia bekerja bersihkan apartemen seorang ekspatriat. Apartemen ini kerap kosong karena kerap di tinggal pemiliknya berdinas ke luar negeri, jadi dia di yakin untuk menggenggam kunci apartemen itu. Tetapi aktivitasnya itu tidak menolong banyak dalam permasalahan keuangan keluarga di tengah-tengah keperluan setiap hari yang makin mahal, dan ini peluangku menjadi dewa penolong untuknya, walaupun ada udang dibalik batu, ingin rasakan bagaimana rasanya capitan vagina istri orang. hehehe Taktik untuk dekatinya mulai saya lakukan. Ia pergi kerja selalu pagi hari. yakni setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pada jam 7 pagi. Saya tahu karena ia selalu melalui depan rumahku. Ia pergi kerja memakai metro Mini. Sesudah tahu agendanya aku juga mulai atur strategi supaya bisa pergi bersama dengannya. Kuatur waktu pergi kerjaku yang umumnya jam 8 jadi lebih pagi lagi. Kebenaran arah apartemen tempatnya bekerja sejalan dengan kantorku di Sudirman. Senin pagi itu kusaksikan ia telah melalui depan rumahku untuk pergi kerja, aku juga selekasnya bersiap-sedia keluarkan mobilku dari garasi. Istriku sempat menanyakan, koq ini hari pergi lebih pagi. Kujawab saja ada rapat mendadak. Mobil kulajukan perlahan-lahan ke arah jalan besar dan kusaksikan di ujung gang. Nanik sedang menanti Metro Mini yang hendak membawa ke Daerah Melayu. Kuhampiri ia dan kubuka jendela menyapanya dan mobil. "Pergi kerja Mbak Nanik?" "eh….. iya mas Ardi," jawabannya cukup terkejut. "Bersama saya saja yok, Mbak ingin ke Daerah Melayu kan?' "Iya mas……tp tidak apa apa saya naik Metro saja," Tolaknya dengan halus. "Tidak apa apa Mbak, kita kan sama arah ini, lagian metro mini kalau pagi tentu penuh," ujarku coba merayunya. Ia sedikit ragu, tetapi pada akhirnya menyepakati ajakanku. Dibukanya pintu depan mobilku dan masuk ia, saat itu juga wewangian minyak wangi nya juga menyodok ke indera penciumanku. "Terima kasih Mas Ardi. Maaf menyusahkan." "Menyusahkan apa sich mbak, wong kita sama arah koq." Ujarku sambik ketawa enteng. Ciri khas senin pagi, jalan raya pagi itu benar-benar macet. Dalam mobil saya juga habiskan waktu dengan bercakap enteng dengannya. Beberapa hal yang kami perbincangkan, dimulai dari keluarganya, anak-anaknya, suaminya, lingkungan kerjanya. Pokoknya saya ingin lebih mendekatkan kepadanya supaya arahku menyetubuhinya dapat terlaksana. Tetapi saya tidak ingin keburu-buru. Pada akhirnya kami datang di Apartemen tempatnya bekerja, ku turunkan dia di tepi jalan. Aku juga kembali meluncurkan mobilku ke kantor. *** Sepanjang dua minggu saya intensif lakukan pendekatan dengan ajaknya pergi bareng. Untuk menghindar gunjingan tetangga, dia cuma ingin naik mobilku di ujung gang. Baca Narasi Seks Indonesia : DIPERKOSA KULI BANGUNAN Makin dekat jalinan kita, dia makin berani bercerita beberapa hal pribadinya. Kami juga kerap bergurau dan dia mulai berani mencubit lengan atau pinggangku saat ku goda. Obroloan juga terkadang kubuat mengarah ke masalah ranjang. Dan dari sana juga saya tahu jika Nanik tidak melakukan hubungan intim dengan suaminya semenjak tiga bulan kemarin karena suaminya telah terlampau lalah bekerja dan kerap pulang terlarut malam. Wah peluang nih, pikirku. Pagi itu kembali kami pergi bersama, tetapi kusaksikan ia cukup muram, aku juga membulatkan tekad menanyakan kepadanya. "Ada apakah mbak Nanik, saya saksikan mbak cukup muram pagi hari ini?' "Tidak apapun koq mas…..biasa kali saya seperti begini", dia usaha menyangkalnya. "Mbak tidak perlu berbohong sama saya, saya mengetahui mbak orangnya cerah, jadi jika muram sedikit, tentu saya mengetahui." Nanik tersenyum dengar perkataanku. "Tidak apapun mas. Ya namanya dalam kehidupan tentu ada saja permasalahannya." "Kalau mbak tidak berkeberatan, narasi saja mbak, siapa yang tahu saya dapat tolong" "Bagaimana ya Mas…."Nanik memutuskan perbincangan kelihatannya sangsi untuk meneruskannya Saya melihat padanya, dan kupandangi mukanya dalam-dalam sekalian merayunya untuk selalu menceritakan. "Ini mas, sang Ryan (anaknya yang bungsu) kembali perlu ongkos untuk studi tur ke Bandung, ongkosnya Rp. 500.000,- dan saya sama bapaknya tidak ada uang Karena telah kepakai kakaknya untuk ongkos praktikum tempo hari. Dan uangnya harus di mengumpulkan esok. Studi tur ini harus karena sebagai persyaratan supaya Ryan dapat lulus. Pusing saya mas." Saya tersenyum sekalian memandang matanya. "Ah mudah itu mbak, kelak saya tolong" "Tuch kan saya jadi menyusahkan mas Ardi." " Tidak apapun mbak, namanya kita bertetangga, jika ada yang kesulitan, apa kelirunya kita tolong." "Iya sich mas……ya sudah, kalau mas Ardi ada, saya ingin pinjam uang dahulu sama mas Ardi." "Mudah itu mbak." Saat sampai di muka apartemen tempatnya bekerja, selekasnya kubuka dompetku dan kuambil uang 1 jt dan kuberikan kepadanya. Nanik terkejut dengan pemberianku sekitar itu. "Koq banyak Mas, saya kan perlu nya hanya lima ratus ribu?" "Iya bekasnya buat perbekalan Ryan di jalan, atau buat Mamahnya gak apapun." Nanik ketawa dengar ucapanku. Aku juga segera membenahi pekerjaanku di kantor dan izin pada temanku untuk ke luar dengan argumen berjumpa klient. Karena saya kerap dinas luar, jadi mudah saja bisa izinnya. Selekasnya kupacu mobilku ke arah apartemennya. Tetapi awalnya saya singgah ke salah satunya restaurant cepat sajian dan membelikannya makan siang. Mobilku kuparkir di lantai dasar apartemen, aku juga ke arah unit apartemen tempatnya bekerja. Ku bunyikan Bel dan tidak lama Nanik juga mempersilakan saya masuk. Aku juga selekasnya duduk di sofa yang lumayan lebar dan empuk yang berada di ruang itu. Unit apartemen itu lumayan luas, ada dua kamar didalamnya komplet ada dapur dan minibarnya. Saya terka majikannya seorang eksekutif pada sebuah perusahaan terkenal dan apartemen ini disediakan oleh perusahannya. "Ingin minum apa mas," mendadak Nanik menyadarkanku yang sejak dari barusan memerhatikan apartemen dan didalamnya. "Eh….air putih saja mbak." "Masak air putih sich, saya buatkan sirup ya?" "Bisa Mbak jika tidak menyusahkan." Tidak lama ia juga bawa 2 gelas es sirup. "Wah jadi segar nih, siang-siang minum es sirup, apa lagi didampingi Mbak Nanik yang segar." "Ih apaan sich Mas Ardi," Ia ketawa sekalian mencubit pinggangku. Mukanya telah kembali cerah tidak semuram pagi barusan Kami juga bercakap sekalian melahap makanan yang ku membawa. Sesudah makan kami juga meneruskan percakapan sekalian melihat acara tv kabel. Saya mulai membulatkan tekad dekatkan status dudukku dengannya dan Nanik diam saja. Ku coba pegang tangannya. Awalannya dia kelihatannya canggung tetapi pada akhirnya bisa ku pegang kuat tangannya. Saya mulai membelai rambutnya yang panjang sebahu dan tiup tengkuknya dan tidak lama bibir kami juga telah sama-sama bersilaturahmi. Berpagutan dengan bebasnya. Bibirku di lumat habis oleh bibirnya, napasnya mulai terengah-engah. Terlihat birahinya mulai naik. Lumrah saja wong tiga bulan tidak di tiduri suaminya. Tanganku juga ku beranikan menelusup dibalik baju yang di kenakannya, dia juga diam saja, Kuraih payudara kiri dibalik branya dengan tangan kananku, kuremas-remas lembut sekalian kumainkan putingnya. Dia mengelinjang sekalian melenguh ketahan. "Auhhh….achhh." Sekalian melumat bibirnya kucoba buka kancing pakaiannya satu-satu, dan dia juga ikutinya dengan buka kancing baju kerja yang saya gunakan. Baju-kemeja itu juga pada akhirnya terbentang di lantai. Terpajang terang di hadapanku badan mulus Nanik dengan payudara yang tertutup bra warna krem, Walaupun perutnya sedikit berlipat karena lemak, tetap tidak kurangi kemauanku untuk menidurinya. Selekasnya kubuka kait bra nya dan bra itu juga jatuh di pangkuannya. Payudara Nanik selekasnya menyembul. Lumayan besar dengan warna puting coklat tua dengan areola warna lebih muda. Puting itu muncul dengan tegaknya. Keras. Selekasnya saja kuhisap puting susunya, Nanik melenguh lebih keras. "Aaaccchhhh……Maasss. Aahhh….ouchhh. " Dia makin terangsang dengan tindakanku. Terus kuhisap puting susunya kanan dan kiri berganti-gantian, Dia juga menggeliat semakin keras, kepala tengadah memandang langit-langit. Matanya terpejam tetapi mulutnya meracau keluarkan suara desahan dan rintihan. Ke-2 tangannya menjambak-jambak rambut di kepalaku. Lumayan lama kumainkan ke-2 puting susunya. Sesudah senang Aku juga bangun dari sofa dan selekasnya berdiri. Nanik pahami tujuanku. Sekalian masih tetap duduk di sofa, dia buka ikat pingang dan celana yang ku gunakan, tak lupa celana dalamku juga turut dipelorotkannya ke bawah. Saat itu peniskuku yang lumayan besar dan berurat, mengacungkan di depan dengan gagahnya. Nanik tersenyum sekalian melirikku. Digenggam dan di belainya kepala penisku, di kocok-kocoknya perlahan-lahan batangnya berkali-kali. Tidak lama di masukan lah kejantananku ke mulutnya, di kulumnya tangkai penisku sampai ke pangkalnya. Karena ukuran penisku yang lumayan besar dia sedikit terselak, aku juga ketawa geli. Tetapi dengan jahil, digigitnya tangkai penisku, aku juga menjerit. Di kocok kembali tangkai penis itu dengan pergerakan yang bisa lebih cepat sekalian lidahnya dengan liar menjilat-jilat kantung zakar. Tindakan Nanik sungungguh hebat, tidak kuat saya di baginya. Aku juga ingin selekasnya cepat-cepat menidurinya. Ku pinta Nanik bangun berdiri dan melepas celana jeans yang di kenakannya. Ku balik tubuhnya dan meminta menungging. Lututnya di timbunan ke sofa dan dia menungging di hadapanku dan tangannya menyokong badannya pada sandaran sofa. Selekasnya saja belahan vaginanya yang tertutup bulu-bulu jemput yang cukup lebat kelihatan merekah di hadapanku. Bibir vagina nya mulai warna kecoklat-coklatan tetapi lubang vaginanya masih memperlihatkan rona kemerahan yang terlihat berkilat dan basah oleh cairan kewanitaan yang tetap keluar karena rangsanganku barusan. Selekasnya saja ku pegang tangkai penisku dan kuarahkan kepalanya ke lubang kewanitaan Nanik. Selekasnya kumajukan pinggulku dan tidak lama kepala dan tangkai penisku juga ambles sampai ke pangkalnya. Tenggelam seutuhnya dalam lubang vagina tetanggaku ini. Nanik tercekat dan berteriak karena alat vitalku yang lumayan besar memengapkan rongga kewanitaannya. Dia melihat padaku dengan mulut lebar terbuka sekalian mendesah. "aaahhhh……" Ke-2 tanganku menggenggam bokongnya yang lumayan besar. Aku juga mulai memaju mundurkan pingulku. Tangkai penisku juga masuk keluar di lubang vaginanya dengan tempo yang lumayan cepat. Nanik terus mendesah dengan bisingnya. Acchhh…ouuchhh….achhh…..ouchhhh" Acchhh…ouuchhh….achhh…..ouchhhh" Sekalian terus gerakkan pinggulku, aku juga mulai raih payudaranya yang mengantung dengan ke dua tanganku. Kumainkan puting susunya dengan kasar. Nanik juga makin keras mendesah dan meracau……. Tidak lama dia juga menjerit keras dan kurasakan ada kedutan di lubang vaginanya. Otot vaginanya makin mencengkeram kuat kejantananku. Ini kali Nanik alami orgasme yang pertama. Badannya menurun, tangannya tidak mampu kembali meredam badannya. Kepalanya jatuh terkulai di sofa dengan status masih tetap menungging. Kupercepat permainanku, tapi nampaknya spermaku tidak mau keluar segera. Selekasnya Kucabut tangkai penisku dari lubang vaginanya. Selekasnya ku balik badan Nanik menghadapku. Dengan status 1/2 duduk, Punggungnya bertumpu di sandaran sofa kuangkat dan kurenggangkan ke-2 kakinya. Kelihatan lubang vagina yang menganga lumayan lebar, selekasnya saja kuhujamkan kejantananku ke lubang kepuasannya. Kembali lagi Nanik menjerit ketahan saat tangkai itu menerobos lubang vaginanya. Ku maju mundurkan pinggulku dan kelihatan penisku yang besar masuk keluar dengan bebasnya di lubang sempit itu, membuat panorama yang cantik. Bibir vagina itu menguncup saat penisku menerobos masuk dan merekah saat kutarik. Ke-2 tungkai Nanik kupegang dengan tanganku dan saya terus menidurinya sekalian masih tetap berdiri. "Tetapi saya tidak dapat kembalikan dalam kurun waktu dekat mas." "Tidak dikembalikan tidak apapun mbak." "Lho koq tidak dikembalikan, saya khan pinjem mas, jadi harus kembali." "Ya sudah mudah itu mbak, kalau ada, ya dikembalikan kalau tak ada ya dikembalikan dengan lain." Ujarku coba memancing di air bening. Hehehe "Lho langkah lain apa sich mas, koq saya kebingungan jadi." Saya Hanya ketawa, dan nanik makin kebingungan dengan sikapku. "Ya sudah kelak mbak terlambat loh ke kantornya." Ujarku sekalian bergurau. "Kantor apa sich Mas, dapat saja dech." Nanik ketawa sekalian mencubit lenganku. "Ya sudah terima kasih ya Mas atas kontribusinya." "sama Mbak" Nanik juga turun dari mobilku dan mengambil langkah ke tempat apartemen itu. *** Siang itu, mendadak ada sms masuk ke handphoneku, rupanya ada pesan dari Nanik. Sesudah ku baca, dia mengucapkan terima kasih satu kali lagi pada ku karena telah di tolong. Aku juga membalas tidak untuk pikirkannya kembali sekalian bertanya tempatnya sedang ada di mana waktu ini.Rupanya ia masih berada di apartemen majikannya dan sedang istirahat karena barusan usai kerjakan beberapa tugasnya. Ku coba main-main meminta izin kepadanya untuk main ke apartemen tempatnya bekerja jika majikannya tidak sedang berada di tempat. Nanik mengizinkan karena Majikannya sedang keluar negeri sepanjang satu minggu. Ia juga memberitahu tower dan nomor unit apartemennya. Payudara yang demikian melawan dengan puting yang muncul telah basah oleh keringat. Payudara itu bergoyang-gotang dengan luar biasanya ikuti irama sikatan penisku yang mundur-maju di lubang vagina Nanik. Kepala Nanik terbaring ke kanan dan kiri dengan mulut yang tetap mendesis dan mendesah. Lima belas menit saya terus menyikat lubang vagina Nanik. Nanik juga menyeimbanginya dengan menggoyang pinggulnya ke kanan ke kiri. Sesudah dua puluh menit aku juga tidak kuat kembali. Kupercepat frekwensi sikatan tangkai penisku ke lubang vaginanya dan tidak lama cairan spermaku juga meyemprot deras ke rahimnya. Bersamaan dengan kedutan keras di vaginanya mengisyaratkan dia alami orgasme ke-2 nya. Kami juga terkulai lemas di atas sofa. Badanku menindih badannya dengan kejantananku masih tertancap di lubang vaginanya. Napas kami terengah-engah karena pertarungan yang hebat enaknya. Aku juga selekasnya bangun dan menarik penisku yang mulai melembek dari lubang vaginanya. Lubang kepuasan itu kelihatan terngangga dan terlihat carian putih menetes keluar dalamnya. Nanik masih terkulai lemas di sofa. kakinya terjuntai ke lantai dan tangannya terbaring kurang kuat di samping badannya, selekasnya kuhampiri dan kuciumi bibirnya. "Nikmat mas,lain waktu meminta kembali ya." Katanya sekalian tersenyum. "Siap, kapan saja mbak perlu, Saya siap layani." Candaku. Dan diapun ketawa sekalian mencubit pinggangku penuh makna. Pada akhirnya kesampaian niatku meniduri tetangga yang lama saya idam-idamkan. Sesudah peristiwa itu kami juga kerap mencari waktu agar bisa bersetubuh kembali. Bahkan juga kami pernah melakukan dalam mobil. Nampaknya persetubuhan yang ku beri, lebih dinikmatinya dibandingkan bersetubuh dengan suaminya. Demikian narasi cabul Indonesia JILBAB YANG TERNODA dan AKU ENTOT ISTRI TETANGGAKU oleh narasi seks hot
ABG Bokep Indo Panlok Bispak Hijab
Belum ada komentar dikirimkan
Nonton Bokep ABG Indo